Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Sudah Saatnyakah Ulama Menyeru Jihad?

Bambang S
Terakhir diupdate: 15 Februari 2021 09:52 9:52 am
Bambang S
Dipublikasikan 15 Februari 2021 09:52
Bagikan
Alhaq kaligrafi
Bagikan

Oleh Bahrul Ulum

Negeri ini banyak membutuhkan ulama berjiwa mujahid demi kesejahteraan masyarakat Indonesia

Hidayatullaha.com–Dalam tradisi Islam, seringkali ulama mengingatkan umat tentang pentingnya berjihad. Ini dilakukan dalam rangka meraih kemuliaan hidup.

Adalah Ibnu Mubarok, seorang ulama besar menggambarkan betapa seorang mujahid itu memilki kemuliaan. Ia mengingatkan ulama lain akan pentingnya berjihad.

Dalam sebuah syairnya, ia berkata:

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

ياَ عَابدَ الحَرَمَيْنِ لَوْ أَبْصَرْتَنَا
لَعَلِمْتَ أَنَّكَ فِي العِبَادَةَ تَلْعَبُ

مَنْ كَانَ يَخْصَبُ خَدَّهُ بِدُمُوْعِهِ
فَنُحُوْرُنَا بِدِمَائِنَا تَتَخَضَّبُ

“Wahai orang yang beribadah di dua Haram, jika kamu melihat kami, niscaya kamu mengetahui bahwa kamu bermain-main dalam ibadah. Barangsiapa pipinya basah oleh air matanya, maka leher kami basah oleh darah kami.”

Hafizh Ibnu Asakir menjelaskan bahwa Abdullah bin al-Mubarak mendiktekan bait-bait  tersebut kepada Muhammad bin Ibrahim bin Abu Sukainah  di Tharsus saat dia bersiap-siap berangkat berjihad. Dia juga mengirimkannya kepada al-Fudhail bin Iyadh yang ada di Masjidil Haram.

Setelah menerima bait tersebut Fudail menangis sambil membacakan sebuah Hadits Rasulullah riwayat Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki berkata,

جاءَ رجلٌ إلى النبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فقالَ: يا رسولَ اللهِ علِّمْنِي عملًا يعدِلُ الجهادَ قالَ لا أجِدُهُ قالَ هل تستطيعُ إذا خرجَ المجاهدُ أن تدخُلَ مسجدًا فتقومَ لا تَفْتُرُ وتصومَ لا تُفْطِرُ قال لا أستطيعُ قال قال أبو هُرَيرَةَ إن فَرَسَ المجاهدِ يستَنُّ فِي طُولِهِ فيكْتُب له حسناتٌ

“Ya Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu amalan yang dengannya aku meraih pahala para mujahidin di jalan Allah.” Nabi SAW bersabda, “Apakah kamu mampu shalat tanpa henti dan berpuasa tanpa berbuka?” Dia menjawab, “Ya Rasulullah, aku lebih lemah untuk bisa demikian.” Kemudian Nabi SAW bersabda, “Demi dzat yang jiwaku ada di tanganNya, seandainya kamu mampu pun, kamu tetap tidak akan mencapai derajat para mujahidin di jalan Allah. Apakah kamu tidak mengetahui bahwa kuda seorang mujahid berlari dengan tali kekangnya lalu dengan itu kebaikan-kebaikan ditulis untuknya.” )Riwayat Ahmad).

Kisah tersebut memberikan pelajaran berharga bagi kita bahwa berjihad merupakan amalan utama. Seorang ahli ibadah tidak akan bisa menyamai derajad seorang mujahid. Meski beribadah di Haramain punya keutamaan yang besar dan berlipat ganda, namun hal itu bersifat personal. Artinya, ia kembali kepada pribadi. Lain halnya dengan jihad yang kemaslahatannya adalah untuk umat secara keseluruhan.

Seorang ulama tidak boleh membiarkan kedzaliman terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sebab umat  membutuhkan peran mereka dalam menghapus kedzhaliman tersebut.

Jika kita melihat kedzaliman terjadi dan mendengarkan orang-orang yang didzhalimi minta tolong,  kemudian tidak ada di antara kita yang datang untuk melawan dan menghancurkan orang-orang yang melakukan kedzaliman itu, berarti keberadaan kita dianggap tidak ada.

Di sinilah peran ulama harus tampil mengajak umat melawan kedzaliman tersebut. Mereka bukan hanya menyerukan, tetapi juga memimpin perlawanan.

Adalah Ibnu Taimiyah dikenal sebagai ulama yang cukup produktif melahirkan karya, tapi juga dikenal mujahid. Nahi munkarnya tidak hanya dilakukan dengan lisan dan tulisan, tapi juga fisik.

Ulama satu ini tidak akan tinggal diam melihat kedzaliman yang ada di masyarakat. Bersama para muridnya, Ibnu Taimiyah melakukan amar ma’rif nahi munkar sehingga daerah di mana ia tinggal aman dari berbagai kemaksiatan dan kemunkaran.

Bukan hanya itu, ia juga ikut perang melawan tentara Tartar. Selama hidupnya Ibnu Taimiyah memang berada dalam penjajahan bangsa Tartar. Ini yang mamaksa dirinya terjun langsung dalam medan perang untuk mengusir bangsa Tartar dari kampung halamannya. Banyak masyarakat yang tercengang ketika melihat keberaniannya dalam memerangi musuh Islam.

Hal yang sama juga dilakukan oleh KH. Hasyim Asy’ari  yang dikenal dengan resolusi jihadnya serta KH. Ahmad Dahlan yang membentuk Hizbul Wathan demi keamanan dan kemaslahatan umat. Hasilnya, bisa dirasakan oleh umat Islam.

Peran ulama sangat ditunggu oleh umat ketika kedzaliman merajalela. Jangan sampai perbuatan itu menghancurkan sendi-sendi kehidupan masyarakat karena tidak ada satupun ulama yang peduli.

Karenanya negeri ini banyak membutuhkan ulama yang memiliki jiwa mujahid demi kesejahteraan masyarakat Indonesia./Hidayatullah.com

*Pengajar di STAIL Hidayatullah Surabaya

 

 

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:melawan kezhalimanperan ulamaulama dan jihadulama dan kezhaliman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Guinea Umumkan Wabah Ebola
Tulisan selanjutnya Kasino Crown Resorts Jadi Tempat Pencucian Uang, CEO-nya Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?