Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Menuju Dakwah yang Mencerahkan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2014 18:04 6:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Oktober 2002 13:07
Bagikan
Bagikan

Oleh Ihsan Basir dan Reza Indragiri Amriel *

Ucapan “Bismillahirrahmanir rahimm” menyatu dengan ucapan “Dalam nama Tuhan Yesus” mengawali ceramah dua orang yang mengaku muslim.

Dalam ceramahnya, sang pendeta memperkenalkan diri sebagai mantan aktivis Islam militan Gerakan Komando Jihad dan berteman baik dengan seorang WNI yang saat ini ditahan oleh otoritas keamanan Filipina atas tuduhan terlibat aksi terorisme. Mereka mengaku dibesarkan dalam keluarga Nahdlatul Ulama di daerah Kampung Arab (Malang, Jawa Timur), si pendeta mendapatkan jalan kebenaran justru di dalam penjara. Peristiwa ini diilustrasikan si pendeta sebagai “pertemuan antara Paulus dengan Mochammad”. Jangan keliru, si pendeta bernama Mochammad, sementara Paulus adalah nama rekan satu sel si Muhammad.

Perbincangan bersama Paulus–tahanan yang digambarkan sebagai penjahat dengan tutur kata santun dan kehalusan budi pekerti, disertai dengan sejumlah petunjuk ajaib yang dialaminya di penjara, meneguhkan hati Mochammad untuk membuat sebuah keputusan munomental dalam hidupnya. Di penjara ia berpindah ke Kristen.

Di sela-sela tepuk tangan dan pujian-pujian yang digemakan oleh para jemaah sebagai respon terhadap kisah keselamatan si pendeta, sang pendeta beberapa kali mengutip dan mengartikan sejumlah kalimat berbahasa Arab yang disebutnya sebagai ajaran dalam Islam dan ayat-ayat Al Qur’an.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Sesungguhnya, tidak hanya ekspresi penuh kebahagiaan yang ada malam itu. Dua muslim yang diundang oleh panitia, meskipun mencoba untuk tetap tersenyum dan bertepuk pelan, justru kerap kali menundukkan kepala dan menarik napas panjang selama sang pendeta menyampaikan ceramahnya. Dorongan kedua muslim tersebut untuk meluruskan pernyataan-pernyataan si pendeta, yang berkecamuk dengan rasa penghormatan mereka terhadap tuan rumah, hanya berujung pada perasaan terasing. Sepi di tengah keramaian, pilu di antara kesukacitaan, mendorong kedua muslim itu untuk segera pulang setelah ceramah usai.

Namun, panitia menahan langkah kedua muslim tadi. Ajakan panitia untuk berdialog dengan sang pendeta sedikit membesarkan hati mereka.

Di hadapan panitia dan sejumlah jamaah, kedua muslim tersebut menyalami sang pendeta. Sang pendeta pun menerima mereka seraya menyodorkan kartu namanya. Di situ tertulis kutipan lengkap):

MOCHAMMAD MINISTRY – WALIYULLAH – MOCH. A.F. FILEMON / EVANGELIST MISSIONS – OFFICE: Kokan Permata Kelapa Gading, Jl. Boulevar Bukit Gading Raya Blok D-12, Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara 14240. Telp. (021) 4514021, Fax. (021). 4514021 – RESIDENCE: Janur Hijau VII TC II No. 6, Kelapa Gading Permai, Jakarta Utara. Telp. (021) 4520972, HP. 0812 8635530.

Berdasarkan perkenalan sang pendeta saat menyampaikan ceramah, A.F adalah singkatan dari Arif Fadhilah.

Kedua muslim itu pun memperkenalkan diri mereka. Mereka memperkenalkan diri sebagai muslim dan berterima kasih kepada sang pendeta atas undangan yang mereka terima untuk hadir malam itu. Sang pendeta tampak terkejut serta mengakui keterkejutannya bahwa ia tak menyangka ada ummat Islam yang datang di acara tersebut.

Perbincangan malam itu tidak hanya menjadi ajang bertukar pikiran bagi Kristen dan Islam. Namun, yang lebih berarti lagi, kedua pihak dapat mengutarakan perasaan mereka masing-masing secara terbuka, jujur, dan tulus.

Ada begitu banyak hal yang mereka diskusikan malam itu. Singkat cerita, kedua muslim tadi menyampaikan cermatan mereka terhadap isi ceramah sang pendeta. Gundah hati mereka akan teknik – meminjam istilah Abdurahman Wahid – “plintiran” ayat. Cuplik sana, cuplik sini, potong kanan, potong kiri, buat ayat sendiri, dan tafsirkan sekena hati. Dalam pandangan kedua muslim tadi, cara-cara ini tidak akan memberikan pencerahan bagi manusia, khususnya warga Kristiani. Termasuk dengan interpretasi kata “jihad fi sabilillah”. Adalah keliru untuk memaknakan kata ini sebagai membantai penganut agama lain. Atau, dalam kalimat sang pendeta dalam ceramahnya, “Bagi muslim, jika membunuh orang Kristen saja sudah berpahala, apalagi menghabisi nyawa pendetanya.”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
123Halaman selanjutnya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Balas Sikap Diskriminatif Washington
Tulisan selanjutnya Warga NU Resahkan Pemikiran Islam Liberal dan Ahlussunnah Wal Jamaah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

Berita
21 Juli 2026 22:15
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?