Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Baitul Maqdis dan Sikap Umat Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Desember 2017 15:00 3:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Desember 2017 14:16
Bagikan
Baitul Maqdis
Bagikan

BAITUL MAQDIS  (Yerusalem) bagi umat Islam, di samping memiliki nilai historis tinggi, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari aspek keagamaan (Dr. Imarah, 1998: 20-21).

Dalam sejarahnya, nabi sangat perhatian terhadap Baitul Maqdis . Semasa beliau hidup, ada beberapa upaya yang dilakukan untuk membebaskannya. Espedisi militer seperti Mu`tah dan Tabuk adalah contoh kepedulian beliau terhadap masalah ini. Belum lagi, pengutusan Usamah menjelang wafatnya, juga dimaksudkan di antaranya untuk misi ini.

Di zaman Khulafuurrasyidin pun juga perhatian, hingga Al-Quds bisa dibebaskan di masa Umar bin Khattab pada tahun 16 hijriyah. Pada masa Daulah Umawiyah dan Abbasiyah wilayah ini dibangun dan dijaga dengan baik. Ketika Palestina bisa direbut oleh pasukan Salib, pahlawan-pahlawan Muslim seperti Imaduddin Zanki, Nurudin Mahmud Zanki, berjuang merebutnya kembali hingga bisa dibebaskan oleh Shalahuddin al-Ayyubi (Dr. Jamal Abdul Hadi, al-Tharîq ila Bait al-Maqdis, I/49-67). Perjuangan ini sepanjang sejarah terus berjalan sampai akhirnya Daulah Utsmaniyah dijatuhkan, dan Yahudi dibantu oleh negara Barat sehingga bisa mendirikan negara Israel (pada 14 Mei 1948) sampai sekarang.

Di dalam sejarah, tempat suci ini ada beberapa nama, di antaranya: Yerusalem (bermakna: Kota Damai), Baitul Maqdis , al-Ardh al-Muqaddasah, Ailea (Faishal, 2015: 11) dan juga Al-Qud Al-Syarif yang populer selama Khilafah Utsmaniyah (ʻAbd al-Fattâh, 2000), Yabus (Husain, 2001: 49), dan juga Pelestina (Thariq Suwaidan, 2004: 11) Yang menjadi pertanyaan menarik: apakah wilayah Baitul Maqdis  ini hanya pada bagian yang sekarang dikelilingi pagar di mana di situ ada Qubbatus Shaharah dan Masjid Al-Qibli yang dikelilingi pagar seluas 14,4 Hektar?

Dalam Kata Pengantar Buku “Geographical Dimensions of Islamicjerusalemm” (2008) yang diedit oleh Khalid El-Awaisi ada catatan menarik terkait hal ini: “Bagi banyak ilmuwan kontemporer, akademisi dan bahkan orang awam, Baitul Maqdis  hanyalah sebuah kota dengan batas-batas yang tidak jauh dari tembok kuno. Namun, dalam sejarah, keberadaan sebuah wilayah untuk Baitul Maqdis  (Islamicjerusalem)  telah menjadi konsep lama. Wilayahnya, di samping kota kuno, banyak kota, kota dan desa lainnya seperti Hebron, Ramlah, Zarnuqah, Jaffa, Nablus, Shuwaykah, Jama’in, Jericho, Karak, Zoar dan Kuseifa.”

Baca Juga

Amerika dan Perang Salib Baru?
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?

Dengan demikian, menurutnya, wilayah Baitul Maqdis  melampaui batas politik saat ini.

Baca: Palestina dalam Nubuwat Akhir Zaman

Di sisi lain, juga ada penyempitan dan simplifikasi teroterial terhadap wilayah ini. Dalam buku “Filisthîn Ardh al-Risâlah al-Samâwiyah” (1991: 9), Roger Garaudy  menukil definisi Encyclopedia Britannica, “Palestina adalah daerah yang tunduk kepada kekuasaan Inggris sejak tahun 1923 sampai 1948.” Menurut beliau, definisi ini tentu begitu sempit dan sangat menonjolkan kepentingan Inggris, padahal negeri ini memiliki sejarah yang cukup tua.

