Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Sikap Muslim terhadap Natal dan Tahun Baru [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Desember 2015 14:01 2:01 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Desember 2015 14:01
Bagikan
Karyawan muslim menggunakan topi Santa [ilustrasi]
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Sastrawan Tarigan

Perayaan Natal dan Tahun Baru kini menjadi perayaan orang-orang Kristen dan dijadikan ibadah bagi mereka.

Lagi pula, jika ditinjau lebih jauh, Perayaan Natal dan Tahun Baru disemarakkan lebih menjadi lahan bisnis bagi para kapitalis, karena melihat pangsa pasar yang besar. Muslim menjadi salah satu target pasarnya.

Maka bagaimana sikap kita sebagai Muslim? Jika kita ikut melaksanakan perayaan ini ada beberapa implikasi yang akan terjadi.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Pertama, jika ikut-ikutan menggunakan atribut natal dan tahun baru maka kita akan dimasukkan sebagai golongan mereka. Nabi bersabda, “Barangsiapa yang mengikuti suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut.” (HR. Ahmad)

Kedua, jika kita ikut ibadah dalam ibadah mereka. Seperti berdo’a bersama ataupun ikut dalam perayaannya. Maka kita dilarang untuk mengikuti ibadah mereka. Karena hal itu termasuk kemusyrikan dan termasuk menyekutukan Allah.

Ketiga, jika kita mengucapkan selamat natal. Maka berarti dengan sadar diri kita mengakui bahwa Allah itu punya anak. Dan ini sangat batil dan membuat Allah murka. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman,

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَـهٍ إِلاَّ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya kafirlah orang orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, Padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” ( QS al-Maidah:73)

لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئاً إِدّاً
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَداً

“ dan mereka berkata: “Tuhan yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”.Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, Hampir-hampir langit pecah karena Ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka menda’wakan Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak.” ( QS Maryam:88-91)

Ketika kita mengatakan Selamat Hari Natal, yang artinya selamat atas kelahiran Tuhan. Maka ini adalah perkataan yang bisa menyebabkan kekafiran. Dan khawatirlah kita dengan ini Allah murka terhadap kita. Jangan berdalih dengan toleransi. Toleransi dalam hal kehidupan sosial kita diperbolehkan. Namun toleransi dalam hal ibadah dan akidah kita dilarang. Dengan tegas dikatakan, bagimu agamamuu, bagiku agamaku.

Jika dipaksa menggunakan atribut, beritahu bos kita bahwa hal itu dilarang dalam Islam. Jika tidak bisa juga, laporkan pada pihak yang memiliki wewenang Disnaker atau ke ormas Islam. Jika karena itu dipecat tak masalah, Allah akan ganti dengan yang lebih baik. Terakhir, marilah kita renungi firman Allah ini,

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

“dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS al-Isra’:36).*

Penulis meninat masalah agama

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kelahiran Yesusnataltahun baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim MK: UU Nasional Sudah Banyak Menyerap Hukum Islam
Tulisan selanjutnya Paus Larang Umat Katolik Sebarkan Agama di Kalangan Yahudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Berita
13 Oktober 2026 16:03
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?