Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Dari Rabat sampai London, Kampanye Boikot G4S Menggema. Di Indonesia?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Mei 2013 13:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | SahabatAlAqsha.com– Sejumlah asosiasi dan organisasi hak azasi manusia Maroko menuntut perusahaan G4S berhenti beroperasi di Maroko. Organisasi-organisasi menyatakan akan berupaya mencegah pihak-pihak tertentu dan mitra perusahaan G4S yang telah terlibat dalam berbagai kejahatan pelanggaran HAM ‘israel’ untuk melakukan kegiatan apa pun di Maroko. Demikian dilaporkan Occupied Palestina.

Sebanyak 14 organisasi HAM Maroko, termasuk Asosiasi Solidaritas Palestina-Maroko, Kelompok Kerja Nasional untuk Mendukung Palestina, Liga Maroko untuk Pembelaan HAM, Asosiasi HAM Maroko dan Organisasi HAM Maroko mengatakan, mereka juga akan menyeru berbagai lembaga Maroko, perusahaan dan kontraktor yang bermitra dengan G4S untuk memutuskan semua kerja samanya.

Salah satu penggerak Kelompok Kerja untuk Mendukung Palestina, Simon Osadon mengatakan dalam sebuah seminar di Rabat,  G4S secara terbuka menyiarkan di situsnya, keterlibatannya dalam ‘pengamanan tahanan’ di beberapa penjara Zionis.

G4S mengendalikan sistem keamanan di penjara Ketziot yang menyekap 2.200 tawanan Palestina, kemudian di penjara Megiddo yang menyekap 1.200 tawanan dan penjara Damun yang menyekap 500 tawanan serta beberapa tawanan ilegal dari Tepi Barat—beberapa dari mereka adalah tahanan administratif dan sebagian besarnya disekap selama berbubulan-bulan, bahkan tahunan, tanpa proses pengadilan.

Perusahaan ini juga secara terbuka menyiarkan di situs resminya, bahwa pihaknya telah membangun sistem pertahanan pada tembok-tembok yang mengelilingi penjara Ofer di Tepi Barat di dekat permukiman ilegal Yahudi, Giv’at Ze’ev.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Di dalam penjara Ofer terdapat 1.500 tawanan Palestina. Perusahaan ini juga terlibat dalam pengoperasian ruang pusat kontrol, termasuk di dalam pengadilan militer Zionis yang setiap harinya menyidang tawanan Palestina dari Tepi Barat.

G4S juga disebutkan memasok sistem keamanan untuk ruang kontrol pusat di penjara HaSharon-Rimonim yang merupakan penjara kriminal namun di dalamnya terdapat juga tawanan-tawanan Palestina.

Perusahaan ini juga membangun sistem keamanan di pusat penahanan dan interogasi Abu Kabir di Jaffa juga di pusat penahanan Kishon di Haifa, dan di pusat penahanan dan interogasi Rusia di wilayah Yerusalem yang diduduki.

Di tempat-tempat ini, para tawanan Palestina biasanya disekap bertahun-tahun tanpa melewati proses hukum dan sejumlah organisasi HAM telah menemukan banyak bukti kekerasan yang dilakukan Zionis di pusat penahanan dan interogasi tersebut.

Ini adalah sebuah fakta dari perusahaan multinasional, G4S, seperti juga perusahaan lainnya, yakni Caterpillar, Siemens, Alstom, dan Veolia yang terbukti membantu kejahatan rezim apartheid Zionis. Perusahaan-perusahaan ini terus berinvestasi di Maroko.

Relawan-relawan berunjuk rasa di depan markas G4S di London, menyiarkan berbagai kejahatan kemanusiaan Zionis ‘israel’ di mana perusahaan ini terlibat aktif. foto: Stop G4S

London

Sementara itu, kelompok kampanye anti-Zionis yang berbasis di Inggris menyiarkan kecaman kepada negara-negara Arab yang mempekerjakan G4S.

“Mempekerjakan perusahaan tersebut tidak hanya dianggap sebagai upaya normalisasi hubungan dengan rezim Zionis tetapi juga sebagai bentuk kerja sama dengan Zionis untuk mencapai tujuannya di kawasan itu,” ujar Direktur Kampanye Melawan Zionisme, Ali Hattar dalam sebuah wawancara dengan program berita Al-Alam.

“Perusahaan keamanan G4S yang berbasis di Inggris memiliki peran khusus di wilayah Palestina yang dijajah dan perusahaan ini terlibat dalam banyak operasi pengawasan yang dilakukan dengan persetujuan negara-negara Arab. Perusahaan ini dan perusahaan lainnya yang serupa merupakan ancaman bagi negara Arab dan dapat menormalkan hubungan dengan rezim penjajah Zionis,” paparnya.

“Perusahaan seperti ini tidak bisa dikatakan sebagai perusahaan keamanan biasa, karena terlibat dalam operasi-operasi rahasia rezim Zionis. Mereka mendukung penyiksaan terhadap para tawanan Palestina dengan instrumen yang mereka sediakan atas nama rezim ‘israel’.

Unsur-unsur dari perusahaan tersebut terlatih untuk menerima perintah dari rezim Zionis di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Perusahaan ini bahkan menggunakan wanita sebagai mata-mata,” terang Ali Hattar.

Ali Hattar juga mengkritisi negara-negara Arab yang gagal memboikot perusahaan-perusahaan dan negara yang bekerja sama dengan rezim Zionis.

Selain melengkapi perlengkapan penjara-penjara Zionis yang menyekap dan menyiksa para tawanan Palestina, G4S juga menyediakan berbagai perlengkapan untuk pos-pos pemeriksaan militer ‘israel’ dan permukiman ilegal Yahudi. Keberadaan pos-pos ini merupakan ujung tombak penindasan sehari-hari terhadap rakyat Palestina baik di wilayah jajahan maupun di Tepi Barat.

Di Indonesia G4S beroperasi sejak 15 tahun lalu, dan kini memiliki 8.000 karyawan. Demikian ditulis di situs resminya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelold migrateZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota DPR: Pemerintah Jangan Perlakukan Etnis Rohingya sebagai Imigran Gelap
Tulisan selanjutnya Budak yang Sedih Ketika Dimerdekakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?