Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Paris, Jihad dan Jebakan Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 November 2015 11:32 11:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 November 2015 11:32
Bagikan
French soldiers patrol after a shooting outside the Bataclan theater in Paris, Friday Nov. 13, 2015. Well over 100 people were killed in a series of shooting and explosions explosions. French President Francois Hollande declared a state of emergency and announced that he was closing the country's borders. (AP Photo/Jerome Delay)
Bagikan

Oleh: Abu Ummah Al Makassari

TANGGAL 13 November 2015, serangkaian serangan penembakan massal, dan penyanderaan—terjadi di Paris, Prancis dan Saint-Denis. Peristiwa itu sedikitnya menyebabkan 129 orang tewas, 89 di antaranya di teater Bataclan. Namun penulis tidak sedang menghakimi siapa dalang sesungguhnya siapa serangan Paris (paris attack).

Bukan juga mengurai dengan pendekatan teori konspirasi maupun investigasi data primer di balik peristiwa yang menggemparkan dunia dan sebagai hari berkabung massal ini.

Penulis lebih fokus melihat peta respon opini kaum Muslimin di Indonesia sendiri.

Ketika Barat di bawah komando AS menyebut pelakunya ISIS/IS dengan bukti munculnya statement yang diklaim dari pihak ISIS/IS, maka banyak kaum Muslimin ikut terbawa permainan Barat.

Baca Juga

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka

Setidaknya ada tiga hal penting yang terjadi pasca serangan Paris.

Pertama, Paris Attack sudah diklaim pelakunya ISIS/IS yang oleh intelijen Barat sebagai bagian dari desain proyek “War On Terrorism”.

Jika WTC 9/11 menggunakan sasaran tuduhan Al-Qaidah maka Paris Attack adalah ISIS/IS

Kedua, banyak dari kalangan kelompok Islam mengikuti mindset yang dikembangkan Barat dengan fokus lebih dalam mengurai-menjelaskan pandangan terhadap keberadaan dan sepak terjang ISIS/IS dengan beragam kesesatannya.

Ketiga, banyak yang mengutuk peristiwa tersebut namun di sisi lain tidak proporsionalnya opini media dunia yang menutup mata berbagai penindasan dalam terorisme yang dilakukan Negara (state terrorism) terhadap kaum muslimin di berbagai negara dunia Islam. Di Iraq, di Afghanistan juga di Palestina dan Gaza.

Branding Kekerasan

Dari ketiga penjelasan tersebut bisa ditarik beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, alasan Barat membranding ISIS/IS menjadi sasaran anatara untuk mendeskripsikan entitas pejuang Islam, ajaran jihad dan khilafah sebagai sebuah bentuk dan gambaran yang mengerikan.

Terlepas adanya sikal ghuluw (berlebih-lebihan) kelompok Islam di medan jihad atau pertempuran, memang pada dasarnya suasana medan perang dan medan jihad berbeda karakternya dengan pergolakan pemikiran dan politik yang normal.

Di medan perang, senjata adalah alat komunikasi utama yang menghubungkan antara kelompok yang satu dengan yang lain.

Kedua, melalui peristiwa Paris Attack, Barat menggunakan isu ISIS/IS, sebagai pintu masuk mendiskreditkan ajaran Islam. Termasuk syariah, jihad dan khilafah beserta entitas pejuang yang mengusungnya.

Parahnya dengan menggunakan pendekatan adu domba melalui invisible hand (tangan-tangan tersembunyi). Pola ini sama dengan yang dilakukan pada peristiwa WTC 9/11, di mana Barat mem-branding Al-Qaidah dan Usamah bin Ladin sebagai kelompok yang radikal dan kelompok fundamentalis.

Barat menjadikan kasus Paris dan ISIS/IS untuk menunjukkan pesan pada dunia juga pada kaum Muslimin sendiri, bahwa jihad dan ide khilafah ada hal yang sangat mengerikan dan kejam. Sebuah konspirasi jahat untuk menciptakan pembunuhan karakter terhadap kaum Muslimin berikut ajarannya.

Ketiga, larut dalam pembahasan panjang tentang keberadaan sepak terjang ISIS/IS dengan segala manuver-manuvernya sama halnya dengan melanggengkan dan mengokohkan upaya Barat menggunakan pendekatan adu domba untuk mendiskreditkan Islam dan kelompok pejuang.

Apalagi akhirnya diketahui dengan pendekatan investigasi data primer otak pelaku di balik Paris Attack ternyata bukan ISIS/IS.

Jika demikian yang terjadi, maka Barat telah mengambil keuntungan opini dunia untuk mendiskreditkan Islam dan para pejuang di medan jihad.

Akhirnya perlu kreatifitas untuk mengurai dan merajut realitas politis dan opini media dunia agar tidak terjebak pada skenario perang opini dan jebakan politik yang dikembangkan Barat. Wallahu a’lam bis showab.*

Penulis peminta masalah social dan politik

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ISISISjihadKhilafahParis attackSerangan Paris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PDI-P dan Partai Komunis China Tindak Lanjuti Kerjasama Bangun “Rumah Soekarno”
Tulisan selanjutnya Menjauhi Karakter Negatif dalam Hidup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Berita
27 Agustus 2026 10:14
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

18 April 2026 09:01
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?