Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Kuttab, Peninggalan Peradaban Islam

Thoriq
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2016 10:10 10:10 am
Thoriq
Dipublikasikan 24 Agustus 2016 10:07
Bagikan
Bagikan

KUTTAB yang dalam bentuk pluralnya katatib, sebagaimana disebut Al Mu’jam Al Wajiz adalah tempat bagi anak-anak untuk menghafal Al Qur`an dan mempelajari baca-tulis.

Pada awalnya, ketika masjid tidak digunakan untuk anak-anak belajar, pengajaran Al Qur`an dilakukan di tepian pasar, di beberapa tokonya. Tempat ini sejatinya dibuat bagi anak-anak dari kalangan keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi menengah ke bawah. Adapun untuk keluarga kaya, mereka biasa memanggil guru untuk mengajar anak-anak mereka di rumah. Dari sinilah, sebutan kuttab bermula.

Hingga kini, belum diketahui secara persis awal berdirinya kuttab, namun pada abad ke dua hijriyah kuttab, tradisi mengajar Al Qur`an di kuttab sudah dilakukan, dimana Imam Al Baihaqi dalam Manaqib Imam Asy Syafi’i menyebutkan bahwa Imam Asy Syafi’i pada awalnya belajar di kuttab sebelum melakukan rihlah ilmiyah.

Biasanya, kuttab tidak hanya tempat belajar Al Qur`an bagi anak-anak, namun di tempat itu mereka memperoleh santunan berupa makanan, pakaian serta kebutuhan lainnya, dimana kuttab sangat memperhatikan kondisi anak-anak yatim dan miskin.

Setiap kuttab menunjuk para pendidiknya, yang biasa disebut dengan faqih, dan sistennya yang disebut arif. Para pendidik harus memenuhi syarat-syarat tertentu, karena mereka yang bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak.

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Anak-anak yang belajar di kuttab juga memperoleh perhatian dalam masalah kesehatan, dimana dokter selalu datang rutin ke kuttab. Para dokter itu, disamping memeriksa kesehatan anak-anak juga untuk mengetahui apakah seorang anak sudah mencapai baligh atau belum. Jika diketahui sudah mencapai baligh maka mereka dipersilahkan untuk meninggalkan kuttab untuk belajar di jenjang selanjutnya, karena lembaga ini hanya diperuntukkan anak-anak saja.

Dalam tradisi kuttab, jika anak sudah selesai menghafal Al Qur`an, maka diadakanlah sebuah perayaan yang disebut dengan israfah. Saat itu sang anak dinaikkan kuda yang telah dihias, dan di belakangnya, teman-temannya ikut mengarak, dari kuttab menuju rumahnya. Sampai rumah, orang tua anak pun menyambutnya sedangkan anak tersebut juga membawa lembaran yang menunjukkan ia telah selesai belajar di kuttab. Kemudian orang tua pun memberikan hadiah materi kepada pendidik,

Kuttab sendiri banyak terdapat di wilayah Timur, sebagaimana dicatat Ibnu Jubair pada tahun ke 7 hijriah. Disebutkan bahwasanya banyaknya kuttab disebabkan perhatian Shalahuddin Al Ayubi yang memerintahkan Mesir dan Syam kala itu dalam pendidikan anak-anak. Dimana juga disebutkan bahwa di Damaskus terdapat salah satu kuttab besar untuk para anak yatim.

Pada masa selanjutnya, istilah kuttab masih digunakan dalam menyebutkan tempat untuk mengajari Al Quran untuk anak-anak, seperti kuttab yang dibangun di majmu’ah Al Ghauri di Kairo pada 900 H. Bahkan di masa kentemporer, penyebutkan kuttab masih populer, dimana dicatat bahwa Syeikh Al Qaradhawi saat masih kanak-kanak belajar Al Qur`an di kuttab, dalam buku biografi ulama Mesir yang kini tinggal di Qatar ini, yang bertajuk “Yusuf Al Qaradhawi: Ibnu Qaryah wa Al Kuttab”.*

 

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Standar Ganda Eropa: Burkini Dilarang, Baju Biarawati Bebas
Tulisan selanjutnya PM Singapura Desak Masyarakat Melayu Islam Terlibat di Sektor Ekonomi Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?