Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Asal dan Keutamaan Bulan Dzulqa’dah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Mei 2023 10:29 10:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Mei 2023 10:35
Bagikan
Bagikan

Di bulan Dzulqa’dah disunnahkan memperbanyak melakukan kebaikan-kebaikan (amal shaleh), seperti puasa dan ibadah-ibadah lainnya

Hidayatullah.com | SAAT INI kita berada di bulan haram, bulan mulia, penuh dengan keberkahan dan pahala, yaitu bukan Dzulqa’da. Di tanah Jawa bulan Dzulqa’dah dikenal dengan nama Selo, sedangkan di pulau Madura dengan nama Takepek.

Saya tidak akan mengkaji asal dan makna dua istilah di atas, yang keduanya mungkin memiliki makna yang berbeda dengan makna Dzulqa’dah, kecuali makna Selo (keseselan olo, kemasukan hal buruk) diganti dengan Silo (duduk bersila), maka makna yang kedua ini sama dengan arti Dzulqa’da yang artinya Qa’ada (duduk).

Ada kesamaan makna bahasa Jawa Kuno dengan bahasa Madura dalam penamaan bulan ke-11 bulan Qamariah ini, yaitu Apit (Jawa) dan Takepek (Madura), yang bermakna kejepit atau terjepit, karena berada di antara dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha.

Dzulqa’dah, pertama akan dilihat makna lughah (bahasa-nya), kedua asal penamaan bulan Dzulqa’dah, dan yang ketiga beberapa peristiwa penting yang ada pada bulan ini.

Baca Juga

Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

Dzulqa’dah (dalam Kamus Ma’ajim juga bisa dibaca kasrah, Dzulqi’dah) adalah terdiri dari dua kata, yaitu; Dzu dan Qi’dah. “Dzu” (ذو) bermakna memiliki, mempunyai, dan menguasai. Dan apabila kata ini disandarkan pada kata benda, maka memiliki arti lain, seperti Dzu Ba’sin (yang kuat), Dzu Ta’sir (yang manjur), Dzu Nufudz (yang berpengaruh), yang bermakna pemilik seperti Fulan Dzu Malin (فلان ذو مال) orang yang punya harta.

Kata “Qa’dah” atau “Qi’dah” adalah derivasi dari Qa’ada-Yaq’udu (َقَعَد يَقْعُد) yang memiliki beberapa arti, di antaranya adalah duduk (berdiri kemudian duduk, berbeda dengan Jalasa). Juga bermakna; menahan, telat, bersandar, melayani dan beberapa makna lainnya. Dzulqa’dah, secara umum diartikan dengan duduk, orang yang duduk, atau orang yang mengambil tempat duduk.

Mengapa dinamakan dengan Dzulqa’dah?

 القَِعْدة: الشهر الحادي عشر من الشهور القَمَرِيَّة؛ وهو أول الأشهر الحرم الثلاثة المتتابعة، سُمِّي بذلك لأنهم كانوا يقعدون فيه عن الاسفار والغَزْو والميرة.

Bulan yang ke-11 dalam kalender Hijriah ini adalah permulaan dari empat bulan yang dimuliakan ( bulan-bulan Haram) yaitu, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Dinamakan dengan bulan Dzulqa’dah karena mereka (orang Arab) pada bulan ini duduk (rehat) tidak melakukan perjalanan, tidak berperang dan tidak mengumpulkan makanan  (dalam Al-Washit).

Bulan ini, bulan yang tenang bagi orang Arab, karena tidak terjadi peperangan antar kabilah atau peperangan lainnya. Atau kita mungkin menyebutnya bulan santai, bulan dimana orang Arab dapat menikmati hasil pekerjaan dari bulan-bulan sebelumnya, serta bulan yang dilarang melakukan kegaduhan.

Mengapa mereka tidak melakukan peperangan? Karena mereka sangat mengagungkan dan menghormari bulan Dzulqa’dah.

لأن العرب تقعد فيه عن القتال لحرمته وتعظيمه.

Keistimewaan Bulan Dzulqa’dah

Bulan Dzulqa’dah adalah termasuk dari bulan Haram, bulan yang diagungkan dan dimuliakan. Bulan Haram, dimana pahala kebaikan dilipatgandakan, demikian juga dengan perbuatan dosa.

 ابن عباس -رضي الله عنهما-: “اختص الله أربعة أشهر جعلهن حرمًا، وعظَّم حرماتهن، وجعل الذنب فيهن أعظم، وجعل العمل الصالح والأجر أعظم”.

Ada yang berpendapat, dimuliakannya bulan Dzulqa’dah karena pada masa Jahiliyah untuk perjalanan atau persiapan melakukan ibadah haji. Dan hanya di bulan ini Rasulullah ﷺ melakukan ibadah Umrah.

وَعَنْ عَائِشَةَ -رضي الله عنها- قَالَتْ: “لَمْ يَعْتَمِرْ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم إِلَّا فِي ذِي الْقَعْدَةِ” (رواه ابن ماجه بسند صحيح).

Dan keistimewaan yang lain dari bulan ini adalah Allah berjanji (wa’dn) kepada Nabi Musa AS selama 30  malam di bulan Dzulqadah, ditambah 10 malam di awal bulan Dzulhijjah.

ولذي القعدة فضيلة أخرى، وهي أنه قد قيل: إنه الثلاثون يومًا الذي واعد الله فيه موسى -عليه السلام- ففي تفسير قوله تعالى: (وَوَاعَدْنَا مُوسَى ثَلاثِينَ لَيْلَةً) قال مجاهد: ذو القعدة، (وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ) قال: عشر ذي الحجة. فعلى هذا يكون المقصود بـ(ثَلاثِينَ لَيْلَةً) هي ليالي شهر ذي القعدة.

Di bulan ini disunnahkan memperbanyak melakukan kebaikan-kebaikan (amal saleh), seperti puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Sebagaimana disunnahkan melakukan amal saleh pada bulan-bulan haram lainnya.*/ Dr. Halimi Zuhdy, M.Pd, MA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bulan hijriyahDzulqa'dahHeadlineKeutamaan Bulan Dzulqa'dahPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rasio Domba-Manusia New Zealand Menurun, Kenapa?
Tulisan selanjutnya Himpunan Ulama Daya Minta Pemerintah Aceh Tidak Tergesa-gesa Mengizinkan Bank Konvensional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

7 Agustus 2026 17:00
Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?