Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Janda Muammar Qadhafi Minta Jasad Suaminya Dikembalikan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2013 22:46 10:46 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Oktober 2013 22:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Janda mendiang pemimpin Libya Muammar Qadhafi, yang tewas di tangan para penentangnya, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa untuk membantu dirinya mendapatkan kembali jasad suami dan putranya, Mutassim.

Lewat sebuah surat yang dimuat situs radio Suara Rusia hari Ahad (20/10/2013), Safia Farkash juga meminta agar Uni Afrika memeriksa kematian suami dan putranya tersebut, lansir France24.

Qadhafi dan Mutassim ditangkap dan dibunuh oleh kelompok penentangnya pada 20 Oktober 2011, menyusul serangan udara oleh pasukan NATO yang dipimpin Amerika Serikat dan Prancis atas markas besar dan kediaman Qadhafi di Tripoli dengan mandat PBB lewat resolusi zona larangan terbang di Libya.

Muammar Qadhafi dikubur di sebuah tempat rahasia oleh para pemberontak, setelah sebelumnya mayatnya yang masih mengeluarkan darah –tanpa baju dan hanya mengenakan celana panjang– dipamerkan di sebuah mall dengan cara diletakkan di lantai beralaskan kasur tipis.

Selain menyelidiki kasus pembunuhan suami dan seorang putranya itu, Farkash juga meminta Uni Afrika agar membantunya mengontak putranya yang lain, Saif al-Islam, yang ditangkap kelompok pemberontak pada Nopember 2011 di selatan Libya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak ditangkap, Saif al-Islam ditawan kelompok pemberontak di kota Zintan, bagian barat Libya. Dia masih menunggu proses pengadilan atas perannya yang diduga berupaya menekan gelombang unjuk rasa tahun 2011.

Farkash, bersama tiga anaknya yang lain — Aisha, Hannibal dan Muhammad– berhasil melarikan diri ke Aljazair pada Agustus 2011 saat pemberontak mulai menguasai Tripoli. Mereka akhirnya mendapatkan suaka di Oman tahun 2013 ini.

Putra Qadhafi lainnya, Saadi, melarikan diri ke Niger bulan September 2011.

Selain Mutassim, dua putra Qadhafi lainnya sudah lebih dulu tewas. Saif al-Arab tewas ketika serangan udara NATO menggempur markas Qadhafi dan Khamis terbunuh dalam pertempuran bulan Agustus 2011.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Jerman Guru dan Murid Dilarang Kontak di Facebook
Tulisan selanjutnya Kisah Jamine dan Jade, Dua Gadis Cilik tertarik Islam karena Melihat Praktik Sholat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?