Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Menjadi Wanita, Mudah atau Susah?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Februari 2016 08:21 8:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Februari 2016 07:30
Bagikan
[Ilustrasi] Islam sangat memuliakan wanita.
Bagikan

Oleh: Sabil

 

“JADI perempuan itu nggak gampang,” protes seorang wanita dalam sebuah iklan pembalut di televisi.

Dari iklan tersebut, wanita itu ingin menyampaikan pesan bahwa menjadi seorang wanita itu tidak mudah. Apalagi jika “datang bulan” lalu pembalutnya tembus. Pesan wanita itu ada betulnya, tapi tidak sepenuhnya benar.

Memang menjadi seorang wanita tidak mudah. Di samping ia adalah makluk yang lemah, juga mempunyai tugas yang berat dan tidak bisa dilakukan oleh kaum lelaki. Misalkan, mengandung anak selama sembilan bulan dan membawanya di dalam perut yang berat dalam waktu lama.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Kemudian ia juga melahirkan, merasakan sakit yang tiada tara, mempertaruhkan nyawanya. Lalu lahirlah bayi, kemudian ia menyusui dan menyapihnya. Tak sampai di situ, ia juga harus mendidik anak tersebut, sebab ini menjadi tugas utama ibu.

Begitu juga dengan ibadah. Dalam beberapa ibadah perempuan ‘tertinggal’ dari laki-laki. Jika “datang bulan” atau nifas maka ia tidak boleh shalat dan berpuasa. Ia juga dilarang memasuki masjid dan memegang al-Qur’an.

Dalam hal pembagian warisan pun perempuan mendapat setengah dari bagian laki-laki. Sementara aurat wanita lebih susah dijaga dibanding lelaki karena banyak yang harus ditutupi.

Ibu, Lalu Bapak

Sementara itu, muncul kelompok feminim yang ceritanya memperjuangkan nasib kaum wanita. Alih-alih mendapatkan hak yang diperjuangkan; kesetaraan dan kemerdekaan. Malahan mereka semakin jatuh ke dalam jurang kehancuran.

Bahkan dari perjuangan untuk menyetarakan gender ini bisa melahirkan bibit kerusakan moral maupun kelainan seksual. Misalkan, perempuan suka sama perempuan.

Dikutip dari hidayatullah.com (11/02/2016), menukil perkataan penulis novel Gola A Gong, bahwa meningkatnya kasus lesbian, homoseksual, biseksual, dan transgender (LGBT) di antaranya akibat pemahaman kesetaraan gender yang salah.

Allah Subhanahu Ta’ala telah menciptakan makhluk-Nya dengan sangat detail dan sempurna.

Allah berfirman dalam surat At-Tin ayat 4, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Pasti terkandung hikmah yang besar di balik penciptaan laki-laki dan wanita.

Islam sangat memuliakan wanita, posisinya sangat agung dalam agama ini. Wanita atau ibu didahulukan dan disebut sebanyak tiga kali, ketika seorang anak ingin berbuat baik kepada orang tuanya.

Diriwayatkan, Abu Hurairah Radiyallahu‘anhu berkata, “Datang seseorang kepada Rasulullah lalu bertanya, ‘wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak untuk saya berbuat baik padanya?’

Rasulullah menjawab: Ibumu,

Dia bertanya lagi: lalu siapa?

Rasulullah menjawab: Ibumu,

Dia bertanya lagi: lalu siapa?

Rasulullah kembali menjawab: Ibumu,

Lalu dia bertanya lagi: lalu siapa?

Rasulullah menjawab: Bapakmu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Mudah, Kok!

Syariat Islam memerintahkan para suami untuk berbuat baik kepada istrinya. Menghargainya, menghormatinya, tidak menyakitinya, bersabar atas segala kekurangannya, memberikan nafkah, dan lain sebagainya.

Semua itu merupakan bagian dari perintah Allah, “Dan pergaulilah mereka (para istri) dengan cara yang baik.” (An-Nisaa: 19)

Dari Abu Hurairah RA berkata: “Rasulullah bersabda: ‘orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, sebaik-baik kalian yang paling baik terhadap istrinya’.” (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi)

Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Orang yang berusaha membantu para janda dan orang miskin maka dia berada di jalan Allah atau seperti orang yang shalat malam dan puasa sepanjang hari.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sebenarnya, berdasarkan pengalaman yang dirasakan istri penulis, menjadi wanita itu gampang dan tidak susah. Tidak sesulit dan seberat yang dipikirkan kaum feminis, kapitalis, dan liberalis.

Sebab, cukup dengan mematuhi garis yang dibuat oleh Sang Pencipta wanita, yaitu Allah Subhanahu Wata’ala, maka semua akan menjadi mudah dan berakhir bahagia. Dunia dan akhirat. Insya Allah! Wallahu a’lam.*

Penulis adalah kepala rumah tangga, tinggal di Makassar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aurat Wanitagaya hidupKeluarga IslamiMuslimahwanita shaleh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudahkah Bermohon Rahmat-Nya?
Tulisan selanjutnya Jurnalisme Takwa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?