Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Adil: Bagi Pemimpin dan Rakyat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Juli 2021 07:41 7:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Juli 2021 07:39
Bagikan
Bagikan

Oleh: Hamid Abud Attamimi

Hidayatullah.com | SEMU sama, ujungnya adalah terusiknya Rasa Keadilan. Tak ada yang mau diperlakukan tidak adil, maka jika kau melakukan sesuatu, tanyakan pada hatimu, maukah jika orang lain melakukan hal yang sama terhadapmu.

Sekarang semakin banyak yang merasakan, seolah cuma dia yang harus mengalami dan merasakan. Apakah memang begitu realitasnya?

Mungkin tak sepenuhnya benar, tapi jika banyak yang merasa seperti itu, kita tak boleh diam dan Pemerintah dalam hal ini, harus lebih punya ‘sense of crisis’.

Mengapa harus Pemerintah?

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Bukankah Pemerintahan ini selalu mengatakan bahwa mereka dipilih dan dipercaya oleh mayoritas warga negara melalui Pemilu yang paling Demokratis.  Lalu apakah keterpilihan dan keterwakilan tak melahirkan tanggung jawab moral?

Jika Pemerintah mempunyai justifikasi kekuatan mereka atas dukungan mayoritas, maka dukungan macam apa yang tak melahirkan sikap mental penuh empati atas apa yang dialami dan dirasakan Pemilihnya? Rakyat adalah pemilik sah negeri ini, dan seperti yang diamanatkan oleh konstitusi, bahwa penyelenggaraan negara adalah semata demi menciptakan kesejahteraan, kemakmuran yang adil dan merata.

Rakyat berhak menyuarakan, apakah Keadilan disemua lini kehidupan telah dijalankan dengan patut, atau malah sebaliknya, sesungguhnya antara cita-cita dan kenyataan semakin jauh.

Jika rakyat atau sekelompok warga bicara, dan jelas apa yang disuarakannya, maka secara psikologis, Pemerintah tak seharusnya memulai dengan menilai kosa kata yang dipergunakan, apalagi menyimpulkan dan bahkan berprasangka atas maksud dan tujuan penyampaian.

Jauh lebih elegan jika Pemerintah memberi jalan untuk lebih langsung mendengar dan memberikan alternatif pola-pola dialog yang konstruktif.

Begitulah jika jargon demokrasi ingin terus didengungkan dan dijadikan tameng, bukan berkilah dan berkelit yang ujungnya makin menjauhkan dua fihak yang seharusnya bisa bertemu dan duduk bareng. Ini tentang hati yang merasa semakin dijauhkan, kepedulian yang tumpul, sehingga suara harus semakin keras diteriakkan dan jarak makin menganga dan menjerumuskan.

Siapapun yang sedang menerima dan menjalankan amanah, seharusnya bisa mengambil Ibrah (pelajaran) dari apa yang pernah terjadi pada bangsa ini dan dialami para pendahulu.  Begitulah ciri Pemimpin yang bijak, yang sadar betul, suatu saat dia akan kembali menjadi rakyat lagi, lalu apa yang akan mereka wariskan dan ingin sebagai apa ia dikenang, Pemimpin yang menyelamatkan atau menyengsarakan.

Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an memerintahkan kita untuk menetapkan hukum di antara manusia secara Adil, karena sejatinya sifat adil adalah sikap pertama dan utama yang harus melekat pada seorang Pemimpin.
Begitulah maka Umar Bin Khattab sebagai Amirul Mu’minin dapat tidur nyenyak ditengah padang pasir beralaskan tanah dan berbantal tongkatnya, tanpa pengawalan siapapun, karena keadilan sendi utama Kepemimpinannya.

Jika keadilan tak menjadi perilaku utama seorang Pemimpin, maka sebenarnya secara tersurat dia sedang menerapkan gaya kepemimpinan berdasarkan hawa nafsunya. Hawa nafsu yang bersandar pada kepentingan, bahkan bisa jadi dikendalikan oleh mereka diluar dirinya.

Sebagai rakyat pun kita harus tetap bijak, bermuhasabah, introspeksi, sangat mungkin ini semua bermula dari kesalahan kita semua. Selama ini kita kurang menyandarkan semua segi kehidupan dalam keseharian pada nilai-nilai agama, banyak perintah-Nya yang kita lalaikan, bahkan kita cenderung menganggap remeh pada dosa-dosa kecil yang kita kerjakan.

Boleh jadi pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan semakin dekat, dengan kerasnya usaha kita dalam bertaubat dan memperbaiki diri, menjaga keluarga dan tak lelah mengajak masarakat terus memperbaiki diri. Apapun musibah yang sedang menimpa bangsa ini, tak pernah boleh menjadikan kita kecuali makin mendekat pada penghambaan kepada Allah… Aamiin.*

Penulis adalah aktivis pendidikan dan dakwah, tinggal di Cirebon

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adilpemimpinrakyat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya otoritas palestina Otoritas Palestina Tangkap 21 Aktivis di Ramallah
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Bebaskan WN Yordania yang Dituduh Mata-mata Perlawanan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?