Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Lima Milisi Asing Syiah Yang Ikut Bertempur di Suriah [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Juni 2015 15:53 3:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juni 2015 15:53
Bagikan
Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) merekrut pengungsi Syiah Afghanistan untuk tempur di Suriah dan menjanjikan gaji $500 perbulan serta izin tinggal di Iran
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Hidayatullah.com–Di bawah pimpinan Muhandis, Kataib Hizbullah (Brigade Hizbullah, atau KH) adalah salah satu pasukan asal Iran pertama yang bergabung dalam perang Suriah.

Pada Maret 013 setelah sejumlah pemakaman digelar untuk para anggota Hizbullah Libanon yang gugur di Suriah, KH menjadi grup kedua yang menyatakan bahwa mereka juga kehilangan anggota di negara yang sama. Mereka mengklaim telah kehilangan total 40 petempur, mereka bahkan membuat kompleks khusus “syuhada” di Pemakaman Wadi al-Salam di Najaf, Iraq.

Mereka juga membantu membentuk kelompok-kelompok Syiah militan berbasis di Suriah seperti Liwa Abu Fadl al-Abbas (LAFA) dan kelompok berbasis di Iraq seperti Harakat Hizbullah al-Nujaba

Kelompok Afghanistan-Iran

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Pada 22 Mei 2014, Wall Street Journal melaporkan bahwa Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC), (IRGC) sedang merekrut pengungsi Syiah Afghanistan untuk ikut bertempur di Suriah, menjanjikan gaji $500 perbulan serta izin tinggal di Iran. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa pemakaman untuk para pejuang seperti mereka sudah ada sejak November 2013,dan mereka sebenarnya direkrut untuk mengakomodasi kekurangan IRGC dalam operasinya di Suriah. Namun sebenarnya, fenomena milisi Syiah Afghanistan bertempur di sisi Bashar al-Assad bukan barang baru.

Pada Oktober 2012, elemen-elemen yang terkait dengan kelompok oposisi dan pembebasan Free Syrian Army (FSA) mengklaim telah menangkap seorang milisi Syiah Afghanistan bernama Mortada Hussein, yang kemudian diwawancarai oleh mereka, dan video-nya di-upload ke YouTube.

Keberadaan orang seperti Mortada semakin sering pada awal musim semi 2013, dimana di waktu yang berdekatan, kelompok milisi Syiah Hizbullah dari Libanon mengumumkan akan memberangkatkan tentaranya ke Suriah.

Ada tiga sumber utama para pejuang Afghanistan ini. Pertama, mereka yang sudah tinggal di Suriah sejak sebelum perang. Mereka kebanyakan tinggal dekat Sayyidah Zainab yang berada di selatan Damaskus.

Menurut peneliti Ahmad Shuja, sekitar 2000 orang Syiah Afghanistan, kebanyakan dari mereka adalah etnis Hazara yang menggunakan Persia sebagai bahasa sehari-hari, telah tinggal di Suriah sebelum perang pecah.

Seperti kebanyakan pengungsi Hazara di negara lainnya, mereka kabur dari Afghanistan setelah merasa tertekan di tangan Taliban. Begitu perang pecah, mereka malah menjadi target karena identitas mereka. Beberapa dari mereka ikut berperang, contohnya Ali Salehi, seorang etnis Hazara yang dikabarkan tinggal di Suriah, tewas dalam sebuah pertempuran di wilayah Damaskus.

Kedua, mereka yang berasal dari Iran. Menurut harian yang disokong pemerintah dan sumber-sumber dari Syiah Afghanistan, ini adalah yang paling besar jumlahnya. Kebanyakan dari mereka adalah pengungsi di Iran, yang menjadi rumah bagi sekitar satu juta etnis Hazara.

Upacara pemakaman umum yang digelar di Iran sepanjang November – Desember 2013 menunjukkan bahwa pejuang Syiah Afghanistan berasal dari berbagai kota di negara ini, termasuk Isfahan, Mashhad, Teheran, dan Qom. Seorang prajurit muda bernama Reza Ismail, adalah mahasiswa University of Mashhad di Iran, dan sebuah foto yang dilaporkan diambil di Suriah menunjukkan dirinya memegang karaben tipe M4. Namun pada akhirnya, dia dipenggal oleh milisi pejuang.

Sumber ketiga dan paling tidak meyakinkan adalah mereka yang menjadi pengungsi Afghanistan di negara selain Iran dan Suriah.

Pada April 2013, para petugas di Afghanistan mengumumkan bahwa mereka akan menyelidik laporan mengenai warga negara Afghanistan yang membela Assa. Dan pada Mei 2014, Kabul meminta Teheran untuk tidak merekrut warga mereka untuk berperang di Suriah. Jika rekrutmen langsung yang dilakukan Iran benar dan ada bukti-buktinya, Kabul mengancam untuk melapor kepada Komisioner Tinggi untuk Pengungsi di PBB. Tapi sampai laporan ini ditulis, belum ada bukti tersebut.*/Tika Af’idah, dari berbagai sumber

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistanbashar al asaadiranIRGCmilisisuriahsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya INSISTS: Tak Ada Benang Merah Dalam Konsep Teologis
Tulisan selanjutnya Tips Penderita Diabetes Jika Melaksanakan Puasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?