Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

KBRI Dorong Hidayatullah Datangkan Usahawan Indonesia ke Sudan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Maret 2016 18:15 6:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Maret 2016 16:32
Bagikan
Rombongan DPP Hidayatullah yang dipimpin Ketua Umum Ust. Nashirul Haq (tengah), saat diterima oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI di Khartoum Djumara Supriyadi (berjas) dan Kepala Bagian Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Khartoum Erwin Siddiq Usman (paling kanan).
Bagikan

Hidayatullah.com– Belajar dari negeri lain yang pernah diembargo seperti Myanmar, disarankan, justru saat Sudan masih diembargo inilah berbagai investasi usaha sebaiknya ditanamkan. Orang bisnis mancanegara masih jarang melirik. Kelak begitu embargo dicabut, para pendatang awal sudah akan menjadi market leader.

Demikian disarankan oleh Djumara Supriyadi, Sekretaris Kedua sekaligus KUAI (Kuasa Usaha Ad Interim) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Khartoum, ibukota Republik Sudan, kepada rombongan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah yang datang berkunjung awal Maret 2016 lalu.

Saran Jumara itu menjawab pertanyaan Asih Subagyo, Kepala Bidang Ekonomi DPP Hidayatullah, tentang iklim usaha Sudan yang bisa jadi peluang bagi para usahawan Indonesia.

“Perkebunan dan peternakan di sepanjang sungai Nil itu peluang yang baik,” jelas Djumara. Menurutnya, tidak seperti di Mesir, pemerintah Sudan sangat mendukung rakyatnya yang mau berladang dan beternak di bantaran sungai Nil, baik Nil Putih maupun Nil Biru.

Belum diindustrikan saja peternakan di Sudan sudah luar biasa. Erwin Siddiq Usman, Kepala Bagian Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Khartoum, menambahkan keterangan, bahwa jumlah hewan ternak di Sudan tiga kali lipat jumlah manusianya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut sensus 2014, penduduk Sudan berjumlah 40.235.000 jiwa. Dengan tanah seluas 1,8 juta kilometer per segi (hanya 100-an ribu kilometer per segi lebih kecil dari Indonesia), lahan ternak dan ladang Sudan memang masif.

“Makanya harga daging sapi dan kambing di sini selalu sangat murah. Lebih murah dari daging ayam,” tukas Djumara dikutip laman hidayatullah.or.id.  [Baca: Hidayatullah Jalin Kerja Sama dengan Universitas Al-Quran Al-Karim di Sudan]

Menurut pantauan pihaknya, musim haji adalah musim panen bagi peternakan Sudan. Sudan pemasok utama kebutuhan sapi dan kambing ke Saudi untuk keperluan qurban dan dam jamaah haji sedunia yang tahun 2015 dilaporkan berjumlah lebih dari 2 juta orang.

Selain perternakan, Djumara juga mendorong usahawan manufaktur Indonesia memasok barang-barang ke Sudan. Di ruang tamu KBRI ada lemari khusus berisi display barang-barang produksi Indonesia.

“Mulai saja dengan barang-barang yang harganya murah dan jadi kebutuhan sehari-hari seperti batere, kertas, buku tulis, tekstil, sepatu,” kata Djumara.

Asih Subagyo antusias menyimak berbagai penjelasan pihak KBRI dan menyatakan bertekad menindaklanjuti bersama kawan-kawan pengusahanya di tanah air.

Pengusaha bidang teknologi informasi ini terkesan dengan langkah perusahaan minyak negara Malaysia Petronas yang berani melakukan berbagai inovasi usaha di Sudan yang sudah 20 tahunan diembargo.

“Negara ini diembargo tapi nilai mata uangnya terhadap dollar lebih baik dari Rupiah Indonesia,” tukas Bagyo. Saat rombongan DPP Hidayatullah berada di Sudan nilai tukar Dollar Amerika terhadap Pounds Sudan adalah 1 berbanding 650 di bandara, dan 1.180 di pasar gelap.

Selain itu Bagyo juga terkesan dengan Republik Sudan yang meski dalam keadaan diembargo, mampu dan berkenan memberikan beasiswa kepada ribuan mahasiswa asing.

Embargo internasional atas Sudan dipelopori oleh Amerika Serikat dan diberlakukan secara resmi sejak tahun 1997.

Menurut Erwin Siddiq Usman, jumlah mahasiwa Indonesia yang sebagian besar belajar gratis di Sudan saja tak kurang dari 650 orang. “Sedangkan jumlah mahasiswa Sudan yang diberi beasiswa oleh Indonesia hampir tidak ada,” jelasnya sambil mengatakan, pihaknya cukup merasa malu dengan keadaan ini.

Di bidang perdagangan bilateral, Indonesia surplus USD 76 juta per tahun, Sudan hampir nol.

Karena itu, Djumara mengharapkan, selain meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia ke Sudan, Hidayatullah didorong mendatangkan para usahawan untuk berniaga di negeri ini.

Rombongan DPP Hidayatullah ke Sudan dipimpin oleh Ketua Umum Ust. Nashirul Haq bermaksud menjalin kerja sama di bidang keilmuan, pendidikan, kemanusiaan, dan ekonomi dengan berbagai pihak di Sudan.

Atas nama KBRI Khartoum, Djumara Supriyadi menyambut baik kunjungan DPP Hidayatullah, sekaligus memintakan maaf karena Duta Besar RI Burhanuddin Badruzzaman berhalangan menyambut, karena sedang mendampingi Presiden Sudan Omar Al-Basyir menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Istimewa negara-negara Organisasi Konferensi Islam di Jakarta.

Semoga Allah perbaiki, sejahterakan, dan kekalkan persaudaraan Indonesia dan Sudan di Jalan Allah.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomi IslamHidayatullahKBRI di SudanSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kampanye LGBT dan Serbuan Film Barat
Tulisan selanjutnya Al Azhar, “Surga” Penuntut Ilmu Hadits

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?