Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Merenungi Berpuluh Tahun Puasa Ramadhan Kita

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Juli 2015 05:51 5:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juli 2015 05:39
Bagikan
Bagikan

DI PENGHUJUNG Ramadhan ini, mari sejenak kita merenung. Kita tentu telah berpuasa Ramadhan dari tahun ke tahun.

Mungkin diantara kita ada yang telah menjalaninya berpuluh tahun sejak baligh. Pertanyaannya kemudian, sudah di level apa nilai takwa yang telah kita peroleh.

Pertanyaan tersebut menjadi penting diajukan agar kita dapat menjawab secara jujur dengan harapan Ramadhan kita tahun ini menjadi lebih berkualitas dari tahun sebelumnya.

Sebagaimana diserukan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183, pelaksana ibadah puasa di bulan Ramadhan harus dilakukan oleh orang-orang beriman. Namun, dalam kajian fiqih, berbeda. Perintah berpuasa wajib jika sudah baligh, sehat, mukim dan beragama Islam siapa pun.

Maka, tidak jarang kita temukan orang berpuasa akan tetapi tidak memberi bekas yang berarti setelah menjalankan ibadah puasa. Perbedaaan mendasar perlakuaan seseorang terhadap Ramadhan sangat ditentukan oleh kualitas ilmu dan imannya.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Semakin baik kualitas iman Islam seseorang, maka sejatinya akan semakin baik pula perlakukannya terhadap bulan Suci Ramadhan. Dalam hal ini Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, membagi tiga tingkatan orang berpuasa.

Pertama, puasa orang awam. Tingkatan pertama ini adalah level puasa kebanyakan orang lakukan.

Kedua, puasa orang khusus. Ini adalah tingkatan orang yang berpuasa karena memang rindu akan pertemuan dengan Allah.

Dan, ketiga, level puasa orang-orang khusus. Tingkatan terakhir ini adalah tingkatan orang bilkhusus yakni puasanya para wali dan nabi-nabi Allah.

Adapun janji Allah terhadap orang yang berpuasa adalah akan memperoleh takwa. Di mana takwa yang dimaksudkan adalah sebuah predikat yang menunjukkan kemuliaan seseorang sebagaimana pengertiannya yang tertuang dalam al-Qur’an surah Al-Hujurat ayat 13:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antarakamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagiMahaMengenal.”

Syaikh Assa’di Rahimahullah berkata:

“Allah menjadikan kalian berbeda bangsa dan suku (ada yang Arab dan ada yang non Arab) supaya kalian saling mengenal dan mengetahui nasab satu dan lainnya. Namun kemuliaan diukur dari takwa. Itulah yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah, yang rajin melakukan ketaatan dan menjauhi maksiat.

Standar kemuliaan (di sisi Allah) bukan dilihat dari ke kerabatan dan kaum, bukan pula dilihat dari sisi nasab yang mulia. Allah pun Maha Mengetahui danMahaMengenal. Allah benar-benartahu siapa yang bertakwa secara lahir dan batin, atau yang bertakwa secara lahiriyahsaja, namun tidaksecarabatin. Allah pun akanmembalasnyasesuairealita yang ada.” (Taisir Al Karimir Rahman, 802)

Maka, predikat kemuliaan inilah yang bakal digapai bagi orang-orang yang berpuasa dengan berusaha menjaganya dari sifat riya’, pekerjaan sisa-sia, gibah, dusta, dan maksiat lainnya. Serta menguatkan puasannya dengan qiyamurramadhan (tarawih).

Sesunggugnya perintah puasa tidaklah berdiri sendiri tapi mesti dibarengi dengan munajat kepada Allah di malam hari, di awal malam, di tengah malam atau pun di penghujung malam.

Lalu dia menghidupkan Qira’atul Qur’an, karena awal mula turunnya Al-Qur’an adalah di bulan Ramadhan, maka mestinya di Ramadhan kali ini pun akan nuzul dalam jiwa kita bila cara “membacanya” benar.

Kemudian pelaku puasa hendaknya membayar zakat dan berinfaq. Keduanya adalah wajib, maka dengan menunaikan di bulan Ramadhan maka akan memudahkan meraih takwa karena di dalamnya banyak keberkahan, pahala yang berlipat ganda dan doa para mustahiq.

Dan, tidak meninggalkan ibadah I’tikaf, dilakukan di supuluh hari terakhir dengan menetap di dalam masjid untuk dzikir, doa dan tafakkur kepada Allah Ta’ala. Kata Nabi, di sepuluh terakhir Ramadhan ada satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan yakni malam lailatul qadr.

Jika dianalogikan, orang berpuasa itu adalah input dan seluruh rangkaian ibadah Ramadhan adalah process serta takwa adalah output-nya, maka dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai output yang baik sangat ditentukan oleh input dan proses yang baik pula.

Maka, menjadi hal yang sangat mendasar bahkan prasyarat utama adanya kualitas iman bagi shoimin. Selanjutnya memproses diri dengan menjalankan semua bentuk ibadah dengan ketat dan penuh semangat yang akan men-sibgoh dirinya selama Ramadhan.

Dengan demikian, output sebagai efek dari iman dan jihad (baca: mujahadah) akan tercapai dengan sendirinya. Allahu ‘alam.*/ WAHYU RAHMAN, penulis adalah Direktur LAZNAS BMH Pusat.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:1436Hikmah PuasaInspirasi RamadhanMerenungi Berpuluh Tahun Puasa Ramadhan KitaMutiara RamadhanRenunganTujuan Puasa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Begini Cara Mengatasi Ujub
Tulisan selanjutnya Pemerintah Gelar Sidang Isbat 16 Juli Mendatang untuk Tetapkan 1 Syawal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?