Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

PKS Kembali ke Khittah? [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 September 2015 14:18 2:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 September 2015 14:17
Bagikan
Yang menyayat hati para kader, tidak sedikit mereka yang berjuang membesarkan PKS tereleminasi karena tak punya uang
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

Oleh: Ilham Kadir

Habib Salim Segaf Al-Jufri tampil memperkenalkan struktur kepengurusan baru DPP PKS, yang ternyata telah melakukan perombakan besar-besaran hanya dengan mengedepankan adab musyawarah, tidak terdengar hiruk-pikuk sama sekali sebagaimana yang selalu menimpa partai manapun di Indonesia. Tentu, ini adalah contoh bagus bagi partai lainnya, bahwa suksesi kepemimpinan dan kepengurusan partai cukup dengan wadah musyawarah.

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Syura yang diduduki oleh Salim Segaf Al-Jufri menekankan bahwa PKS kini ingin kembali pada niat awal berdirinya, karena itu, bermaksud mengundang seluruh ormas Islam untuk mendengarkan masukan, apa yang harus dibenahi dari partai ini, dan apa yang harus diperbuat demi umat. “Alhamdulillah PKS beberapa hari lalu, telah malakukan pergantian dewan syura, juga pengurus harian DPP dengan cara musyawarah. Partai ini, kita inginkan menjadi milik umat Islam dan agar diridhai Allah. Untuk apa kita melakukan sesuatu yang ujung-ujungnya tidak mendapat ridha dari Allah.” Ujar sang Habib.

Beliau menginginkan agar umat Islam mendukung langkah-langkah PKS ke depan jika memang sesuai dengan keinginan umat dan menegur manakala menyimpang dari tujuannya sebagai partai dakwah. Menurutnya, hanya dengan mengedepankan kebersamaan umat ini akan kuat dan solid. Jika bercerai-berai makan tidak akan menjadi kuat.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Bahkan mantan Mensos ini menegaskan, Sekuat-kuatnya kita kalau sendiri pasti lemah. Coba kita lihat di dunia ini, umat Islam mengalami masa-masa krisis. Di Timur Tengah saja, khususnya di Suriah, puluhan ribu pengungsi tertatih-tatih akibat konflik yang berkepanjangan, dan tidak adanya persatuan di antara mereka.

Ia melanjutkan bahwa di negeri kita pun demikian, Coba kita liat, apa yang bisa kita buat. Dulu kita adalah negara dengan pemimpin otoriter, sekarang, di masa demokrasi dengan plus minusnya. Semesitnya, suasana demokratis ini, yang menjadi pemimpin adalah kalangan mayoritas, yaitu muslim. Zaman ini adalah one man one vote. Tapi sayangnya, perpecahan internal umat menjadikan kita semakin lemah.

“Bahkan banyak daerah yang pemimpinnya non-muslim, termasuk Ibu Kota Jakarta yang dihuni oleh mayoritas umat Islam, begitu pula di daerah lain seperti Kalimantan. Karena itu, para tokoh yang memiliki jamaah, harus terjun dan bersatu. Kekuatan kita adalah kebersamaan,” paparnya dengan nada datar dan tenang.

Kelihatannya, PKS kini benar-benar berusaha kembali ke khittah, sebab melihat struktur kepengurusanna, kader-kader dan konseptor selama ini yang memiliki peranan besar dalam membesarkan PKS sekaligus menjadi bagian dari masalah tidak terlihat lagi duduk di posisi sentral dan strategis. Dewan Syura, yang selalu dipimpin Hilmi Awaluddin sudah tak terlihat, begitu pula Tifatul Sembiring, Mahfud Shiddig, hingga Fahri Hamzah. Posisi strategis semua diisi dengan orang-orang yang terkenal sederhana, berilmu, namun rendah hati. Sebutlah Sohibul Imam sebagai Presiden Partai, Hidayat Nurwahid sebagai Wakil Ketua Majelis Syura, hingga Untung Wahono sebagai Sekertaris Majelis Syura.

Karena itu, dalam Musyawarah Nasional PKS ke-4 di Depok (14-15/9) kemarin harus menjadi momentum untuk membuktikan slogannya sebagai partai Bersih, Peduli, Profesional. Semoga!*

Anggota MIUMI, Kandidat Doktor Pendidikan Islam UIKA Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anis Mattadakwahkhittahmaharpartai IslamPKSsyahwat politik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Komisi VIII: Perkawinan Sesama Jenis Bertentangan dengan UU Perkawinan
Tulisan selanjutnya Pemerintah Diminta Tak Biarkan Kasus Perkawinan Sesama Jenis yang Terjadi di Bali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?