Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Kesaksian Syeikh Ikrimah terkait 47 Tahun Pembakaran Masjid al Aqsha

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Agustus 2016 10:49 10:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Agustus 2016 10:49
Bagikan
Peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsha tahun 1969
Bagikan

Hidayatullah.com– Bertepatan dengan hari Ahas, 21 Agustus 2016, peringatan 47 tahun kejahatan Zionis membakar Masjid Al-Aqsha  di Palestina.

Pembakaran Masjid Al-Aqsa yang terjadi pada tanggal 21 Agustus 1969 menyebabkan mimbar kuno Shalahuddin Al-Ayyubi terbakar habis. Dinasti Bani Hasyim penguasa Kerajaan Yordania menggantinya dengan mimbar baru yang dikerjakan di Yordania. Kasus ini  juga mendorong berdirinya Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang saat ini beranggotakan 57 negara.

Laman Pusat Informasi Palestina (PIC), baru-baru ini mengeluarkan laporan khusus terkait  47 tahun Zionis melakukan serangkaian kejahatan terhadap Masjid milik umat Islam sedunia itu, terutama kejahatan berupa yahudisasi yang dilakukanya sejak mereka menjajah wilayah Al-Quds tahun 1967 yang lalu.

Di bawah ini adalah kesaksian Syeikh Ikrimah Shabri, Dr Ikrimah Shabari, ketua Majelis Tinggi Islam di kota Al-Quds ini.

“Saat itu aku masih menggunakan pakaian yang masih penuh dengan asap dan debu akibat kebakaran yang menimpa al-Aqsha. Aku tidak dapat melupakan saat-saat yang memilukan. Aku menjadi saksi bagaimana lidah api membakar Masjid Al-Aqsha 47 tahun silam,”  sebagaimana dikutip PIC.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Allah menakdikan saya termasuk salah satu dari jama’ah yang berupaya memadamkan kebakaran Masjid Al-Aqsha tahun 1969 lampau. Perlu saya sebutkan kebakaran tersebut pernah dan masih terjadi. Ini merupakan alarem bagi kaum muslimin bahwa Al-Aqsha masih dalam bahaya.

Sebagaimana yang lainya saya juga merasa terpukul dengan kejadian ini. Saya tinggal dekat dengan Masjid Al-Aqsha, saat saya mendengar suara adzan dan ketika berita kebakaran masjid ini menyebar. Beberapa saat kemudian ratusan orang bersegera menuju Al-Aqsha dengan membawa air dan tanah untuk memadamkan api dan dengan berbagai alat sederhana untuk memadamkan kebakaran. Sebagian yang lainya bertakbir dan bertahlil dan yang lainya hanya bisa menangis.

Saat Jemaah shalat selesai menunaikan shalat Shubuh dan dhuha di dalam Masjid Al-Aqsha. Mereka kembali ke rumahnya masing-masing. Namun sekitar jam 6:45 menit, Michael Denis Rohan kembali menyerang masjid, ditasnya berisi bahan-bahan peledak kemudian merak menuangkanya di sejumlah plosok masjid Kiblati, sesaat sebelum lidah api menghabisi mimbar masjid.

Sekitar jam 7 kami kembali ke Masjid Al-Aqsha, kemudian membentuk rantai manusia untuk memindahkan tanah dan air untum memadamkan air, selain untuk menjamin tidak terjadi lagi kebakaran. Ia menjelaskan, api menyala di bagian timur, atap kuno bagian lama yang terbuat dar kayu dan bamboo sudah menyala dengan cepat. Adapun bagian barat, atapnya terbuat dari semen.

Pihak tentara Zionis mulai membuat opini umum dengan mengatakan, kebakaran akibat aliran listrik. Sebelumnya bahkan mereka menahan datangnya mobil pemadam kebakaran dari sejumlah kota di Tepi Barat. Upaya pemadaman api dilakukan dengan tangan hingga jam 12 siang. Kemudian datanglah mobil pemadam kebakaran dan meneruskanya hingga jam 4 sore. Sejumlah mobil pemadam kebakaran datang dari berbagai kota seperti Al-Quds. Al-Birah, Ramallah, Bet Jala, Betlehem, Bet Sahur dan Hebron.

Syeikh Ikrimah Shabri
Syeikh Ikrimah Shabri

Kami sangat sedih dan dulu kami katakan Al-Aqsha dalam bahaya dan hari ini juga kami katakan, Al-Aqsha dalam kondisi sangat berbahaya!

Tanggung jawab ini semua adalah Zionis dan pemerintahanya. Pihak gereja mendukung kelompok radikalis Zionis. Mereka minta agar Al-Aqsha dihancurkan dan segera dibangun kuil dibawah reruntuhanya.

Pada saat ini wajib hukumnya bagi kaum muslimin dan Arab untuk bekerja melindungi Masjid Al-Aqsha.”

Ia juga menyerukan Negara-negara Arab dan Islam menyatukan upayanya terhadap Al-Aqsha. Pemerintah Zionis telah merancanakan dan mengatur semua penodaan ini, dengan keputusan resmi dari pemerintah.

Disebutkan, Israel berani menganggu Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds karena kondisi bangsa Arab dan regional membantunya untuk merealisasikan rencananya tersebut, baik secara langsung maupun tidak. Pasukan Zionis berusaha menguasai Al-Aqsha dengan menghalangi jamaah shalat dan para penjaganya memasuki masjid.

Shabri menegaskan, pentingnya mengikut sertakan warga Al-Quds dan wilayah jajahan dalam penjagaan masjid Al-Aqsha. Sementara dunia Arab dan Islam bertanggung jawab melindungi Al-Aqsha, bukan hanya bagi warga Al-.Quds.”*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:47 Tahun Pembakaran Masjid al AqshaisraelMasjidil AqshaSyeikh Ikrimah ShabriyahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Normalisasi Turki-Israel dan Dinamika Kawasan
Tulisan selanjutnya Bupati Yoyok: Shalat Berjamaah Tingkatkan Disiplin Pegawai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?