Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Para Guru Dituntut Sabar dalam Mengajar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Agustus 2016 18:56 6:56 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juli 2016 05:00
Bagikan
Pelatihan metodologi bedah tajwid dan tahsin al-Qur'an di Kupang (25/07/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Senin sore (25/07/2016) bertempat di Gedung DPD RI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jl Polisi Militer No. 7, Kota Kupang, digelar pelatihan metodologi bedah tajwid dan tahsin al-Qur’an.

Hadir sebagai pemateri Rahmawati, S.Ud, M.A (instruktur tajwid dan tahsin nasional).

Ustadzah asal Sukabumi, Jawa Barat, ini menjelaskan, dalam mengajar tajwid, beberapa banyak hal harus diperhatikan oleh setiap guru.

Di antaranya, kata dia, dalam penyebutan huruf hijaiyah. Setiap membaca huruf harus diberi sifat dan hak dari masing-masing huruf.

“Kalau membaca al-Qur’an harus lantang suara. Pengetahuan tajwid itulah paling penting,” ujar Rahmawati yang menyampaikan materi penuh semangat.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Ia menambahkan, guru dituntut kesabaran dalam mengajar.

Kata dia, di antara guru ada yang tak bisa sabar dalam menghadapi 30-an murid, misalnya.

Ia pun mengungkap fenomena dalam dunia belajar-mengajar. Misalnya, ketika anak banyak bertanya, kadang guru mulai tidak sabar dengan banyaknya pertanyaan. Sering pula guru merasa bosan dalam menghadapinya. Sebaiknya tidak begitu.

Selain itu, ia berpesan agar guru tak mengoreksi murid dengan kata-kata kasar. Tetapi dengan kata-kata positif yang membangun gairah anak dalam membaca atau belajar.

Harapan bagi Guru

Kegiatan pelatihan itu dibuka oleh Senator NTT Syafrudin Atasoge.

Dalam sambutannya, ia berpesan, “Dari guru-guru (peserta pelatihan) ini, ke depan pengajar dituntut untuk mengajar sesuai dengan tuntutan dan buku panduan yang memadai.”

Ia pun berharap, masing-masing rayon di tiap kabupaten se-NTT ada guru-guru yang handal dan mahir dalam mengajarkan al-Qur’an.

Salah satu peserta, Faridah, mengaku baru pertama kali ikut kegiatan ini. “Serasa kayak mau ikut terus,” ujar pengajar di TPA  Masjid Al-Muhajirin Oebufu, Kupang ini.

“Pasalnya, pemateri sangat santun dan ramah dalam menyampaikan materi. Sarat dengan manfaat bagi guru TK dan TPA. Mudah-mudahan kami dapat mempraktikkan,” tambahnya.

Acara ini disponsori oleh DPD RI perwakilan NTT, DPD Hidayatullah Kota Kupang, Yayasan Ulil Amri, dan Mushida. Pihak penyelenggara kegiatan yaitu salah satu rumah al-Qur’an setempat.* Kiriman Abu Zain Zaidan, pegiat komunitas menulis PENA NTT

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:belajar al-Qur'anDPD RI NTTIslam di KupangkupangNTTPelatihanSyafrudin AtasogetahsinTajwid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengasuh Ponpes di Pamekasan: Tarian Erotis adalah Musibah
Tulisan selanjutnya LPPOM MUI Kembali Gelar Olimpiade Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Berita
12 Juli 2026 17:41
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?