Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

An-Nahda: Pemilu Tunisia Rawan Manipulasi

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 19 Oktober 2011 23:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Partai Islam Tunisia An-Nahda memperingatkan rakyat akan kemungkinan manipulasi dalam pemilihan umum pertama yang demokratis pasca kejatuhan rezim Presiden Ben Ali.

“Ada bahaya di mana hasil pemilihan umum dimanipulasi,” kata pucuk pimpinan An-Nahda Rachid Ganouchi, Rabu (19/10/2011), dalam jumpa pers di Tunis.

“Jika terdapat manipulasi, maka kami akan brgabung dengan pasukan penjaga revolusi yang menggulingkan Ben Ali dan pemerintah (sementara) pertama. Kami siap untuk menggulingka hingga sepuluh pemerintahan, jika diperlukan,” kata Ganouchi.

Berdasarkan jajak pendapat, banyak rakyat Tunisia yang akan mendukung An-Nahda dalam pemilu hari Ahad besok (23/10/2011). Mereka mengharapkan partai Islam itu menang dalam pemilu parlemen, yang akan membuat konstitusi baru itu.

An-Nahda memperingatkan agar partai-partai politik lain tidak bersekutu untuk melakukan perlawanan terhadap mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Tujuan mereka adalah untuk menghancurkan kita,” katanya, dikutip Alarabiya. “Jika kelompok-kelompok kecil masuk ke dalam koalisi menentang An-Nahda ketika kami memenangi pemilu, maka dapat saya katakan bahwa itu akan membuyarkan demokrasi.”

Lebih lanjut Ganouchi mengatakan dalam pernyataannya, “Kami siap untuk memimpin pemerintahan persatuan nasional, jika rakyat Tunisia menaruh kepercayaannya kepada kami.”

Keikutseraan partai Islam selepas revolusi Tunisia dalam pemilihan umum menjadi bahan perdebatan hangat, karena berdasarkan konstitusi yang sekarang berlaku partai berasaskan agama tidak diperkenankan.

Sebagaimana diketahui, organisasi An-Nahda dilarang selama pemerintahan Ben Ali.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DK PBB Siap Gelar Voting Palestina pada 11 Nopember
Tulisan selanjutnya Jamaah Nonkuota IndonesiaTelantar di Bandara KAA I Jeddah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut

Berita
20 Juni 2026 16:47
Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Terbaru

  • Serangan Islamofobia, Imam Masjid di Kanada Diserang usai Pimpin Shalat Berjamaah
  • Kabar Mualaf Giancarlo Esposito: Aktor “Breaking Bad” Dilaporkan Memeluk Islam di Saudi
  • Al Jazeera Desak Masyarakat Internasional Hukum ‘Israel’ usai Pembunuhan Jurnalisnya
  • Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah
  • Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
  • ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
  • Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
  • Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
  • Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
  • Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?