Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Penjajah Israel Seenaknya Jadikan Rumah Penduduk Palestina Jadi Pos Militer

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 April 2016 09:13 9:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 April 2016 09:13
Bagikan
Tentara penjajah Israel seenaknya menaiki rumah warga Paletina, memasang bendera dan menjadikannya pos militer
Bagikan

Hidayatullah.com–Pasukan penjajah Israel di Tepi Barat telah menggunakan setidaknya tiga rumah keluarga Palestina sebagai tempat pos militer dalam beberapa bulan terakhir.

Pada 18 April, sekitar pukul setengah 12 malam, selusin tentara Israel mengelilingi sebuah rumah di al-Lubban al-Sharqiya, desa yang bertempat sekitar 13 mil selatan Nablus.

Menurut kesaksian yang diberikan oleh keluarga Draghmeh kepada organisasi HAM Al-Haq sebagaimana dikutip middleeastmonitor.com Senin (25/04/2016) para tentara itu memanjat bagian atas rumah tanpa memberi penjelasan mengapa mereka berada di sana.

Para tentara tersebut meneruskan untuk membuat tenda di atas atap, sekaligus memasang bendera Israel, dan mengubah atap tersebut menjadi pos militer.

Dilaporkan seorang anggota keluarga rumah tersebut,  mereka (tentara Israel) sedang berada dalam misi militer, dan mengaku akan pergi setelah misinya selesai.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Para tentara penjajah tersebut tinggal selama tiga hari, berangkat pada tanggal 21 April. Namun tak ada jaminan mereka tidak akan kembali, sebagaimana ditunjukkan oleh kasus-kasus lainnya selama ini.

Pada tanggal 23 Maret lalu, sebagaimana dicatat oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, pasukan Israel juga mengambil alih rumah keluarga Abu Shamleh di desa Ya’bad dekat Jenin, dan “mengubahnya menjadi titik observasi militer.”

Beberapa sumber Palestina mengatakan invasi terhadap properti tersebut berlangsung sengit, termasuk penggunaan bom suara oleh tentara-tentara tersebut.

Pasukan Israel telah berulang kali merampas rumah Abu Shamleh untuk digunakan sebagai pos militer selama lebih dari empat bulan (lihat laporan berita tanggal 20 Desember oleh WAFA), menyebabkan kerusakan properti dan mengintimidasi tiga keluarga yang tinggal di sana, termasuk 19 anak-anak.

Menurut sumber setempat, pemerintah Israel telah meminta Yahya Abu Shamleh untuk memasang lampu sorot di sekitar rumahnya, atas dasar bahwa beberapa orang Palestina diduga melempar batu ke arah kendaraan pemukim dari daerah tersebut.

Tentara penjajah bahkan mengancamnya akan menghancurkan tempat penampungan hewannya jika ia gagal untuk memasang lampu-lampu tersebut.

Terakhir kali tentara itu berada di rumah pada tanggal 15 April, kata Abu Shamleh. Ketika tentara menempati rumahnya, mereka datang setelah sholat maghrib, dan mencegah keluarga tersebut keluar masuk rumah.

Contoh ketiga di mana pasukan Israel mengambil alih sejumlah rumah warga sipil untuk kegiatan militer berasal dari Hebron di mana, pada bulan Desember, tentara mendirikan markas di dalam sebuah rumah, melarang penghuninya untuk naik ke dua lantai atas.

Faktor umum dalam kasus-kasus tersebut di atas adalah dekatnya pemukiman illegal Yahudi tinggal di wilayah penduduk asli, yakni masyarakat Palestina.

Daerah di sekitar Ya’bad, misalnya, memiliki lima koloni ilegal. Oktober lalu, seorang anak Palestina berusia 14 tahun itu diserang oleh para pemukim saat ia sedang memetik zaitun di kebun keluarganya di Ya’bad; menurut laporan berita, para pemukim tersebut datang dari dekat Mevo Dotan.

Sementara itu Al-Lubban al-Sharqiya, juga terkena imbasnya oleh kehadiran pemukim Israel, baik dalam hal perampasan tanah, pembatasan akses ke sumber air, atau serangan kekerasan. Ada tiga koloni di sekitar desa tersebut: Ma’ale Levona, Eli, dan Givat Harel.

Insiden seperti ini – dimana pasukan penjajah Israel menggunakan rumah warga sipil Palestina sebagai pos-pos militer – kejadiannya sebagian besar tidak dilaporkan di pemberitaan media bahasa Inggris di wilayah tersebut.

Namun insiden tersebut adalah gejala dari penjajahan yang sedang berlangsung di mana dengan dalih tugas,  militer Israel justru melindungi lebih dari 200 pemukiman illegal bahkan memfasilitasi ekspansi mereka.*/Karina Chaffinch

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpalestinapenjajahpos militerrumahTepi BaratZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Melihat Tempat Perlindungan Bawah Tanah di Suriah
Tulisan selanjutnya Dan Para Ulama Pun Telah Pergi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?