Kesan penyempitan bahkan pengabaian wilayah hakiki Baitul Maqdis  ini tentu akan berimplikasi negatif bagi penduduk muslim Palestina khususnya dan umat Islam pada umumnya. Pada gilirannya, orang akan kehilangan memori sejarah Baitul Maqdis  sebenarnya. Di sisi lain malah akan menguntungkan pihak penjajah Zionis yang memang sejak zaman Theodore Herzl dengan gerakan Zionismenya pada akhirnya sukses mendirikan Negara Israel (Adian, 2005: 64-66)

Prof. Dr. Muhammad Imarah (Pemikir Muslim Asal Mesir) dalam bukunya yang berjudul Al-Quds Baina al-Yahuudiyah wa al-Islaam (1999:31-32), ketika mengkritik tuduhan miring orang Yahudi mengenai penyempitan makna Masjidil Aqsha, “Istilah ‘Masjidil Aqsha’ dalam Surah al-Isra maksudnya adalah Madinah al-Quds -seluruh wilayah al-Quds atau Baitul Maqdis – yang dimaksud dengan kata ‘masjid’ bukan bermakna bangunan arsitektur untuk masjid, karena bangunan masjid belum berdiri di al-Quds pada tahun 621 Masehi pada malam Isra`. Demikian halnya ungkapan ‘Masjidil Haram’ dalam ayat ini maksudnya adalah Makkah -seluruh wilayah Makkah- tidak hanya terbatas pada Ka’bah dan Masjidil Haram.”

Guru Besar Ilmu Sejarah dan Hubungan Internasional di Universitas Istanbul Sabbahatin Zaim, Prof Abd Al-Fattah El-Awaisi dalam seminar Islamicjerusalem Past, Present, and Future di Balai Ilmu, Akademi Studi Islam Universitas Malaya, Malaysia, akhir Agustus lalu  mengungkapkan terminologi yang diucapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam, yaitu Baitul Maqdis.

Rasulullah tidak menggunakan kata Palestina, Yerusalem, atau Quds, tapi Baitul Maqdis. Baitul Maqdis adalah terminologi dari sebuah kawasan yang Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam sebut dalam haditsnya sebagai tanah suci, seperti halnya Makkah dan Madinah.

Dengan demikian, ketika ada penyebutan Masjid Al-Aqsha, Baitul Maqdis  dan nama lainnya, maka itu adalah semua wilayah Baitul Maqdis , bukan sekadar yang di Al-Quds yang ada saat ini.

Di samping itu, wilayah ini juga sangat dengan aspek keagamaan. Dalam al-Qur`an dan al-Hadits, ada banyak sekali keutamaan tempat mulia ini. Di dalam Kitab Suci ini misalnya, disebutkan: wilayah ini sebagai tempat isra` nabi, tempat dibangunnya Masjid Al-Aqsha, sekaligus dijadikan wilayah yang diberkati (QS. Al-Isra [17]: 1). Pada ayat lain, wilayah ini juga disebut “al-Ardh al-Muqaddasah” tempat yang disucikan dan dibersihkan dari kemusyrikan dan dosa (QS. Al-Ma`idah [5]: 21). Ia juga menjadi hunian banyak nabi (QS. Al-Anbiya [21]: 71, 81; Al-A’raf  [7]: 137; Saba [34]: 18; Al-Mu`minun [23]: 50); Allah juga bersumpah dengannya serta menjadi tempat diturunkannya wahyu (QS. At-Tin [95]: 1); dan akan dibebaskan kembali menjelang kiamat (QS. Al-Isra [17]: 7).

Baca: Palestina, Tempat Tegaknya Khilafah

Adapun dalam Al-Hadits, keutamaannya juga banyak, di antaranya: tempat Isra dan pemberangkatan Mi’raj (HR. Muslim); kiblat umat Islam yang pertama (HR. Ahmad); masjid kedua yang dibangun di bumi Allah (HR. Bukhari); masjid ketiga yang paling dianjurkan diziarahi (HR. Bukhari); shalat dan “ribath” di dalamnya dinilai sebagai penghapus dosa (HR. Ibnu Majah); tanah suci pilihan di muka bumi (HR. Abu Daud); menjadi Ibukota Khilafah Islam di akhir zaman (HR. Ahmad); tempat perjuangan besar di akhir zaman (HR. Ahmad); tempat hijrah mukmin akhir zaman (HR. Abu Daud); negeri akhir zaman yang tidak bisa dimasuki Dajjal (HR. Ahmad); menjadi tempat binasahnya Ya’juj wa Ma’juj (HR. Muslim) dan lain sebagainya.

