Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Starbucks dalam Sorotan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juli 2017 21:47 9:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juli 2017 21:47
Bagikan
Bagikan

Oleh: Kunjorodiningrat

 

STARBUCKS merupakan perusahaan kedai kopi terbesar di dunia. Kedainya tersebar di enam puluh satu negara.

Pendapatan pertahun perusahaan ini sebesar 13,29 miliar dollar pertahun, dengan laba usaha hampir dua miliar pertahun, 1,38 miliar dollar laba bersih, 8,21 miliar dollar jumlah aset dengan ekuitas sebesar 5,10 miliar dollar pertahunnya.

Wajar saja jika perusahaan ini disoroti terus, termasuk pernyataan CEO dan Chief waralabanya di Indonesia.

Baca Juga

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka

Baru-baru ini Pengurus Pusat bidang ekonomi Muhammadiyah menyerukan boikot terhadap produk Starbucks. Boikot itu sebagai bentuk protes terhadap pernyataan CEO Starbucks, Howard Schultz yang mendukung Lesbian, Homoseksual, Biseksual dan Transgender (LGBTQ) dan pernikahan sesama jenis.

Starbucks memang telah lama mendukung LGBTQ dan pernikahan sesama jenis sejak tahun 2012. Pernyataan ini mendapat respon keras dari National Organization for Marriage, sebuah grup Kristen tradisionalis. (http://www.christianpost.com/news/nom-launches-boycott-of-Starbucks-over-same-sex-marriage-stance-72006).

Boikot ini kemudian mendapatkan respon lawanan berupa 640.000 petisi dukungan pro LGBTQ dan mereka berterima kasih kepada Starbucks atas sikap perusahaan tersebut. (http://www.pinknews.co.uk/2012/04/04/over-640000-thank-Starbucks-for-equal-marriage-support).

Gerakan boikot Starbucks pun menjadi viral dan juga dilakukan di Malaysia.

Baca: Seruan #BoikotStarbucks dan ‘LGBT’ Jadi Trending Topic

Nampaknya, boikot ini cukup memberikan dampak negatif bagi Starbucks. Saham MAP Boga Adiperkasa, pemilik Starbucks di Indonesia turun menjadi Rp. 2760 (11 Juli 2017). Telah terjadi penurunan sebesar 12 persen sejak posisi tertinggi pada tanggal 22 Juni 2017. Wajar ini memiliki dampak karena mayoritas penduduk Indonesia tidak mendukung LGBTQ.

Pemerintah Indonesia harus mempertimbangkan sikap CEO Starbucks tersebut. Setidaknya, pemerintah Indonesia yang tidak mendukung LGBTQ secara legal-formal dan konstitusi harus menegaskan bahwa tidak boleh ada kampanye sosial-politik yang diikutsertakan di segala strategi pemasaran perusahaan yang tidak sesuai atau berlawanan dengan undang-undang dan konstitusi negara. Karena, banyak juga masyarakat yang risih, gerah, dan ingin Starbucks Indonesia bubar saja, izinnya dicabut.

“Sudah saatnya pemerintah Indonesia mempertimbangkan untuk mencabut izin Starbucks di Indonesia karena ideologi bisnis dan pandangan hidup yang mereka dukung dan kembangkan jelas-jelas tidak sesuai dan sejalan dengan ideologi bangsa kita yaitu Pancasila,”. (Anwar Abbas, Ketua Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah, https://news.detik.com/berita/d-3544742/bos-Starbucks-dianggap-dukung-lgbt-muhammadiyah-serukan-boikot).

Baca: Ideologi Bisnisnya Dinilai Tak Sesuai Pancasila, Izin Starbucks Didesak Dicabut

Starbucks memang coffee shop kekinian yang banyak diminati oleh kaum-kaum muda. Selain menyajikan kopi-kopi racikan dan campuran, Starbucks juga menyediakan tempat “nongkrong” yang sejuk, dingin, dan “Instagram-able” sehingga yang minum disana bisa “pamer” ke media-sosial yang ada bahwa mereka sedang ada di Starbucks.

Sepertinya memang bagi anak-anak muda zaman sekarang, bisa “ngopi” di tempat mahal dan bergengsi di Starbucks adalah sebuah kebanggaan dan salah satu syarat untuk bisa dibilang “gaul”, “hype”, atau “kekinian”. Ironi, ada yang rela cuma makan mie instan tiga kali sehari agar bisa ngopi mahal di Starbucks dan update foto. Ini bukanlah kultur yang baik dan tidak patut dicontoh bagi anak-anak muda.

Tentu saja, perusahaan apapun akan mendukung terus pelanggan (terbesar) nya, kalau bisa, terus memfasilitasi. Seperti perusahaan sepatu NIKE atau Adidas yang pelanggan utamanya adalah para muda-mudi dan penggiat olah raga, akan terus hadir di setiap event olah raga, memberi dukungan, charity, dan lain-lain.

Begitu juga Starbucks yang  merasa LGBTQ adalah salah satu segmentasi pasar terbesarnya sehingga mendukung keberadaan mereka dapat dijadikan sebagai sebuah strategi pemasaran. Starbucks juga pernah menjadi medium strategi politik ketika menolak Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat. Adalah viralnya tagar #TrumptCup berwarna merah yang jika kita memesan kopi dan memesannya atas nama Trump, para Barista dan Pegawai lainnya akan meneriakkan nama “Trump” dengan keras dan semua orang yang ada di kedai tersebut menangis sejadi-jadinya. Selain itu, Starbucks juga dinilai rasis karena menolak menulis nama “Black Lives Matter” di cup-nya. (http://www.cosmopolitan.com/food-cocktails/a8372723/most-controversial-Starbucks-cups-of-all-time/).

Starbucks menggunakan popularitasnya untuk mengkampanyekan berbagai pesan-pesan sosial dan juga politik. (https://www.washingtonpost.com/lifestyle/food/we-have-a-culture-war-to-win-why-Starbucks-cups-always-stir-up-controversy/2016/11/28/c9973246-b029-11e6-be1c-8cec35b1ad25_story.html).>>> klik 6 kontroversi (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:boikot Starbuckscoffee shophomoseksualkapitalisme asingkopi lokalkopi racikanLGBTQMuhammadiyahstarbucks
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pansus revisi uu ite Pemerintah Terbitkan Perppu Ormas, Anggota Komisi III: DPR yang Memutuskan
Tulisan selanjutnya Diberitakan Dukung Pembubaran HTI, Rabithah Alawiyah Sayangkan Namanya Dicatut LPOI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

18 April 2026 09:01
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?