Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Beda Punk dan Islam dalam Memandang Kapitalisme (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2013 15:08 3:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Oktober 2013 15:08
Bagikan
Bagikan

Oleh: Aditya Abdurrahman Abu Hafizh

Lanjutan tulisan PERTAMA

Antara Punk dan Islam

Cara pandang Punk dan anarkisme itu menutup seluruh celah kemungkinan-kemungkinan lainnya tentang hal-hal yang terkait dengan kapital, hirarki, dan struktur sosial. Hal inilah yang membedakan tentang bagaimana Islam memandang itu semua. Dalam pembahasan bahwa sistem kapitalisme adalah sistem yang jahat, tentu sejalan dengan pemikiran Islam.

Namun bedanya, Islam tidak menyamaratakan seluruh hal yang berbau kapital (uang), hirarki, dan struktur sosial selalu berorientasi buruk terhadap kelas bawah. Islam sangat menentang eksploitasi ekonomi yang dilakukan manusia terhadap manusia lainnya. Hal tersebut masuk dalam kategori perbuatan zhalim yang sangat dikutuk oleh Allah Swt.

Baca Juga

Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

Mempekerjakan buruh di luar batas kemampuan, menggaji dengan upah rendah, dan tidak memperlakukan pekerja dengan baik, semuanya adalah aktivitas kapitalisme yang juga sangat ditentang dalam Islam. Allah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisaa’ 29)

Dari ayat tersebut mengatur dengan baik bagaimana seharus hubungan muamalah antar manusia. Tentu ini termasuk dalam konteks kasus pemilik perusahaan dan buruh.

Islam juga tidak pernah melarang seseorang untuk kaya dan berada diposisi penguasa modal. Dalam pandangan Islam, salah satu kelemahan ekonomi kapitalis adalah tidak adanya siklus kekayaan dari orang-orang kaya kepada orang-orang miskin di suatu negara. Sedangkan dalam Islam, siklus kekayaan seseorang diatur dengan kewajiban zakat, infaq dan sedekah. Inilah yang membuat keseimbangan ekonomi dalam kehidupan orang kaya dengan orang miskin.

Allah Swt sering mengisyaratkan perintah untuk mencari rezeki melalui ayat-ayatnya yang berbicara tentang halalnya perdagangan dan jual-beli, berbisnis, dan menikmati keuntungan.

“…Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS. Al-Baqarah 275)

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (Al-Mulk 15)

“…dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah,…” (Al-Muzzammil 20)

Menjadi orang kaya, dalam kondisi-kondisi tertentu bukan hanya dihukumi boleh, namun hukum itu bisa menjadi wajib ketika kondisi sosial di masyarakat saat itu memang membutuhkan kekayaan kita. Bahkan seorang muslim yang kaya lalu kekayaannya bisa memberikan manfaat bagi orang lain (bukan untuk mengekspoitasi mereka) disebut sebagai sebaik-baik pemilik harta. Seperti yang dikatakan Rasulullah Saw dalam hadits,

“…Sesungguhnya harta benda itu menghijaukan mata dan terasa manis, dan sebaik-baik pemilik harta benda itu adalah seorang muslim yang memberikan sebagian darinya kepada  orang-orang miskin, anak-anak yatim dan musafir.” (HR. Mutafaqun ‘Alaih)

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Saw mengatakan bahwa kekayaan itu tidak akan menimbulkan dampak buruk jika berada ditangan orang-orang yang bertaqwa.

“Kekayaan itu tidak berbahaya bagi orang yang bertaqwa kepada Allah Swt.” (HR. Ahmad)

Ketika kondisi umat Muslim terpuruk secara ekonomi, seluruh maka akan berpengaruh pada berbagai aspek lainnya didalam tubuh umat. Yang terjadi, umat muslim pasti akan menjadi objek penindasan bagi umat lainnya. Terlebih jika yang diterapkan di masyarakat adalah sistem ekonomi selain syariah yang ribawi, maka yang berkuasa didunia ini hanyalah kapitalis-kapitalis yang berorientasi pada keuntungan, tanpa memikirkan dampak kezaliman yang mereka lakukan melalui sistem ekonomi ribawi itu. Belum lagi, aset-aset usaha, seperti pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan, akan dikuasai oleh orang-orang non muslim yang sudah pasti tidak memiliki etika dan aturan yang jelas dalam agama-agama mereka yang mengatur secara adil.

Kondisi-kondisi yang demikian mewajibkan bagi umat Islam untuk menjadi kaya raya. Karena kekuatan ekonominya akan membantu tumbuhnya sektor-sektor yang lain juga, untuk memajukan umat dari berbagai bidang.

Tidak ada yang perlu ditakuti jika melihat banyak umat Islam yang kaya raya. Tidak perlu merasa khawatir jika ekonomi masyarakat berada di tengah kekuasan umat Islam, selama pemilik kekayaan berpegang teguh pada ketaqwaan dan menjalankan sistem perekonomian Islam yang benar. Karena sejatinya perekonomian Islam bukan untuk menghasilkan penggelembungan modal pada orang-orang tertentu saja, namun ekonomi Islam lebih pada pemanfaatan modal bagi kemajuan ekonomi masyarakat. Hal-hal yang ditakuti dan dianggap oleh para Punk dan anarkis tidak akan terjadi jika sistem ekonomi Islam ditegakkan dimuka bumi ini. Kapitalisme memang musuh bersama para anarkis maupun Islamis sekalipun, namun Islam memberikan solusi yang jauh lebih relevan dan indah dibandingkan solusi para anarkis yang mutlak mengharamkan kekayaan (kapital). Wallahu a’lam.*

Penulis adalah Dosen di Perguruan Tinggi Swasta di Surabaya dan anggota MIUMI Jatim. Artikel diinspirasi essay berjudul “Anarkisme: Arti Anarki Salah Kaprah Di Indonesia” dalam Road To Freedom ‘zine yang diterbitkan Kolektif Bunga Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anarkiekonomiislamkekayaankekerasanpunk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Krisis Air, Jamaah Shalat di Gunung Kidul Kesulitan Wudhu
Tulisan selanjutnya Beda Punk dan Islam dalam Memandang Kapitalisme (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?