Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Empat Hal, Bisa Gagalkan Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juni 2015 10:20 10:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juni 2015 10:13
Bagikan
Sudanese Muslim Man
Bagikan

Oleh: Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil

BULAN Ramadhan telah tiba. Beruntunglah mereka yang mampu memanfaatkannya dan celakalah bagi mereka yang gagal di dalamnya.

Agar kita tidak termasuk ke dalam golongan yang gagal dalam Ramadhan, kita perlu mengetahui apa saja penyebab kegagalan yang bisa menyeret pada penyesalan di akhirat kelak, sekaligus mencari solusinya.

Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Nabi Shallahu ‘Alaihi Wassallam mengaminkan doa Jibril yang datang kepada beliau. Suatu ketika, Rasulullah naik mimbar untuk menyampaikan khutbah. Setiap kali naik ke anak tangga, beliau berucap, “amin.” Demikian beliau mengucapkan sampai anak tangga ketiga. Selepas khutbah, Nabi Shallahu ‘Alaihi Wassallam ditanya oleh para sahabat. “Ya Rasulullah, kami telah mendengar sesuatu dari paduka pada hari ini yang kami belum pernah mendengar sebelumnya.”

Lalu Nabi Shallahu ‘Alaihi Wassallam menjawab, “Sesungguhnya Jibril telah datang kepadaku dan membisikkan (doa) kepadaku. Katanya, ‘Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan tapi dosanya tidak diampuni.’ Lalu kuamini doanya. Dia berkata lagi, ‘Celakalah orang yang apabila namamu disebut di sisinya tapi tidak bershalawat kepadamu.’ Lalu aku mengaminkannya. Kemudian Jibril berkata, ‘Celakalah orang yang mendapati ibu bapaknya yang sudah tua atau salah satu daripadanya, namun mereka tidak memasukkannya ke dalam surga.’ Lalu aku pun mengaminkannya.” (HR. Al-Hakim).

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Sangat penting bagi kita untuk mengetahui lebih jauh tentang penyebab-penyebab yang membuat mereka celaka dikarenakan tidak mendapat ampunan di bulan Ramadhan.

Penyebab pertama adalah seseorang melakukan puasa tanpa disertai keikhlasan. Ikhlas adalah ukuran diterimanya amal perbuatan. Setiap perbuatan yang kita kerjakan harus didasarkan karena mengharap ridha Allah.

Mereka yang berpuasa dengan ikhlas hanya mengharap ridha Allah tidak akan menghiraukan pamrih dan penghargaan dari orang lain. Mereka berpuasa bukan karena sungkan kepada atasan, bawahan, mertua, istri, teman, atau siapapun. Orang yang ikhlas, jika melakukan atau meninggalkan suatu perbuatan, karena Allah Subhanahu Wata’ala.

Orang yang ikhlas itu seperti orang yang menulis surat. Suratnya ia tulis dengan baik dengan susunan kata yang indah dan enak dibaca. Namun semuanya itu akan sia-sia jika ia salah menuliskan alamat tujuan. Ia hendak mengirmkan surat kepada orang tuanya di Aceh, namun di alamat tertera alamat yang berlokasi di Surabaya. Maka, surat itu tidak akan sampai ke tangan yang berhak menerimanya. Jika salah alamat (niat dan tujuan), sebaik dan sebanyak apapun amal perbuatan tersebut, tidak akan sampai kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Rasulullah bersabda, “Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari).

Penyebab kedua mereka bisa gagal dalam Ramadhan adalah berpuasa tanpa dasar ilmu. Ilmu harus menjadi dasar setiap perbuatan dan perkataan. Setiap ucapan dan tindakan yang kita lakukan harus ada rujukan. Sebagai seorang muslim yang abid (orang yang beribadah) rujukannya adalah ilmu yang bersumber dari Al-Quran, Sunnah, dan bimbingan para ulama.

Puasa tanpa ilmu membuat mereka hanya akan mendapatkan rasa lapar dan haus. Mereka menduga sudah melakukan banyak hal. Nyatanya? Kosong dan hampa, karena tidak didasari ilmu. Oleh karena itu, sejak dini kita harus memiliki ilmu tentang sunnah-sunnah puasa, hal-hal yang makruh dan perkara-perkara yang bisa membatalkan puasa, serta hikmah-hikmah puasa. Dengan ilmu, kita bisa mengetahui kebaikan dan kebajikan dalam Ramadhan.

Peyebab ketiga, penyebab kegagalan adalah mereka berpuasa secara lahir minus batin. Mereka yang berpuasa secara lahir, seperti menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan badan, sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, tanpa melihat tuntunan puasa yang lain, akan menjadi orang yang gagal dalam Ramadhan.

Mulut dan kemaluannya memang berpuasa dari hal-hal yang membatalkan puasa, namun mereka tidak mem-puasa-kan mulutnya dari berkata yang jorok, cabul, dan kotor, seperti menggunjing, mengumpat, menfitnah, dan berdusta. Puasa demikian adalah puasa yang tidak dipandang oleh Allah. “Barangsiapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan beramal kedustaan, maka Allah Subhanahu Wata’ala tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minuman.” (HR. Bukhari).

Penyebab keempat, berpuasa dengan penuh kemalasan dalam melakukan amal shalih. Mereka merasa bahwa puasa itu membuat tubuh menjadi lemah dan payah. Mereka mencukupkan diri dengan menahan diri dari makan dan minum.

Karenanya ia bermalas-malasan dalam melakukan kegiatan-kegiatan baik lainnya seperti tadarrus, sedekah, iktikaf, tarawih. Bahkan bagi mereka, puasa sekadar perpindahan jam makan. Sehingga kala berbuka puasa, ia jadikan sebagai ajang balas dendam dengan berpestapora dalam melahap makanan dan minuman.

Itulah empat penyebab mengapa mereka gagal dalam puasa Ramadhan. Solusinya, tidak lain, kita harus menyiapkan diri untuk ikhlas dalam beribadah karena Allah, istiqamah mencari ilmu, menggabungkan puasa secara lahir dan batin, dan menumbuhkan semangat dalam meraih pundi pahala-pahala serta ampunan Allah Subhanahu Wata’ala. Marhaban Ya Ramadhan. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1436 H.*

Pengasuh Majlis Taklim Ratibul Haddad, Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalgagalibadahilmupengampunanPuasaRamadhanRamadhan 1436 H
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemeran Film KH Ahmad Dahlan Masuk Kristen, Idris Sardi Pernah Kecewa
Tulisan selanjutnya Kehinaan Bagi Pelaku Maksiat di Bulan Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?