Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cover Story

Berdakwah di Pulau Kera

Bambang S
Terakhir diupdate:
Bambang S
Dipublikasikan 19 Januari 2013 07:36
Bagikan
Bangunan sekolah itu baru setengah jadi. Bangku, papan tulis dan buku-buku juga belum ada
Bagikan

AIR satu jerigen harganya tiga ribu rupiah. Itupun harus beli di  Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Itulah yang terjadi di Pulau Kera.   

Pulau ini memang berada di tengah lautan air. Tapi air bersih menjadi barang langka di sini. Sebab, lautan air itu tidak bisa digunakan untuk memasak. Maklum air laut, rasanya asin. Maka untuk mendapatkan air bersih penduduk harus menempuh perjalanan sekitar 40 menit dengan naik perahu tempel.

Bukan hanya air bersih yang langka. Listrik dan papan juga tidak ada. Jika malam, untuk menyalakan lampu, penduduk memakai minyak gas. Lebih menyedihkan lagi keadaan rumah mereka, semuanya berupa gubuk yang terbuat dari seng atau jerami.

Mereka selama ini dianggap masyarakat liar. Pemerintah Kabupaten Kupang hingga kini tidak mengakui keberadaan mereka. Sekalipun faktanya, mereka sudah menghuni pulau berpasir putih itu sejak puluhan tahun lalu. Tapi anehnya, walau pemerintah tidak mengakui keberadaan mereka, setiap pemilu mereka diberi hak mencoblos.

https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/u/0/?ui=2&ik=7ef244bf86&view=att&th=13c5070ae226e278&attid=0.1&disp=inline&realattid=f_hc432w5x0&safe=1&zw&saduie=AG9B_P-E1OndFfRI5bj88FXZmWzB&sadet=1358559894057&sads=1Xhj66zNbyqNBOHUkQxBgw4g9cw

Baca Juga

(Video) Tante Dolly Telah Pergi
(Video) Menguji Toleransi di Bali
Usaha Mengkaji Ulang “Paradigma Baru” LDII
Dr. Ending: Penyerangan Satu Bukti Kesesatan Akidah LDII
Kenapa Mereka Marah?

Rumah-rumah di Pulau Kera

Karena tidak diakui keberadaannya, di pulau ini tidak ada fasilitas umum seperti pendidikan atau kesehatan. Padahal jumlah penduduknya cukup banyak, ada sekitar 80 KK atau 350 orang. Mereka berasal dari suku Bajo dan beragama Islam.

Lantaran tidak ada sekolah, nyaris semua pendudukanya tidak mengenyam bangku sekolah. Termasuk anak-anak dan remajanya. Ini yang memprihatinkan. Mata pencarian mereka melaut, yang hasilnya untuk makan saja pas-pasan.

Keadaan seperti itulah yang mengetuk nurani Syaiful Bahri, dai Hidayatullah di Kupang. Sejak tahun 2000, anak muda ini membina masyarakat Pulau Kera. Sekarang, setidaknya seminggu sekali Syaiful datang membina mereka. Bukan hanya memberi siraman rohani, terkadang  ia juga membagi-bagi sembako gratis.  

Belakangan, Syaiful tidak sendirian. Ia ditemani Ramli, dai dari Dewan Dakwah Islamiyah (DDI). Merekalah yang kini  bahu membabu membina masyarakat Pulau Kera. Perhatian utama mereka sekarang adalah pendidikan untuk anak-anak dan remaja. “Sekarang kami sedang membangun sekolah,” kata Syaiful.

Bangunan sekolah itu baru setengah jadi. Berukuran sekitar 5 X 10 meter, dindingnya terbuat dari batako dan beratap seng. Itupun dinding bagian atasnya masih bolong.

Untuk fasilitas lain seperti bangku, papan tulis dan buku-buku juga belum ada. “InsyaAllah, nanti kami lengkapi. Sekarang cari dana dulu,” kata Syaiful. Nah, siapa berkenan membantu?*

Rubrik ini atas kerjasama hidayatullah.com dengan Persaudaraan Dai Nusantara (Pos Dai), bantu dakwah para dai melalui Rekening Bank: Bank BSM: 733-30-3330-7 atau BNI 9254-5369-72 a/n Informasi berbagai program dakwah dapat di klik di www.posdai.com

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kupangold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korban Meninggal Akibat Banjir 11 Orang, Sebagian Tersetrum
Tulisan selanjutnya Debat Kata “Allah” Mencuat Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Suka Duka Perjuangan Da’I di Daerah Pelosok Kupang NTT

24 Mei 2013 09:38

Bertahan di Tengah Kesunyian demi Dakwah

21 Mei 2013 17:15

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (2)

16 Mei 2013 10:55

Penjaga Akidah Muslimah Dari Larantuka (1)

13 Mei 2013 12:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?