Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Adil: Bagi Pemimpin dan Rakyat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Juli 2021 07:41 7:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Juli 2021 07:39
Bagikan
Bagikan

Oleh: Hamid Abud Attamimi

Hidayatullah.com | SEMU sama, ujungnya adalah terusiknya Rasa Keadilan. Tak ada yang mau diperlakukan tidak adil, maka jika kau melakukan sesuatu, tanyakan pada hatimu, maukah jika orang lain melakukan hal yang sama terhadapmu.

Sekarang semakin banyak yang merasakan, seolah cuma dia yang harus mengalami dan merasakan. Apakah memang begitu realitasnya?

Mungkin tak sepenuhnya benar, tapi jika banyak yang merasa seperti itu, kita tak boleh diam dan Pemerintah dalam hal ini, harus lebih punya ‘sense of crisis’.

Mengapa harus Pemerintah?

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Bukankah Pemerintahan ini selalu mengatakan bahwa mereka dipilih dan dipercaya oleh mayoritas warga negara melalui Pemilu yang paling Demokratis.  Lalu apakah keterpilihan dan keterwakilan tak melahirkan tanggung jawab moral?

Jika Pemerintah mempunyai justifikasi kekuatan mereka atas dukungan mayoritas, maka dukungan macam apa yang tak melahirkan sikap mental penuh empati atas apa yang dialami dan dirasakan Pemilihnya? Rakyat adalah pemilik sah negeri ini, dan seperti yang diamanatkan oleh konstitusi, bahwa penyelenggaraan negara adalah semata demi menciptakan kesejahteraan, kemakmuran yang adil dan merata.

Rakyat berhak menyuarakan, apakah Keadilan disemua lini kehidupan telah dijalankan dengan patut, atau malah sebaliknya, sesungguhnya antara cita-cita dan kenyataan semakin jauh.

Jika rakyat atau sekelompok warga bicara, dan jelas apa yang disuarakannya, maka secara psikologis, Pemerintah tak seharusnya memulai dengan menilai kosa kata yang dipergunakan, apalagi menyimpulkan dan bahkan berprasangka atas maksud dan tujuan penyampaian.

Jauh lebih elegan jika Pemerintah memberi jalan untuk lebih langsung mendengar dan memberikan alternatif pola-pola dialog yang konstruktif.

Begitulah jika jargon demokrasi ingin terus didengungkan dan dijadikan tameng, bukan berkilah dan berkelit yang ujungnya makin menjauhkan dua fihak yang seharusnya bisa bertemu dan duduk bareng. Ini tentang hati yang merasa semakin dijauhkan, kepedulian yang tumpul, sehingga suara harus semakin keras diteriakkan dan jarak makin menganga dan menjerumuskan.

Siapapun yang sedang menerima dan menjalankan amanah, seharusnya bisa mengambil Ibrah (pelajaran) dari apa yang pernah terjadi pada bangsa ini dan dialami para pendahulu.  Begitulah ciri Pemimpin yang bijak, yang sadar betul, suatu saat dia akan kembali menjadi rakyat lagi, lalu apa yang akan mereka wariskan dan ingin sebagai apa ia dikenang, Pemimpin yang menyelamatkan atau menyengsarakan.

Ketika Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an memerintahkan kita untuk menetapkan hukum di antara manusia secara Adil, karena sejatinya sifat adil adalah sikap pertama dan utama yang harus melekat pada seorang Pemimpin.
Begitulah maka Umar Bin Khattab sebagai Amirul Mu’minin dapat tidur nyenyak ditengah padang pasir beralaskan tanah dan berbantal tongkatnya, tanpa pengawalan siapapun, karena keadilan sendi utama Kepemimpinannya.

Jika keadilan tak menjadi perilaku utama seorang Pemimpin, maka sebenarnya secara tersurat dia sedang menerapkan gaya kepemimpinan berdasarkan hawa nafsunya. Hawa nafsu yang bersandar pada kepentingan, bahkan bisa jadi dikendalikan oleh mereka diluar dirinya.

Sebagai rakyat pun kita harus tetap bijak, bermuhasabah, introspeksi, sangat mungkin ini semua bermula dari kesalahan kita semua. Selama ini kita kurang menyandarkan semua segi kehidupan dalam keseharian pada nilai-nilai agama, banyak perintah-Nya yang kita lalaikan, bahkan kita cenderung menganggap remeh pada dosa-dosa kecil yang kita kerjakan.

Boleh jadi pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan semakin dekat, dengan kerasnya usaha kita dalam bertaubat dan memperbaiki diri, menjaga keluarga dan tak lelah mengajak masarakat terus memperbaiki diri. Apapun musibah yang sedang menimpa bangsa ini, tak pernah boleh menjadikan kita kecuali makin mendekat pada penghambaan kepada Allah… Aamiin.*

Penulis adalah aktivis pendidikan dan dakwah, tinggal di Cirebon

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adilpemimpinrakyat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya otoritas palestina Otoritas Palestina Tangkap 21 Aktivis di Ramallah
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Bebaskan WN Yordania yang Dituduh Mata-mata Perlawanan Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?