Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Upaya Membendung Tegaknya Perjuangan Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Juni 2017 12:33 12:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Juni 2017 12:33
Bagikan
Para polisi mengikuti rangkaian ibadah pada Aksi Bela Islam III di Monas, Jakarta. [Foto: Rifa'i Fadhly]
Bagikan

Oleh: Kholila Ulin Ni’ma

 

GELIAT  persatuan umat Islam di berbagai belahan bumi saat ini tampaknya membuat para pengusung kapitalis kebakaran jenggot.

Bagaimana tidak? Kita bisa menyaksikan gelora  muslimin di Palestina, Suriah, Rohingya, dan berbagai negeri lainnya yang saat ini terintimidasi dan terdiskriminasi semakin membara, rindu berharapakan kembalinya persatuan.

Di Indonesia pun geliat ini mulai tampak nyata. Berkumpulnya sekitar 7 juta manusia untuk menuntut ditangkapnya penista al-Quran semakin menunjukkan bahwa potensi persatuan umat mulai terbaca.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Berbagai Aksi Bela Islam (yang puncaknya aksi 212) memang hanya menuntut atas penghinaan 1 ayat al-Quran. Namun, bukan tidak mungkin, ini berpotensi besar, suatu saat yang mereka bela bukan hanya 1 ayat saja, akan tetapi seluruh ayat yang ada dalam kitab suci mereka. Meski mereka tidak berada dalam satu organisasi, terbukti langkah  mereka mampu bersatu dan mempengaruhi situasi politik yang ada. Tentu fakta persatuan umat ini bukan perkara yang disukai oleh para pengusung ideologi kapitalis-sekuler. Sehingga berbagai cara (program)mereka gunakan untuk menghentikan sinyal-sinyal kebangkitan ini.

Salah satu upaya penghentian ini dapat kita baca dalam program CVE (Counter Violent Ekstrimisme).Saat itu, di tengah ramainya aksi bela Islam, yang menuntut agar penista agama, Ahok, segera dihukum,Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan WPF (World Peace Forum). Forum yang diselenggarakan di Hotel Grand Sahid, Jakarta pada 1-4 November 2016 ini mengusung tema “Countering Violent Extremism: Human Dignity, Global Justice and Collective Responsibility”. (www.republika.co.id, 1/11/2016).CVE sendiri telah dicanangkan Gedung Putih sejak tahun 2011.

Baca:  Ideologi Silih Berganti, Mengapa Tak Pilih Islam?

Kini, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pun mengadopsi CVE untuk menggantikan program deradikalisasi yang dianggap tidak efektif. Jadi menilik sejarahnya bisa dipahami bahwa CVE ini adalah kelanjutan WOT(war on terorism) dan deradikalisasi. Intinya tetap sama, bahkan cenderung lebih berbahaya. Pasalnya program ini akan menyasar pihak-pihak yang baru “diduga ekstrimis”.

Dibawah payung CVE akan ada upaya, tanpa bukti, untuk memprediksi seseorang berpotensi melakukan kekerasan karena indikasi-indikasi tertentu. Nampak pula dalam dokumen Rand Corporation bahwa Barat menggunakan antek-antek mereka, yang notabenenya muslim,untuk membuat narasi-narasi dalam rangka meng-counter pemahaman Islam yang dianggap berbahaya.Khususnya saat ini melalui sosial media yang menjadi sarana paling berpengaruh dalam memainkan narasi kebencian terhadap Islam.

Artinya aroma politik belah bambu atau adu domba antar sesama muslim selalu dilakukan. Negara mendukung salah satu pihak tertentu dan menjatuhkan pihak lain serta membenturkan antarkelompok.Program ini pun berusaha disusupkan pada berbagai kurikulum sekolah dan dikemas dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, termasuk perempuan.

Ide-ide pelanggaran HAM, poligami, pakaian wanita yang dianggap mengekang kebebasan, pembagian warisan yang dianggap tidak adil antara laki-laki perempuan, dan kebolehan suami untuk memukul istri terus diangkat untuk menjelekkan citra Islam.

Baca:  Persaudaraan bisa menjadi Modal Perjuangan Islam

Bisa dikatakan CVE ini adalah program global yang secara tidak sadar dipaksakan ke negara-negara berkembang atas nama menjaga perdamaian. Tujuannya adalah meredam kebangkitan Islam sebagai sebuah ideologi. Barat paham betul bahwa kebangkitan umat Islam ini akan mengancam eksistensi mereka di negeri-negeri muslim. Terebih lagi, awal 2017 yang lalu Donald Trump mencanangkan perubahan CVE menjadi CIE (countering Islamic Ekstrimism). (http://mobile.reuters.com/article/idUSKBN15G5VO, 2/2/2017)Sehingga semakin terang, siapa yang dibidik sebenarnya.

Kita tahu, pasca runtuhnya ideologi sosialis-komunisme, satu-satunya ideologi yang menjadi ancaman paling menakutkan bagi dunia barat adalah Islam. Maka dengan segala cara mereka berusaha melemahkan kekuatan Islam ini.Ormas-ormas yang mengusung kebangkitan umat terancam dibubarkan. Forum-forum dan pengajian yang mengarah kesana tak terlewatkan dari pembubaran. Ulama-ulama yang menyerukan penerapan Islam pun satu-persatu dikriminalkan.

Mereka (Barat) telah berupaya keras membuat makar. Namun, satu hal yang perlu kita ingat bahwa makar Allah subhanahu wata’ala tak bisa dikalahkan.

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS Ali Imron: 54)

Maka tak ada alasan untuk kita mundur dari perjuangan menegakkan ideologi Islam. Pasti akan ada hambatan dan penghalang. Namun kita harus ingat, bahwa Allah adalah sebaik-baik pelindung dan penolong. Tak perlu mandeg karena keadaan. Justru kita harusmanfaatkan keadaan itu untuk memacu semangat dan mendorong keberhasilan.Allahu a’lam bish shawaab.*

Penulis dosen STAI al-Fattah Pacitan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aksi bela Islamanti IslamKebangkitan Islampersatuanpersatuan umatUkhuwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penerbangan dan Harga Minyak Terganggu dalam Kasus Qatar
Tulisan selanjutnya Qatar Buka Suara Pasca Pemutusan Hubungan Diplomatik Negara Teluk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?