Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Panduan Adab untuk Guru Dan Santri

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate: 4 Maret 2022 10:54 10:54 am
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 4 Maret 2022 11:30
Bagikan
adab
Bagikan

Loss of adab, seperti menjadi ‘hantu’ buat para guru dan orangtua. Adab sekaligus akhlaq tak bisa ditegakkan dalam ruang hidup pembelajaran bersama para ahli ilmu. Pun demikian juga, orangtua serba kesulitan juga untuk menegakkan adab anak di lingkungan rumah maupun di sekitar masyarakat. Hal ini terasa dan bisa dirasakan manakala iman pada seseorang tak teguh dan kokoh.

 

Adab memberikan kenyamanan dalam sirkulasi proses kehidupan di ruang manapun, jika iman dalam dadanya kokoh. Namun sebaliknya, tatkala iman itu lemah, maka struktur adab pun akan melepuh lemah tak berdaya. Hilang akhlak dan sopan santun, serta hikmah dalam kehidupan.

 

Suatu saat Imam Syafii ditanya. Bagaimana minat Anda terhadap adab? Imam Syafii menjawab, mendengar satu huruf dari masalah adab yang belum pernah aku dengar sebelumnya, menjadi aku berangan-angan seandainya semua anggota tubuhku memiliki pendengaran sehingga dapat menikmatinya. Beliau juga ditanya, “ Bagaimana usaha Anda untuk meraihnya?” Sang Imam menjawab, “Layaknya semangat pencarian seorang ibu yang kehlangan anak satu-satunya.” Sepeti mejadi wajar jika hal ini disampaikan Imam Syafii, apalagi kalau merujuk firman Allah dalam surat Al Qolam ayat 4, “ Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

 

Keluhuran adab harus sejalan dengan iman dan orang-orang berilmu. Karena dengan ilmu dan adab yang didapat maka amal yang disosialisasikan pun menjadi kokoh. Seperti halnya ulama Ibnu Sirin berkata, “Para ulama terdahulu mempelajari adab sebagaimana mempelajari ilmu.” Dan AL Hasan berkata, “Sungguh, untuk menguasai adab, seseorang perlu mempelajari bertahun-tahun. Bahkan Sufyan bin Uyainah menjelaskan bahwa, “Rsulullah merupakan barometer paling utama. Kepada beliaulah segala hal di takar, yaitu akhlak, perangai dan petujuk beliau. Apa yang sesuai dengannya itulah kebenaran. Dan apa yang meneyelisihinya maka itulah kebatilan.”

 

 

Ilmu dan orang yang berilmu

Ali bin Abi Tholib berkata, “Cukuplah menunjukkan kemuliaan ilmu bahwa orang yang tidak menguasainya kadang mengklaimnya dan merasa senang jika ilmu dinisbatkan kepadanya. Dan cukuplah menjadi pertanda buruknya kebodohan bahwa orang bodoh pun menolak jika dirinya dinisbatkan kepadanya.” Jadi sebaik-baiknya karunia adalah akal dan seburuk-buruknya musibah adalah kebodohan. Oleh karena itu, ilmu bagi manusia bisa mengantarkan dirinya bermartabat. Tetapi tatkala ilmu itu tidak dilandasi iman dan adab, maka kesombongan dan martabat ilmu dan penuntut ilmunya pun menjadi lemah. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firmannya dalam surat Az Zumar 9, “Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui…”

 

Menjadi sangat tegaslah martabat penuntut ilmu dan kokohnya ilmu yang dilanasi dengan iman dan adab. Sebagaimana disampaikan dalam hadir riwayat Abu Dawud no 3641, dan At Tirmidzi no. 2682, “Barag siapa meniti  jalan untuk menuntut ilmu, akan dipermudah baginya jalan ke surga. Sungguh, para malaikat merendahkan sayapnya kepada para penuntut ilmu karena keridhaan Allah kepada mereka. Orang yang berilmu akan dimintakan ampunoleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yan berada di dasar laut. Kelebihan seorang alim disbanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang. Para ulama adalah pewaris para nabi, sedangkan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya maka dia telah mengambil bagian yang banyak.”

 

Jadi sangatlah engkap dalam buku ini uraian tentang korelasi iman, adab dan ilmu. Sudah saatnya bagi penuntut ilmu untuk membaca buku ini sebagai landasan berpikir dan bertindak sebagai penuntut ilmu. Adapun bagi guru, buku ini bisa dijadikan acuan sekaligus panduan, bagaimana semestinya menyampaikan ilmu dilandasi dengan adab. Dan tentu kita berharap antara adab dan ilmu bisa diamalkan sesuai dengan harapan yang bisa menumbuhkan memperkokoh keimanan. */Akbar Muzakki, Suara Hidayatullah

 

Judul Buku               : Adab Fondasi Ilmu

Penulis                      : Ibnu Jama’ah

Penerbit                    : Taujih, Sukoharjo

Cetakan                     : Januari 2022

Tebal                          : 316 Halaman

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabpendidikan adab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahfud KRI Nanggala Keppres 1 Maret Jokowi Tak Sebut Soeharto, Mahfud MD Beri Klarifikasi
Tulisan selanjutnya UNHRC: Bensouda Pimpin Tim Penyelidik Pelanggaran HAM dalam Konflik di Ethiopia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan

Berita
11 Juli 2026 16:21
BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?