Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Mencari Pemuda Berani Sumpah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 November 2015 15:52 3:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 November 2015 15:52
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

oleh: Eka Sugeng Ariadi

TANGGAL 28 Oktober 2015, negeri ini dimuliakan dan memuliakan para pemuda-pemudinya. Karena sumpahnya yang melegendaris itulah, generasi muda bahu-membahu mengangkat senjata mengusir penjajah.

Konon, kabarnya Presiden Soekarno pernah mengatakan, ”Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia.”

Dalam kajian pragmatik, ungkapan yang tersampaikan pasti berkaitan dengan konteks yang melingkupinya. Maka pernyataan Bung Karno menunjukkan garansi seorang pemimpin atas generasi mudanya.

Kolaborasi generasi muda dan tua yang serasi dan selaras, tidak saling ‘sikut-menyikut’ berebut kekuasaan, menjadi kunci sukses tinta emas perjuangan di negeri ini. Tak heran, sumpah mereka benar-benar membakar semangat juang generasi muda dari Sabang hingga Merauke, merdeka dan berdaulat bebas dari intervensi dan kolonialisasi di segala bidang.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Lalu, bagaimana profil pemuda-pemudi di negeri ini sekarang? Bila melihat dinamika pola pikirnya dan pola sikapnya, mungkin orasi Sang Presiden berubah jadi, “Berikan aku 10 pemuda, niscaya aku jadikan boyband.”

Berita terkini dari berbagai media, penulis merasa prihatin dengan semakin banyaknya mahasiswa-wi terbaik tewas mengenaskan di tempat-tempat diskotik, berita ini dikuatkan dengan fakta bahwa semakin hari semakin tinggi animo untuk datang ke konser-konser musik/dunia hiburan daripada hadir dalam forum-forum ilmiah. Tak heran, berdasarkan Human Develoment Index (HDI) yang dikeluarkan oleh UNDP, Indonesia hanya menduduki urutan ke-121 dari 185 negara, jauh dibawah negara-negara tetangganya sendiri.

Untunglah, masih ada pemimpin daerah yang berani mengambil tindakan tegas akan menutup tempat-tempat hiburan malam/diskotik, meski akhirnya pemimpin tersebut di-bully habis-habisan oleh pecinta hiburan malam. Ya, memang sunnahtullahnya memperbaiki ‘kerusakan’ lebih berat daripada membuat ‘kerusakan’.

Carilah Pemuda Berani Sumpah

Rindu sekali kita dengan orasi Bung Karno pada paragraf pertama di atas, rindu kita menyaksikan barisan pemuda pejuang, pemuda luar biasa. Adakah diantara para pemuda-pemudi saat ini menyadari potensi dan peran strategisnya bagi masyarakat, bangsa dan negara bahkan dunia?

Adakah para pemimpin (yang notabene mayoritas dari generasi tua) saat ini menyadari bahwa teladan mereka sangat dirindukan dan dibutuhkan?

Untuk menjawabnya, penulis mengajak pembaca menjadikan nilai-nilai religi sebagai referensi dan spirit untuk menyiapkan pemuda-pemudi berani sumpah. Bukan sekedar sumpah untuk seremonial upacara atau peringatan atau konser-konser hiburan dari kaum muda tapi sumpah yang terkristalisasi dalam hati hingga menjadi karakter anak muda idaman.

Wahai pemuda, ketahuilah begitu penting arti dirimu di mata Allah Swt, hingga peranmu terabadikan dalam Al Qur’an. Salah satunya dalam QS. Al Anbiyaa’ ayat 60, yang menceritakan heroiknya seorang pemuda bernama Ibrahim yang menghancurkan berhala-berhala dan menentang kemusyrikam yang merajalela di masyarakatnya. Ditambah lagi penjelasan Ibnu Abbas r.a. tatkala menjelaskan ayat di atas sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir III/183, beliau berkata, ”Tak ada seorang Nabi pun yang diutus Allah, melainkan ia dipilih dikalangan pemuda. Begitu pula tidak seorang ‘alim yang diberi ilmu, melainkan ia dari kalangan pemuda.”

Artinya begitu penting peran pemuda dan masa-masa mudanya, hingga Allah Swt pun memilihkan ‘jabatan’ yang penting serta mulia bagi mereka. Tentunya yang terpilih pasti salah satu diantara mereka yang berani bersumpah. Bersumpah untuk bersungguh-sungguh akan rajin belajar, kerja keras penuh integritas, dan tentu semua usaha bermuara untuk kesuksesan kualitas ibadahnya.

Contoh lain sebagaimana diceritakan oleh Muhammad bin Ja’far, ketika suatu hari datang rombongan Nasrani Najran menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassallam. “Ya Abalqasim,” kata utusan itu, “Datangkanlah utusanmu ke negeri kami untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang kami hadapi. Kami betul-betul ridha dan yakin terhadap kaum muslimin.” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassallam menyanggupinya dan menjanjikan kepada mereka seraya berkata, “Esok hari aku akan mengutus bersama kalian seorang yang benar-benar terpercaya, benar-benar terpercaya, benar-benar terpercaya.”

Rasululah Shalallahu ‘alaihi Wassallam menyebut benar-benar terpercaya sampai diulanginya tiga kali. Rasul Shalallahu ‘alaihi Wassallam kemudian mencari seseorang, sehingga beliau melihat Abu Ubaidah dan berkata, “Wahai Abu Ubaidah, pergilah engkau bersama-sama dengan penduduk Najran. Jalankan hukum-hukum dengan penuh kebenaran terhadap segala apa yang mereka perselisihkan.”

Siapakah Abu Ubaidah bin Jarrah? Dia adalah sosok pemuda fisik tubuhnya tinggi, kurus tapi bersih, tampak disana tersimpan sifat-sifat mulia yang tidak dimiliki orang lain. Jujur, tawadu’, dan pemalu adalah sifar yang paling menonjol dari Abu ‘Ubaidah bin Jarrah r.a. Kristalisasi ‘sumpah’nya untuk menjadi pemuda terbaik sesuai tuntunan agama menjadikannya sebagai pemuda pilihan. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassallam pernah bersabda yang maksudnya, “Setiap umat mempunyai sumber kepercayaan, sumber kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin Jarrah.” Itulah penghargaan yang diterima oleh seorang pemuda Abu Ubaidah dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassallam.

Saat ini telah banyak sudah pemuda-pemuda berkolaborasi dengan yang tua hendak menjadi pemimpin dan calon pemimpin di negeri ini. Ada yang berjuang di dalam parlemen ada yang di luar parlemen/di jalanan, ada yang murni karena berjuang untuk reformasi ada pula yang ditunggangi.

Apapun kondisi dan situasinya, siapapun orang tua yang ada di depan-di belakang dan di samping mereka, semoga mereka tetap berani bersumpah, bersumpah bersungguh-sungguh mencari ilmu, bersumpah berkerja keras dalam amanahnya, berdedikasi tinggi terhadap agama dan bangsa negaranya sebagai seorang pemuda Nusantara.*

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Pemudasumpahsumpah pemuda
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kunjungi Hidayatullah Depok, Gubernur Jawa Barat Imami Shalat
Tulisan selanjutnya Tiga Pilar Raih Kebahagiaan Hakiki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?