Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Komisioner Perlindungan Anak Vatikan Kecam Kardinal Australia Terkait Pedofilia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Juni 2015 13:52 1:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Juni 2015 13:52
Bagikan
Kardinal George Pell.
Bagikan

Hidayatullah.com—Komisioner untuk perlindungan anak Vatikan mengecam kepala keuangan Vatikan yang berasal dari Australia sebagai seorang sosiapat, karena merasa tidak bersalah terkait tindakannya dalam penanganan masalah pedofilia di kalangan pendeta gereja Katolik.

Peter Saunders, komisioner perlindungan anak yang baru ditunjuk oleh Paus Fransiskus, mengatakan bahwa Kardinal George Pell harus diberhentikan dari jabatannya, karena gagal bertindak dalam melindungi anak-anak dari pencabulan di gereja oleh para rohaniwan Katolik saat masih menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik Australia.

Di stasiun televisi Australia, Channel 9, dalam acara “60 Minutes” Saunders mengatakan bahwa Pell mengolok-olok komisi kepausan untuk masalah pencabulan anak, juga Paus, dan terutama para korban.

“Dia memiliki daftar nama orang-orang yang berbuat bejat itu, dia bertindak seperti orang berkulit badak, tidak punya perasaan, kalau boleh saya katakan hampir sosiopat, kurang kepeduliannya,” kata Saunders, asal Inggris yang dulu juga pernah menjadi korban keganasan seksual pendeta Katolik, seperti dilansir Reuters (1/6/2015).

Saunders mengatakan Pell seharusnya disingkirkan dari jabatannya, dikirim pulang ke Australia guna menjalani penyelidikan kasus pencabulan anak secara terpisah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menyusul pernyataan Saunders di televisi itu, Pell mengeluarkan pernyataan yang menyebut komentar Sauders “keliru”, “menyesatkan” dan “keterlaluan”, dan dia akan berkonsultasi dengan penasihat hukumnya.

Pell yang pernah menjabat sebagai uskup agung Sydney, jabatan paling senior Gereja Katolik di Australia, berulang kali membantah bahwa dirinya memindahkan para pendeta pedofil dari satu paroki ke paroki lain dan bukannya melaporkan mereka ke pihak kepolisian. [Baca berita sebelumnya di sini]

Penyelidikan kasus pencabulan anak oleh pendeta Katolik di Australia saat ini sedang difokuskan di daerah Ballarat, negara bagian Victoria, daerah di mana pada tahun 1970-an Pell menjabat sebagai asisten pendeta.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Berlakukan Larangan Merokok di Ibukota Beijing
Tulisan selanjutnya United Airlines Tak Beri Muslimah Minuman Kaleng dengan Alasan Bisa Dijadikan Senjata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan

Berita
7 September 2026 15:01
Gaza Gelar Pemakaman Massal usai 100 Jenazah Korban ‘Israel’ Ditemukan dari Reruntuhan
Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris

Terbaru

  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha
  • 100 Mahasiswa Palestina Di-DO karena Kritisi Perang Genosida di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?