Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Mengungkap Kebohongan Baru Ayaan Hirsi Ali, Penulis Anti-Islam [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Maret 2015 17:35 5:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Maret 2015 16:30
Bagikan
Ayaan Hirsi Ali, perempuan Belanda berdarah Somalia, yang mendadak terkenal dan disanjung Barat karena dianggap pengkritik Islam dan pandangannya yang liberal
Bagikan

Oleh: Max Blumenthal

SEMBARI mempromosikan buku terbarunya, Heretic, pada acara talkshow “The Daily Show” yang tayang pada 23 Maret, penulis serta aktivis anti-Islam kelahiran Somalia, Ayaan Hisi Ali membuat pernyataan mengejutkan: “Jika anda melihat pada kekerasan yang terjadi di seluruh dunia sekarang, 70% diantaranya dilakukan Muslim,” ungkapnya pada presenter Jon Stewart.

Jon Stewart tidak memintanya menunjukkan barang bukti dan Hirsi Ali tidak mengutip sumber apapun. Tetapi, dirinya membuat pernyataan serupa pada essay yang terbit tanggal 20 Maret 2015, yang menjadi preview bukunya di harian Wall Street Journal: “Menurut International Institute for Strategic Studies (IISS), setidaknya 70% kematian yang disebabkan oleh konflik bersenjata di seluruh dunia tahun lalu melibatkan Muslim.”

IISS adalah sebuah lembaga independen yang menangani kebijakan luar negeri yang berpusat di Inggris. Ketika dihubungi AlterNet mengenai statistic yang dibuat oleh Hirsi Ali, juru bicara IISS, Kat Slowe, menyatakan bahwa lembaganya tidak pernah membuat pernyataan tersebut dalam penelitiannya.

“Saya telah bebicara dengan beberapa staf ahli kami, dan mereka tidak tahu darimana statistic ini datang,” ujar Slowe. “Tebakan terbaik mereka adalah si jurnalis ini (Hirsi Ali) memiliki akses atau berlangganan database mengenai konflik bersenjata milik kami, lantas menghitungnya sendiri. Ada kekhawatiran bahwa hal tersebut dapat menyesatkan, karena jika konflik di Suriah tidak dihitung maka angka tersebut akan terlihat sangat berbeda,” imbuh Slowe. Konflik di Suriah menewaskan hampir 200.000 orang, dimana jumlah tersebut adalah hampir separuh dari seluruh orang yang tewas dalam konflik kekerasan tahun lalu. Dan tentu seluruh konflik tersebut tidak berakar pada agama.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Baik AHA Foundation yang dimiliki Hirsi Ali maupun American Enterprise Institute yang memperkerjakan Hirsi Ali sebagai peneliti mereka tidak menanggapi ketika ditanya mengenai statistic tersebut. E-mail yang dikirim oleh AlterNet kepada Hirsi Ali juga tidak dibalas.

Sekitar 24 jam setelah AlterNet berusaha menghubungi Hirsi Ali, yang bersangkutan membuat pernyataan publik mendukung klaim-nya tersebut. “Sangat menyedihkan bahwa 70% kematian dalam konflik bersenjata di dunia tahun lalu melibatkan Muslim,” kicaunya di akun Twitter pribadinya.

Hirsi Ali juga menyertakan link tentang hasil survey yang menyebutkan jumlah korban meninggal dalam konflik global. Survey tersebut dibuat oleh peneliti IISS, Hanna Ucko Neill dan Jens Wardenaer, yang tidak ada hubungannya sama sekali kepada kekerasan karena agama ataupun Muslim.

Tampaknya Hirsi Ali menghitung sendiri statistic milik IISS yang mendokumentasikan korban tewas dalam konflik di berbagai teritori, mulai dari Ukraina Timur hingga sub-Saharan Afrika terus ke Timur Tengah, dan Meksiko dimana pembantaian yang dilakukan kartel narkoba banyak terjadi. Slowe mengatakan bahwa adanya peningkatan korban tahun lalu karena adanya konflik Suriah, serta menjelaskan lebih lanjut bahwa klaim yang dibuat Hirsi Ali “menyesatkan” karena “konflik ini tidak berakar pada agama.”

Bukannya merespon pertanyaan jurnalis AlterNet, AHA Foundation justru meneruskan email tersebut ke Washington Free Beacon, sebuah media sayap-kanan yang memiliki sejarah menuliskan cerita bohong serta dilebih-lebihkan untuk menimbulkan Islamophobia. Karena email tersebut, Free Beacon menyebut jurnalis AlterNet sebagai anti-Semitis.

Sejarah Penipuan

Statistik mencurigakan Hirsi Ali adalah penipuan baru yang dilakukan oleh salah satu penentang Islam paling gigih. Sementera aktivis anti-Muslim lainnya seperti Robert Spencer dan Pamela Geller telah termarginalisasi, Hirsi Ali masih menjadi favorit media mainstream Amerika. Bukunya, Heretic, Hiris Ali mengulangi lagi argument-argumennya terdahulu yang menimbulkan polemik. Tak ketinggalan dirinya meminta sesosok Muslim seperti Martin Luther, seorang anggota pemerintahan pada abad ke-16 yang dihujat karena membakar synagog milik Yahudi, yang dia bandingkan dengan penyakit mematikan. Dengan diterbitkannya buku tersebut, Hirsi Ali diterima dengan tangan terbuka oleh BBC, presenter CNN Anderson Cooper, dan juga Jon Stewart dari stasiun TV ABC.

Acara berita channel tersebut bahkan menuliskan kutipan dari Heretic, sementara New York Times Book Review bahkan mewawancarai Hirsi Ali secara ekslusif, dengan pertanyaan-pertanyaan seperti buku anak-anak favoritnya.* (bersambung)

Wartawan dan penulis buku, “Goliath: Life and Loathing in Greater Israel”. Tulisan dimuat di www.alternet.org

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratliberal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syabab Hidayatullah dan BMH Ajak Santri Bogor-Depok Jauhi Perilaku Penyimpangan
Tulisan selanjutnya 3 Cara Efektif Membuang Rasa Malas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?