Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Fenomena-fenomena Ini “Cuma di Indonesia”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 12 September 2021 16:17 4:17 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 26 Juli 2016 09:15
Bagikan
Screen shoot fenomena 'cuma di indonesia'.
Bagikan

Hidayatullah.com– Cuma di Indonesia macetnya parah separah-parahnya sampai-sampai disoroti media asing. Ini kata netizen, meramaikan ungkapan “cuma di Indonesia” yang sempat jadi trending topic Indonesia (TTI).

Di jagat twitter, dipantau hidayatullah.com, Selasa, 21 Syawal 1437 (26/07/2016) sekitar pukul 06.00 WIB, TTI “cuma di Indonesia” menjadi perhatian tersendiri bagi netizen.

Sejumlah kicauan menyoroti peristiwa kemacetan di kemacetan parah di Brebes, Jawa Tengah, pada arus mudik lebaran Idul Fitri 1437 H lalu. Kemacetan yang diwartakan mencapai 40 kilometer itu menelan puluhan korban jiwa.

“Sepertinya cuma di Indonesia kemacetan bisa jadi ladang pembantaian #NegaraAdaDimana,” tulis ‏@Hendarmin_een (08/07/2016).

Setidaknya 12 orang tewas akibat kemacetan panjang sekitar 3-5 Juli kemarin. Penyebab utama kemacetan ini adalah tersendatnya lalu lintas di pintu tol Brebes Timur, sering dijuluki Brexit (Brebes Exit).

Baca Juga

Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”

Istilah Brexit atau Britain Exit sebelumnya digunakan dalam referendum Uni Eropa di Inggris, yang hasilnya negara itu keluar dari organisasi Eropa tersebut.

Dalam kemacetan Brexit, bahan bakar minyak eceran jenis premium dihargai sekitar Rp 25 ribu-50 ribu per liternya. Meme tentang ini merebak di dunia sosial.

“Memang mengejutkan. Cuma di #Indonesia yang seperti ini. Selalu cari kesempatan di atas kesulitan orang lain,” sindir Indra Achmadi melalui akunnya @IndraAchmadi.

Sementara menurut @A_mahfud, “Sepertinya cuma di Indonesia macet kayak gini, evaluasi ya!” Netizen lain berpendapat kemacetan lebih parah pernah terjadi di negara lain.

Lalu lintas ke arah Tol Pejagan dan Brebes saat arus mudik 1437 H. [Foto: @TMCPoldaMetro]
Lalu lintas ke arah Tol Pejagan dan Brebes saat arus mudik 1437 H. [Foto: @TMCPoldaMetro]
Fenomena Lainnya

Selain tentang kemacetan Brexit, TTI “cuma di Indonesia” juga ramai membicarakan seputar fenomena lain di Nusantara. Kebanyakan hal-hal yang terlihat unik, menarik, langka, dan konyol, tapi memang sungguh terjadi.

Misalnya, masih seputar lalu lintas, @syams_sajdah (26/07/2016) menulis, “Cuma di Indonesia lampu kuning artinya cepet-cepet. Sebab mau merah,” tampaknya merujuk pada kebiasaan kebanyakan pengendara di Jakarta yang gemar menerobos lampu lalu lintas.

Sementara ‏@zuldadwi berkicau, “Cuma di Indonesia bayar fotocopy cuma Rp 500 tapi bayar parkirnya Rp 2.000.”

Lain lagi kata ‏@sabda_15 ini: “Cuma di Indonesia belanja bayar pake duit, kembaliannya pake permen.” Fenomena ini, lumrah diketahui, biasa terjadi di berbagai warung, minimarket, bahkan supermarket.

“Cuma di Indonesia lo bakal ketemu org yg jual uang terus harganya dinaikin mis pecahan 2000 sebanyak 10 lembr di jual 12rb puffttt,” kicau @Im_Nonny.

Sejumlah netizen juga menyoroti persoalan kabar maraknya imigran asing yang membanjiri Indonesia.

“Negara-negara di Eropa sangat kuatir dengan banyaknya imigran, di US (Amerika Serikat) juga. Tapi cuma di Indonesia pemimpinnya nggak ngeh sengaja masukin imigran dengan planga-plongo,” tulis @asetiaji (15/07/2016).

Masih banyak fenomena lain jadi tema kicauan, seperti ditulis Pesek Jeaf ‏@pesekjeaf: “Cuma di Indonesia takbiran dicampur sama lagu dangdut.”

Ada pula akun twitter menggunggah foto sebuah bus mengangkut lima unit sepeda motor dengan diikat di bodi belakangnya. “Cuma di Indonesia….” tulis @kembangkertas97 (21/07/2016).

Isu-isu lain yang diungkap netizen terkait TTI itu juga seputar ISIS, terorisme, keadilan sosial, penggusuran, kudeta Turki, pemerintahan, dan sebagainya.

Pantauan hidayatullah.com, hingga Selasa pukul 08.48 WIB, “Cuma di Indonesia” di daftar TTI sudah tak terlihat lagi.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Brebes TimurBrexit MacetBudayaCuma di Indonesiafenomenajalan tollalu lintaslangkamedia sosialnetizentradisitwitterunik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Madzhab dan Ukhuwah
Tulisan selanjutnya Mahfud MD: Perda Bernuansa Syariah Sudah Ada dalam KUHP

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi

Berita
13 Oktober 2026 00:13
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Ragam

Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

28 Agustus 2025 11:00
buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?