Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Menjawab Penyimpangan “7 Dalil Umat Islam DKI dalam Pemilih Gubernur” (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 April 2017 12:36 12:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 April 2017 12:36
Bagikan
Buku "7 Dalil Umat Islam DKI.. " yang dinilai terlalu memaksakan diri untuk mendukung calon gubernur yang terlibat kasus penista agama
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Oleh: Masdar Helmi

 

Keempat, ada gubernur non Muslim dalam sejarah Islam?

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Saudara mencontohkan, Pendeta John pernah diangkat oleh menjadi bendahara pada masa Khilafah Mua’wiyah. Begitu juga pada masa kekhilafahan lainnya. 

Jawaban saya:

Saudara mengatakan bahwa pendeta Jhon diangkat menjadi bendahara. Itu artinya urusan keuangan saja kan? Bukan gubernur. Berarti TIDAK ADA GUBERNUR NON MUSLIM DALAM SEJARAH KEKHILAFAHAN ISLAM. Atau saudara sengaja membohongi orang awam dengan memerkosa dalil sedemikian rupa demi syahwat Anda?

Semua orang juga tahu kalau bendahara itu mengelola keuangan atas dasar perintah gubernur. Itu artinya bendahara adalah bawahan gubernur.   

Kelima, menentukan pilihan pemimpin menurut Ahlussunnah wal Jama’ah

Pada halaman 23 saudara mengutip pernyataan Ibnu Taimiyah yang intinya pemimpin yang adil walaupun kafir lebih baik dari pada Muslim tapi tidak adil.

Baca:  KH Arifin Ilham: Semoga Allah Memberi Hidayah kepada Ahok

Jawaban:

Pertama,  pernyataan Ibnu Taimiyah itu dalam konteks ingin menegakkan keadilan di negeri yang dipimpin oleh seorang Muslim yang tidak adil. Bukan anjuran apalagi perintah untuk memilih pemimpin kafir.

Kedua, logika sehat akan cepat menalar bahwa kalau Muslim tidak adil saja tidak akan disokong (meminjam kata-kata anda) oleh Allah Subhanahu Wata’ala, apalagi kalau pemimpinnya enggak Muslim enggak adil lagi. Makin besarlah bencana. 

Keenam, Posisi agama Islam di dalam NKRI yang berdasarkan Pancasila

NKRI adalah sah dilihat dari pandagan Islam. Sehingga harus dipertahankan dan dilestarikan. 

Jawaban:

Yang bilang tidak sah siapa? Semua orang juga bilang begitu. Dan semua elemen bangsa ini ingin mempertahankan NKRI ini dari cengkeraman asing dan aseng. Lantas kenapa Anda mengkampanyekan paslon tertentu seolah orang lain anti NKRI dan Pancasila? Anda sehat?

Anda mengatakan, “Konsekuensi dari sikap NU itu adalah kesetiaan pada konstitusi UUD 1945 dst…tidak boleh SARA.”

Saya tanya kepada saudara: Apakah semua warga NU atau tokoh NU sama mendukung paslon yang jelas-jelas tersangka penistaan agama itu? Mendukung penista agama itu aspirasi warga NU atau segelintir oknum elit NU?  Kenapa Anda bawa-bawa NU? Jawab jujur, lalu taubatlah saudara. Kalau perlu ajak yang lain juga supaya kembali ke khittah yang lurus.

Baca:  Ahok Dikecam Bilang “Jangan Percaya Dibohongi Pakai Surat Al-Maidah”

Menurut saudara yang tidak memilih Ahok identik dengan SARA. Saudara tidak tahu kalau Ahok juga sering kali membawa isu sara dalam pernyataan-pernyataannya? Saudara ini kiyai atau juru kampanye? Atau dua-duanya?

Bagi saya tidak ada masalah, siapapun anda. Tapi, argumentasi anda janggal. Karena seolah haram bicara SARA bagi orang lain, tapi bagi Ahok halal. Sehingga anda mati-matian mendukungnya.

Ketujuh, Ahok sudah terbukti membawa kemaslahatan bagi umat Islam di Jakarta dan pro rakyat tidak elitis?

Pak Kiai, proyek Reklamasi Pulau itu untuk kepentingan siapa? Untuk Asing dan Aseng kan? Coba anda browsing iklannya. Pakai bahasa China. Jelas kan?

Penggusuran Kalijodoh itu untuk kepentingan siapa? Sinar Mas Land kan? Coba deh lihat jelas-jelas di sana. Tertera jelas Sinas Mas Land di sana. 

Lagian, kalau memang pro rakyat kenapa enggak gusur Kalijodo dan Alexis sekalian. Kenapa hanya Kalijodoh? Yang Ahok gusur bukan prostitusinya tapi pemukiman warganya.

Baca:  Tanggapi GP Ansor, KH Ma’ruf Amin: Muktamar NU di Lirboyo Larang Pilih Pemimpin Kafir

Jangan gara-gara anda pernah diumrahkan oleh Ahok lantas anda bilang Ahok lebih islami dari Umar bin Khattab! Ironis. Semoga tidak demikian. 

Penutup

Seyogyanya, dalil yang digunakan oleh penulis tersebut digunakan untuk memilih pemimpin Muslim. Tetapi nyatanya dipelintir sedemikian rupa, hingga seakan-akan menjadi argumentasi bagi Muslim untuk memilih gubernur non Muslim.

Dengan mencantumkan pernyataan dari tokoh pendukung petahana yang tertangkap kamera pernah makan siang bersama Ahok tersebut, semakin menjadi justifikasi bagi kelompok pro penista ini.

Apakah sedemikian murahnya harga diri penulis sehingga harus mengobral dalil demi mengkampanyekan sang penista menjadi calon pemimpin daerah yang notabenenya adalah miniatur Indonesia dan berpenduduk mayoritas Muslim ini?. Wal ‘iyadzu billâh.  Saya berharap tidak demikian. Semoga!. 

Penulis adalah Wasekjen BAKORPA. Chairman of “Indonesian Political Analysis and Democration (IPAD) Forum”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:7 Dalil Umat Islam DKIahokBasuki Tjahaja PurnamaGubernur DKIkepemimpinanpemimpin adilpemimpin kafirpenyimpanganpilkada
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bank Syariah Mau Maju Pesat? Harus Kaffah
Tulisan selanjutnya Parlemen Inggris Desak Cabut Kewarganegaraan Bashar al Assad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?