Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Jaga Perahu ini Agar Tak Dibocori

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Agustus 2021 12:36 12:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Agustus 2021 13:00
Bagikan
Bagikan

DARI An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‎مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، فَكَانَ الَّذِينَ فِى أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِى نَصِيبِنَا خَرْقًا ، وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا . فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا ، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا

“Perumpamaan orang yang mengingkari kemungkaran dan orang yang terjerumus dalam kemungkaran adalah bagaikan suatu kaum yang berundi dalam sebuah kapal. Nantinya ada sebagian berada di bagian atas dan sebagiannya lagi di bagian bawah kapal tersebut. Yang berada di bagian bawah kala ingin mengambil air, tentu ia harus melewati orang-orang di atasnya. Mereka berkata, “Andaikata kita membuat lubang saja sehingga tidak mengganggu orang yang berada di atas kita.” Seandainya yang berada di bagian atas membiarkan orang-orang bawah menuruti kehendaknya, niscaya semuanya akan binasa. Namun, jika orang bagian atas melarang orang bagian bawah berbuat demikian, niscaya mereka selamat dan selamat pula semua penumpang kapal itu.” (HR. Bukhari no. 2493).

Setiap metafora yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dipastikan sarat dengan makna, sebab salah satu keistemewaan yang Allah titipkan pada lisan beliau yang mulia adalah “ِجَوَامِعُ الكَلِم” yaitu ungkapan yang tidak bertele-tele, bernilai sastra tinggi, tapi dengan kedalaman makna yang membumi, hingga mudah dipahami.

Pesan universal dari Hadits di atas adalah, Nabi menghendaki, ending perjalanan kapal itu dapat berlabuh di dermaga dengan selamat, maka segenap upaya dikerahkan agar kapal tak karam di tengah samudra.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Baca: Pesantren Hidayatullah: Dari ’Sarang Laba-laba’ Hingga ‘Sarang Lebah’

Selanjutnya dengan sangat indah, Nabi menggambarkan secara rinci kondisi kapal, mulai dari posisi penumpang (ada yang berada di dek atas dan dek bawah), kebutuhan primer penumpang (air), posisi air (di atas), upaya normatif yang dilakukan penumpang dek bawah untuk memperoleh air (naik ke atas), tindakan menyimpang yang mungkin dilakukan oleh penumpang dek bawah untuk mendapatkan air (membocorkan perahu), alasan membocorkan perahu (tidak ingin mengganggu penumpang dek atas), dan akibat membocorkan perahu (semua tenggelam).

Analogi detail di atas, di samping mengantarkan kita pada satu titik yang terang tentang pentingnya amar ma’ruf nahi munkar, juga menggoda imajinasi kita untuk berada pada titik yang lain, role of leader! Masalah kepemimpinan!

Majas ini mengisaratkan, bahwa seorang pemimpin harus membuka telinga, agar dapat mendengar jerit kehausan penumpang dek bawah, membuka mata agar bisa melihat dan tahu kebutuhan mereka, membuka hati agar hadir getar cinta di antara mereka, membuka pikiran untuk dapat menemukan solusi dari masalah mereka, dan turun ke bawah agar terbangun chemistry (kedekatan emosional).

The Power of Chemistry, adalah hubungan unik penuh energi, yang tak dibatasi hitungan untung-rugi, yang tak disekat basa-basi dan kalkulasi, seseorang akan memimpin dengan hati, bukan dengan ambisi dan iming-iming materi.

Saat Umar manjadi khalifah, Madinah pernah dilanda kelaparan, dan tak terlihat tanda-tanda akan berakhir, dengan ksatria Umar berkata, “seluruh anggota keluargaku, tak kuperkenankan makan daging, sampai kelaparan di Kota Madinah berakhir.” Chemistry bisa menghadirkan pengorbanan tanpa batas.

Air adalah simbol kehidupan dan kesejahteraan, tempatnya di atas. Tugas pemimpin memastikan air itu mengalir ke bawah, membasahi dahaga penumpang, tanpa disumbat oleh like and dislike (suka atau tidak suka). Memastikan dengan data akurat, bukan dengan ilusi dan halusinasi, kira-kira dan barangkali, apalagi sekadar bisik-bisik tetangga, agar kesejahteraan terdistribusi dengan tepat, tanpa menunggu upaya normatif penumpang naik ke atas.

Karena tak mustahil, di antara mereka ada yang telah renta, tulangnya sudah rapuh, tak sanggup lagi menopang tubuhnya, apalagi untuk menapaki tangga ikhtiar, jalan terakhir mereka adalah tindakan menyimpang membocori perahu, dan itu tragedi.

Membocori perahu adalah kesalahan fatal, apapun asumsi yang menyertainya, logis dan masuk akal sekalipun. Mungkin mereka beralasan, tak ingin mengusik yang di atas, tugas pemimpin dan penumpang lain tetap harus mencegahnya.

Bagi para jamaahnya, Hidayatullah adalah perahu, yang sedang melintasi samudra perjuangan, akan berhadapan dengan badai dan gelombang, yang mungkin lebih dahsyat di separuh abad selanjutnya. Jamaahnya semua adalah penumpangnya, dengannya ingin berlabuh di dermaga. Jangan sampai karena kepentingan sesaat, akibatnya tak ada yang selamat.

Seorang seniman berkata dalam penggalan syairnya:

Perahu Negeriku
Perahu Bangsaku
Jangan retak dindingmu.*

Dzulkifli M. Salbu | Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Selatan

Banjarbaru (21/08/2021)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:50 Tahun HidayatullahHidayatullahormas Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dari Ulama sampai Menteri Agama Desak M Kece Ditangkap
Tulisan selanjutnya AS dan Spanyol Sepakat Gunakan Pangkalan Militer untuk Tampung Pengungsi Afghanistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?