Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Yuk! Menjadi Keluarga Al-Quran [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2015 15:51 3:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Oktober 2015 15:30
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Lanjutan dari artikel PERTAMA

Oleh: Abdullah Nafi’ Adhuha

Pada dasarnya, sesungguhnya mempelajari (menghafal) al-Qur’an lebih kepada persoalan iman. Iman kita kepada Allah, Malaikat, para Rasul, begitu pula iman kepada Kitab-Nya.

Bahwa kita yakin Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Yakinkah kita kepada Allah, bahwa Allah telah menurunkan al-Qur’an kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril? Yakinkah kita bahwa Allah juga telah memudahkan al Qur’an untuk dipelajari, dipahami, termasuk juga dihafalkan?

Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman:

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al Qur’an untuk diingat (dijadikan pelajaran) maka adakah orang yang mengambil pelajaran.” (QS: Al Qamar : 17)

Allah Subhanallahu wa Ta’ala mengulang ayat di atas sebanyak empat kali dalam surat yang sama dengan redaksi (lafadz) yang sama pula, yakni di ayat 17, 20, 32 dan 40. Betapa dalam hal ini Allah menegaskan kepada kita bahwa Ia benar-benar telah mudahkan al-Qur’an untuk dipelajari.

Di dalam kitab tafsirnya, Imam Jalalain menjelaskan ayat ini bahwa Allah telah memudahkannya untuk dihafal dan Allah telah mempersiapkannya untuk mudah diingat. Yakni yang mau mengambilnya sebagai pelajaran dan menghafalnya.

Penggunaan kata Istifham (هل) di sini mengandung makna perintah, yakni hafalkanlah al-Qur’an itu oleh kalian dan ambillah sebagai nasihat buat diri kalian. Sebab tidak ada orang yang lebih hafal tentang Al-Quran selain daripada orang yang mengambilnya sebagai nasihat buat dirinya. (Tafsir Jalalain 383)

Sungguh cukuplah satu redaksi yang diulang-ulang ini menjadi bukti bagi kita bahwa Allah benar-benar telah memberikan jaminan kepada kita tentang telah dimudahkannya al-Qur’an untuk dipelajari dan dihafalkan. Lantas, tidakkah kita mau mengambil pelajaran darinya? Tidak yakinkah kita akan kekuasaan Allah, terhadap janji-Nya?

Kedua, bagaimana pun kondisi kita, berikanlah keluarga kita pendidikan tentang al-Qur’an. Bantulah mereka agar mereka dekat dengan al-Qur’an, gemar membaca bahkan hingga mereka menjadi penghapal al-Qur’an secara sempurna.

Janganlah pernah berkata: “Tapi anakku bukanlah anak yang cerdas, bagaimana ia bisa menghapal Qur’an?” atau “tapi anakku adalah anak yang tidak sempurna?”.

Sungguh, yang kita butuhkan bukanlah kecerdasan atau pun kesempurnaan. Tapi yang kita butuhkan adalah keyakinan, pengorbanan kita untuk meluangkan waktu, menemani, mengajari dan membimbing mereka untuk mempelajari al-Qur’an.

Betapa banyak keutamaan dan kemuliaan yang bisa diraih bagi orang yang mempelajari dan mengajarkan al-Qur’an. َRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda:

مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ ضَوْؤُهُ مِثْلُ ضَوْءِ الشَّمْسِ وَيُكْسَى وَالِدَيْهِ حُلَّتَانِ لاَ تُقَوَّمُ بِهِمَا الدُّنْيَا فَيَقُولَانِ: بِمَا كُسِيْنَا هَذَا؟ فَيُقَالُ: بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ

“Barangsiapa yang membaca al-Qur`an, mempelajarinya dan mengamalkannya kelak pada hari kiamat dikenakan mahkota dari cahaya yang sinar kemilaunya seperti cahaya matahari. Dan bagi kedua orang tuanya masing-masing dikenakan untuknya dua pakaian kebesaran yang tak bisa dinilai dengan dunia. Maka kedua orangtuanya bertanya: ‘ karena apa kami diberi pakaian (kemuliaan) seperti ini?’ Maka dijawab: ‘Karena anak kalian berdua belajar dan menghapal al-Qur`an’.” (Mustadrak Al-Hakim, 1/568)

Oleh karena itu, bimbing dan ajari mereka Al-Qur’an dengan penuh ikhlas. Ajari mereka sedini mungkin, sebagaimana yang dilakukan ayah Fajar. Bimbinglah dengan kesabaran. Tanamkan dalam dirinya keyakinan bahwa Allah benar-benar telah memudahkan al-Qur’an untuk dipelajari dan dihafalkan.

Ya Allah jadikanlah kami, keluarga dan keturunan kami sebagai para penjaga al-Qur’an.*

Penulis adalah pengasuh Pondok Pesantren Ar Rahmah Hidayatullah Malang. Email: [email protected]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Quranhafal al-Quranhafidzkeluarga QuranPemudapemudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 400 Milisi Syiah Iran Tewas di Perang Suriah Bantu Rezim Assad
Tulisan selanjutnya Terkait Bencana Asap, MUI Serukan Adanya Pertaubatan Nasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?