Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Surat Pembaca

Film “Pesantren and Rock n Roll” Rusak Citra Pesantren

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juni 2011 09:54 9:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juni 2011 09:54
Bagikan
Bagikan

PADA awalnya sebenarnya saya tidak sengaja menonton film ini, suatu malam. Selanjutnya, dari beberapa kali saya menyaksikannya, saya ingin mengemukakan beberapa keberatan. Tapi sebelumnya, saya juga harus mengakui bahwa film ini agak sedikit berkualitas dengan kehadiran tokoh bernama Ustadz Mahmud dengan nasihat nasihatnya yang bernas.

Secara umum saya melihat, bahwa film ini lebih tampak sebagai sebuah penggambaran yang memprihatinkan tentang dunia pesantren. Pesantren pada umumnya punya aturan yang jelas dalam masalah hijab/batas pergaulan. Paling tidak ada batasan batasan tertentu di mana santri dan santriwati bisa bertemu atau berbincang. Tapi Pesantren Darussalam dalam film ini tampaknya lain dari yang lain.

Bagaimana tidak, nama pesantrennya saja adalah Pesantren Darussalam. Mendengar ini, pikiran kita langsung diantar mengarah pada nama Pesantren Modern Darussalam Gontor. Seolah nama ini mengasosiasi nama besar Pondok Pesantren Modern Gontor yang dikenal sangat menjaga syariat yang telah berdiri berpuluh tahun lalu bahkan bisa dikata sebagai pelopor pesantren di Indonesia.

Sementara di film ini, saya melihat, susah sekali membedakan apakah ini pesantren atau hanya sekedar wadah kongkow dengan lawan jenis. Memang ini hanyalah film semata, sekedar hiburan. Tapi jangan lupa, laku yang ada dalam film ini bisa dengan sangat dahsyat sekali menjejal ke pikiran jutaan orang yang menontonnya. Dari situ kemudan akan muncul persepsi persepsi yang bisa saja keliru tentang pesantren.

Tujuan film ini barangkali dimaksudkan untuk menampilkan wajah pesantren yang lebih modern, tapi di sisi lain ada sejumlah ambiguitas di sana. Di mana laki dan perempuan yang bisa dikata hampir tak ada hijab. Mereka bebas bertemu kapan saja. Ngobrol berduaan. Bersendau gurau dengan lihainya.

Baca Juga

22 Tahun Wahdah Eksis jadi Ormas
Harga Telur Melambung Tinggi, Bagaimana Islam Mengatasi?
Lemahnya Agama, Penyebab Munculnya Pergaulan Bebas
Uang Kripto sebagai ‘People Money’
Hari HAM Sedunia, Muslim Thailand Selatan Masih dalam Tekanan dan Diskriminasi

Mungkin saja kita tidak habis pikir, bahwa dari film ini kemudian mencuatlah pandangan bahwa inilah memang pesantren modern yang seharusnya diterapkan di negeri ini. Bahkan dalam film ini ada kesan menghalalkan pacaran. Ini bagi saya adalah aneh.

Agaknya kita masih ingat ketika film ini mendatangkan Maher Zein, penyanyi religi internasional asal Kanada.

Saat itu, pemeran Najib Subuh dan 2 orang tokoh figuran lainnya saling mengumpat dengan kata kata kotor, “You Crazy”, “You Stupid” berkali kali di samping Maher Zain yang digambarkan sedang berkeliling pesantren.

Mungkin bagi mereka bertiga atau sang kreator film, atau juga penonton, menganggap itu adalah tontonan yang lucu dan menghibur. Tapi bagi saya itu menyedihkan. Selain saling mengumpat yang tentu saja membuat Maher keheranan, bahasa Inggris Maher Zein hanya ditanggapi dengan kata kata “Yes”, “No”.

Bagaimana tanggapan Maher dalam skuel yang saling mengolok-olok itu? “Kenapa Kalian saling mengumpat?”, kata Maher. Dalam shoot itu, Maher Zein kaget dan wajahnya tampak kebingungan dengan celoteh lawan mainnya yang memang terlihat tak lihai dalam bahasa Inggris.

Saya hanya berharap, setelah shooting itu, semoga saja Maher langsung mendapatkan penjelasan yang jelas seputar “kata kata umpatan” yang terlontar di mana sebenarnya sangat tak elok diucapkan di depan orang asing seperti dia, bahkan itu dalam sebuah adegan. Apalagi Maher bukanlah aktor.

Bagi yang punya TV sudah barang tentu tahu betul bahwa hari ini sangat banyak sekali jam tayang film sinetron setiap program program televisi.

Tak bisa dinafikkan, film film remajalah yang mendominasi jagat raya perfileman nasional yang dinujum akan semakin menggila di masa masa mendatang. Dan jelas, film film tak bermutu bermuatan horor dan seks pun akan tambah menggurita.

Ada juga yang mengusung semangat religius, khususnya Islam. Tapi entah kenapa, sangat sedikit pesan bagus yang bisa dipetik dari film film itu.

Yang saya khawatirkan, jangan-jangan film seperti yang saya sebutkan di awal ini menjadi semacam kampanye terselebung tentang pola yang dianggapnya adalah ideal, mantap, modern, sesuai tuntutan zaman.

Padahal sejak dahulu citra pesantren sesungguh-sungguhnya adalah sebagai madrasah atau sekolah tempat belajar dan menerapkan nilai nilai ajaran Islam. Jadi, mohon jangan rusak citra pesantren dengan khayalan nisbi dan tata nilai kehidupan yang permisif.

Ya, untuk kesekian kalinya kita kembali mengelus dada. Memang terlalu ramai masalah yang menimpa negeri kita tercinta ini. Sangat banyak permainan dan intrik politik busuk dari sebagian manusia yang ada di parlemen sana atau pejabat negara.

Yang jelas, film-film tak bermutu, sama buruknya dengan politisi bobrok, koruptor yang merajalela, partai yang munafik, hakim penikmat sogok, polisi yang main hakim dan musibah tsunami. Ini semua adalah musibah besar untuk negeri ini.

Sementara di saat yang sama, orang kecil hanya ada di sudut di tak bisa berobat, orang tak berdosa ditembak mati tanpa diadili, orang yang tak terbukti bersalah dihukum berat, sementara koruptor kakap bebas berkeliaran dan diistimewakan. Siapa sebenarnya yang sedang menghancurkan negara kita ini?

Yacong B. Halike
Seorang Blogger dan Redaktur Kaltimtoday.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terduga Teroris Meninggal, Komnas HAM Nilai Ada Pelanggaran HAM Berat
Tulisan selanjutnya Anggota DPR Prihatin Hasil Laporan Keuangan Haji 2010

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Surat Pembaca

Racun LGBT Makin Meluas, Jaga Ketahanan Keluarga Indonesia

28 Mei 2022 12:30
cerita
Surat Pembaca

Pentingnya Memilih Cerita Sebagai Hiburan

26 November 2021 13:37
Surat Pembaca

Tanggapan atas Pernyataan Bahwa Semua Agama itu Benar

22 September 2021 15:00
Surat Pembaca

Nasyid untuk Wahdah Islamiyah

8 September 2021 07:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?