Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Menjaga Sikap Belas Kasih

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Maret 2016 10:46 10:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Maret 2016 10:46
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

BELAS kasih adalah perasaan halus dalam hati yang mendorong manusia melakukan amalan utama, memberi maaf, dan berlaku baik.

Belas kasih termasuk budi pekerti mulia yang mesti diamalkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena dengan belas kasih itu menyebabkan kita dikasihi oleh makhluk yang ada di langit. Sifat belas kasih ini tidak hanya berlaku untuk manusia saja, tetapi juga mencakup binatang karena menyakiti binatang bukan termasuk sikap orang mukmin.

Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda:

“Kasihanilah orang-orang yang ada di bumi, supaya kamu dikasihi oleh orang-orang yang di langit (para Malaikat).” (HR Thabrani)

Belas kasih atau kasih sayang terhadap sesama makhluk menjadi ciri khas manusia berakal. Kebalikan dari sifat belas kasih adalah ganas, tidak mengenal perikemanusiaan, dan sifat ini menjadi ciri khas binatang yang tidak berakal.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Sifat ganas yang mudah menyerang lawan itu adalah perbuatan hewan, maka kalau manusia yang mempunyai akal sempurna masih mencontoh perbuatan hewan, menerkam, menempeleng, menendang, meninju, marah-marah, menghina, maka sifat kemanusiaannya telah lepas dari jiwanya.

Tetapi sifat marah, menendang, meninju, dan lain-lain itu tidak boleh dihilangkan sama sekali karena sekali waktu manusia juga membutuhkan sifat itu. Dalam arti manusia boleh marah asal sesuai dengan situasi dan kondisi untuk mempertahankan diri agar tidak jatuh.

Suatu hal yang tidak boleh kita lupakan bahwa kasih sayang itu tidak boleh kita curahkan kepada orang-orang kafir, agar mereka sadar bahwa segala yang diperbuat itu adalah salah. Jadi terhadap orang kafir kita harus tegas, dan sikap tegas kepada mereka justru menunjukkan kasih sayang kita terhadap mereka. Bila perlu kita harus keras untuk membetulkan kesalahannya.

Dalam hal ini Allah berfirman:

“Muhammad itu Utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya adalah keras terhadap orang- orang kafir, tetapi belas kasih terhadap sesama mereka.” (Al-Fath: 29)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

“Yang bersikap merendahkan diri terhadap orang mukmin dan bersikap gagah terhadap orang kafir.” (Al-Maidah: 14)

Bahkan Rasulullah menjelaskan bahwa orang yang tidak punya rasa kasih sayang termasuk tidak sempurna imannya, sebagaimana sabdanya:

“Tidak sempurna iman kalian, sehingga kalian menyayangi. ‘Para sahabat berkata, ‘Ya Rasulullah, kami belas kasih.’ Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya belas kasih bukan saja belas kasih kepada salah seorang temannya, tetapi belas kasih yang bersifat menyeluruh.”

Yang dimaksud belas kasih tanpa memandang bulu. Orang yang berpangkat sama saja dengan orang yang tidak berpangkat, tidak ada bedanya antara yang kaya dengan yang miskin, bahkan kepada binatang.

Sikap belas kasih dapat mendekatkan diri kepada Allah dan sikap keras hati dapat menyebabkan jauh dari Allah. Karena demikian inilah mukmin senantiasa berusaha dengan sekuat tenaga memiliki sifat belas kasih dan selalu menjaga sikap dari keras hati, karena keras hati itu sumber daripada penyakit.

Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya sejauh-jauh manusia dengan Allah Ta’ala ialah orang yang keras hati.” (HR. Turmudzi).*/Ibnu Athoillah Asukandari, dari bukunya Pembersihan Jiwa untuk Melihat Allah dengan Mata Hati.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ikatan Teman dan Bersahabat karena Iman
Tulisan selanjutnya Ketua MUI: Kunjungan Wartawan Indonesia ke Israel Merugikan Umat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma

Terbaru

  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?