Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Seorang Pria Palestina Mengaku Meracuni Arafat

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juli 2012 14:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Saluran televisi satelit Pan-Arab Al Mayadin hari Jumat (6/7/2012) menyiarkan pengakuan rekaman seorang pria Palestina yang diduga mengaku meracuni makanan mendiang Yassir Arafat atas perintah intelijen Israel, lansir Maan.

Video tersebut disinyalir direkam dalam penjara Israel Negev tahun 2006. Rekaman itu menunjukkan ada seorang tahanan Palestina yang sengaja ditempatkan di penjara untuk menjadi mata-mata bagi Israel. Orang itu ditanyai oleh penghuni penjara lainnya.

Tahanan yang tidak diketahui namanya itu berkata kepada tahanan lain yang “menginterogasinya”, bahwa ia menaruh racun ke dalam makanan Arafat di Muqata, kompleks kepresidenan di Ramallah dengan bantuan seorang juru masak.

Tahanan itu mengatakan, ia direkrut dinas intelijen Israel pada tahun 2002. Seorang kolaborator lain membawanya masuk ke Al Quds (Yerusalem) untuk berkerja, dan mengenalkan dirinya kepada seorang pria lain bernama Yoram, yang merekrutnya menjadi kolaborator.

Tahanan tersebut mengaku diberi pakaian seragam militer Israel dan dilatih bersama tentara Israel selama dua bulan. Kemudian ia dibawa ke Al Quds, di mana petugas Israel mempertemukannya dengan beberapa kolaborator lain. Di sana mereka ditunjukkan rekaman video tentang Muqata, termasuk kamar Arafat dan dapur.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Menurut tahanan itu, kelompok kolaborator tersebut diperintahkan untuk masuk ke Muqata dengan cara bekerjasama dengan salah satu penjaga tempat itu.

Selanjutnya tahanan itu menceritakan, para jurumasak yang mengenakan seragam di dapur sudah selesai memasak hidangan untuk Arafat. Jurumasak pertama menolak untuk memasukkan racun, sedangkan seorang jurumasak lain bersedia memasukkan racun itu ke dalam nasi dan sup Arafat.

Dikurung dalam Muqata

Sebelum kematiannya, Yassir Arafat dilarang keluar Muqata oleh Zionis Israel selama tiga tahun, menyusul terjadinya Intifadah Kedua.

Arafat jatuh sakit pada Oktober 2004. Para dokter asing dari Tunisia, Mesir dan Yordania berdatangan untuk merawatnya, sementara publik diberitahu oleh para pembantu Arafat bahwa pemimpin Palestina itu hanya menderita flu.

Dalam keadaan fisik yang terlihat lemah dan kurus, Arafat kemudian diterbangkan ke sebuah rumah sakit militer di Prancis, di mana kemudian dia jatuh koma dan meninggal dunia pada 1 Nopember 2004.

Para dokter di Prancis yang merawat Arafat di akhir masa hidupnya mengaku tidak dapat mengidentifikasi penyebab kematiannya. Sementara para pejabat Prancis, berlindung di balik peraturan hukum tentang kerahasiaan, menolak membeberkan kondisi dan penyakit Arafat yang sebenarnya.

Polonium-210

Institute of Radiation Physics di Universitas Lausanne, Swiss, dipimpin oleh Francois Bochud, meneliti pakaian milik Arafat yang diberikan kepada istrinya Suha oleh pihak rumah sakit militer Prancis.

Para peneliti itu mengaku mendapati bekas zat radio aktif polonium-210 dalam kadar tinggi.

Polonium pernah digunakan untuk meracuni mantan mata-mata Rusia yang kemudian menjadi kritikus vokal kebijakan-kebijakan Kremlin, Alexander Litvinenko, lewat minuman es teh di sebuah hotel di London.

Hari Rabu lalu pemerintah Palestina di Ramallah bersedia untuk membongkar makam Arafat, guna mencari tahu penyebab kematian pemimpin perjuangan pembebasan rakyat Palestina PLO itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelold migrateracun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid Umayah di Suriah Kunci Penting Pembebasan Al Aqsha
Tulisan selanjutnya DPR Ingatkan Pemerintah Tak Boleh Larang Miskin Berobat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?