Lebih dari itu, wilayah ini adalah tanah wakaf umat Islam. Karena itulah, tidak mengherankan jika kelompok HAMAS (Harakah al-Muqâwamah al-Islâmiyah) misalnya berjuang dengan sekuat tenaga merebutnya dari Penjajah Israel karena bagi mereka ini adalah tanah wakaf muslim hingga hari kiamat (Bawono, 2009: 180) Dr. Tiar dalam buku “Hamas Kenapa Dibenci Israel” (2009) juga mengatakan demikian.

Tidak berlebihan jika Dr. Raghib As-Sirjani dalam episode ceramahnya yang berjudul “Filisthîn Hatta Lâ Takûna Andalusan Ukhra” (I/24) menyatakan bahwa Palestina (Baitul Maqdis  atau sebutan lainnya) wajib dibebaskan karena itu adalah wilayah Islam sampai hari kiamat.

Baca: Seluruh Dunia Bereaksi Menolak Keputusan Donald Trump soal Baitul Maqdis

Jika Baitul Maqdis  (atau nama lainnya) begitu penting baik secara historis maupun keagamaan, lalu apa tugas umat Islam terhadap Baitul Maqdis ?

Dr. Ragib As-Sirjani, dalam bukunya yang berjudul “Filisthîn Wâjibât al-Ummah” (2010: 10-124)  menawarkan sepuluh hal yang bisa dilakukan: Pertama, kembali secara total kepada Allah.      Kedua, memahami permasalahan (Baitul Maqdis ) secara benar. Ketiga, ikut bergerak secara aktif (dalam memecahkan problem dan membebaskannya, red). Keempat, menjaga persatuan dan menghentikan perpecahan. Kelima, sungguh-sungguh menghidupkan spirit jihad. Keenam, jihad dengan harta. Ketujuh, boikot. Kedelapan, memupuk harapan. Kesembilan, menanamkan kesabaran. Kesepuluh, mengkaji sejarah Palestina.

Akhirnya, semoga, kita dicatat sebagai orang “al-Thâ`ifah al-Manshûrah” yang turut memperjuangkan pembebasan Baitul Maqdis , sebagaimana hadits berikut:

لا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ قَاهِرِينَ لا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلَّا مَا أَصَابَهُمْ مِنْ لَأْوَاءَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَيْنَ هُمْ قَالَ ‏ ‏بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ ‏ ‏وَأَكْنَافِ ‏ ‏بَيْتِ الْمَقْدِسِ

“Akan sentiasa ada sekumpulan dari umatku yang terus menegakkan kebenaran dan tegas melawan musuh. Tidak membahayakan perjuangan mereka walau dipinggirkan dan dirintangi kesusahan kecuali ujian (Illahi) sampai datang ketentuan Allah. Mereka akan tetap sedemikian.” Sahabat bertanya: “Di mana mereka itu?” Baginda menjawab “Mereka berada di Baitul Maqdis  dan di kawasan sekitarnya.” (HR. Ahmad) Wallâhu a’lam.

Kesimpulannya, meminjam istilah, Prof. Abdul Fattah El Awaisi, Baitul Maqdis  adalah simbol Izzul Islam wal Muslimin, di mana tidak ada izzah bagi ummat Islam tanpa bebasnya Baitul Maqdis .

Sekarang, Baitul Maqdis  masih terjajah dan hakekatnya kita semua tengah dijajah. Maka, kebangkitan ummat Islam tidak akan terjadi tanpa dimulai dengan membebaskan Baitul Maqdis .*/Mahmud Budi Setiawan

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aileaal-Ardh al-Muqaddasahal-QudsBaitul MaqdisDonald TrumpIbu Kota IsraelIslamicjerusalemKebangkitan IslamKota Abadi Umat IslamKota Tuapalestinapasukan SalibQubbatus ShaharahSaveBaitulMaqdisShalahuddin al-Ayyubitel avivUmar Bin KhattabYerusalemZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya erdogan palestina Presiden Erdogan Sebut Israel ‘Negara Teroris’
Tulisan selanjutnya Din Syamsuddin: Cerdas Kalau Boikot Produk Israel dan Amerika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)

25 Juni 2025 15:30
Ghazwul Fikr

Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

25 Juni 2025 14:09
ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?