Hidayatullah.com — Pejabat senior Hamas memperingatkan rencana Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir untuk terus menggusur rumah-rumah Palestina di Yerusalem selama bulan suci Ramadhan akan “menyebabkan ledakan terhadap pemerintah Israel yang rasis.”
Menurut MEMO pada Rabu (08/03/2023), Hisham Qasem, anggota Hamas di pengasingan, berkata: “Saudara-saudara kami di Yerusalem adalah pemilik tanah yang sah dan mereka tidak akan pernah membiarkan Zionis menggusur dan mengambil alih rumah mereka.”
Ia mengaku kelompok perlawanan Palestina dan Hamas sedang bersiap untuk melawan setiap agresi yang dilakukan Zionis Israel.
“Perlawanan Palestina sedang mempersiapkan konfrontasi sebagai tanggapan atas setiap agresi yang dilakukan terhadap ibu kota kami dan rakyat kami di Yerusalem,” lanjutnya.
“Perlawanan kami adalah perisai pertahanan melawan agresi dan pelanggaran terus-menerus Israel di mana-mana.”
Para pejabat senior Hamas meminta negara-negara Arab dan Muslim untuk “serius bertindak melawan rencana penggusuran rumah-rumah Palestina oleh Israel di Yerusalem.”
Sebelumnya, pada Senin (06/03) Menteri Keamanan Nasional Zionis Itamar Ben-Gvir yang merupakan ekstremis Yahudi memerintahkan polisi Israel untuk melanjutkan penggusuran rumah Palestina di Yerusalem.
Dilansir surat kabar Yedioth Ahronoth, polisi Israel memperingatkan Ben-Gvir bahwa bulan puasa bisa sangat tidak stabil. Zionis Israel sebelumnya tidak pernah melakukan penggusuran selama bulan Ramadhan karena menghindari perlawanan rakyat Palestina.*