Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Siddik Kelsaba, Santri Irian yang Ingin Hafal al-Quran Setahun Lagi

Bambang S
Terakhir diupdate:
Bambang S
Dipublikasikan 3 Mei 2013 04:07
Bagikan
Bagikan

Allahu akbar…Allahu akbar

Allahu akbar…Allahu akbar

Asyhadu alla ilaaha illallaah

Asyhadu alla ilaaha illallaah

Asyhadu anna muhammadurrasulullaah

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Asyhadu anna muhammadurrasulullaah

Hayya ‘alash-sholaah

Hayya ‘alash-sholaah

…………..

………….

Laa ilaaha illa-allaah

LANTUNAN azan shalat Subuh dari Masjid Asweidy itu terdengar sangat indah. Lafadznya yang jelas dan terdengar lantang seolah hendak membangunkan para santri dan asatidz (para ustadz) di Lembaga Tahfidz Ilmu al-Qur’an (LTIQ) Pesantren As-Syifa Al-Khoeriyah, Subang, Jawa Barat. Ia adalah Sidik Kelsaba, santri Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) yang tengah intens menghafal al-Qur’an di pesantren yang memiliki luas 90 hektar itu.

Sidik, demikian ia biasa disapa, sudah 2,5 tahun mondok di Pesantren As-Syifa. Berkat ketekunannya menghafal, Sidik telah menghafal al-Qur’an sebanyak 15 juz.

“Selama kita masih mampu, yakinlah Allah akan membantu kita,” kata Sidik.

Sidik merupakan satu-satunya santri AFKN yang masih bertahan di pesantren ini. Awalnya, ada beberapa orang temannya yang juga dari Nuu Waar (Irian Jaya) menghafal al-Qur’an di pondok ini. Namun, karena hal lain, mereka tak melanjutkannya.

“Sejak awal memang saya ingin jadi penghafal al-Qur’an. Menegakkan kebenaran yang hakiki, untuk umat di bumi Indonesia, terutama di Indonesia bagian timur yaitu Nuu Waar,” jelasnya.

Siap Dakwah di Irian

Meski satu-satunya santri dari Nuu Waar, Sidik merasakan banyak saudara. Bahkan, menurut informasi penulis dapat, Sidik termasuk santri di pondok ini yang disukai oleh para ustadz. Selain, karena suaranya yang bagus, Sidik juga terhitung santri yang rajin bekerja. Tak ayal lagi, banyak yang meminta Sidik untuk tampil melantunkan ayat suci al-Qur’an dalam setiap acara pembukaan acara, baik seminar, pelantikan, maupun pernikahan.

“Kemarin, saya baru saja ke Kota Subang, diundang untuk pembukaan acara pelajar,” aku Sidik saat ditemui penulis pada Senin, 29 April 2013 lalu.

Penulis sendiri, pertama kali mengenal Sidik sekitar tiga tahun lalu. Saat AFKN menggelar safari dakwah dan sunatan massal di pedalaman Nuu Waar. Sidik yang ketika itu baru saja menyelesaikan SMA, bersama teman lainnya membantu kegiatan AFKN yang ketika itu berpusat di Fakfak, Irian Barat. Penulis melihat langsung bagaimana kemampuannya dalam melantunkan al-Qur’an cukup baik, dan pekerja yang giat.

Selama di pesantren as-Syifa, putra pasangan Ahad Kelsaba dan Maimuna Kelsaba ini tak lepas dari aktivitas menghafal. Tiada hari tanpa al-Qur’an. Menurut Sidik, setiap hari setiap santri diwajibkan untuk setoran hafalan kepada pembimbing (asatidz).

“Minimal setoran hafalan satu lembar al-Qur’an, tapi ada juga yang langsung setor hafalan lima lembar,” ujar pria kelahiran Kelaba, Seram, 29 Agustus 1987 ini.

Sidik memiliki target, satu tahun lagi ia mampu menghafal 30 juz al-Qur’an.

“Insya Allah, saya berusaha untuk istiqomah,” ujar Sidik seraya memohon doa.

Yang terpenting lagi, ia berharap dapat membagi ilmunya ini kepada generasi Nuu Waar melalui AFKN.

“Ini juga sudah menjadi tekad saya sejak awal, semoga apa yang pelajar di pondok ini bermanfaat untuk perkembangan dakwah AFKN ke depan,” harapnya.* 

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateQuransantri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jual Produk Kadaluarsa Pedagang Oman Didenda Belasan Juta
Tulisan selanjutnya Milisi Syiah Bantu Bunuh Kaum Muslimin Suriah? Bukan Barang Baru!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?