Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Partai Demokrat: Angka Kemiskinan Tak Menyusut,  Pemerintahan Presiden Jokowi Terlalu Andalkan Buzzer

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Maret 2023 09:14 9:14 am
Ahmad
Dipublikasikan 16 Maret 2023 09:15
Bagikan
Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra
Bagikan

Hidayatullah.com—Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai pemerintahan Presiden Jokowi tidak lebih baik dari era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terutama dari segi kemiskinan dan indeks persepsi korupsi.

Menurut dia, Pemerintahan Presiden Jokowi dinilai gagal menurunkan jumlah masyarakat miskin di Indonesia. Dia menilai kegagalan itu sebagai karma karena mengerahkan buzzer. “Pak SBY dari 36 juta (angka kemiskinan) dalam waktu sepuluh tahun bisa turun bisa sampai 27 juta. Sekarang kita tahu berkisar 26 sampai 28 juta,” kata dia dalam diskusi Survei KedaiKopi di Jakarta Pusat, Rabu (15/3/2023).

Menurutnya, di akhir kepemimpinan SBY, jumlah penduduk miskin bisa ditekan menjadi 28,28 juta orang di Maret 2014, dengan tingkat kemiskinan sebesar 11,25 persen. Kemudian, September 2014 jumlah penduduk miskin berkurang menjadi 27,73 juta orang, dengan tingkat kemiskinan sebesar 10,96 persen.

Angka ini merupakan jumlah penduduk miskin paling rendah pada masa kepemimpinan SBY. Dia nerharap tidak ada lagi kemiskinan, pengangguran. “Pembangunan buat apa, bangunan megah tapi jumlah orang miskin tidak ada perbaikan secara signifikan,” ucap Herzaky.

Selanjutnya, ia mengutip data Transparency International yang menyebut Laporan Indeks Persepsi Korupsi 2022 mencatat Indonesia pada skor 34. Menurut dia, angka ini merosot empat poin dari skor di tahun 2021, dimana peringkat Indonesia turun peringkat 110 dari 180 negara.

Baca Juga

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Menurut Herzaky, Jokowi gagal melanjutkan pencapaian SBY memperbaiki indeks persepsi korupsi. Hal lain yang menjadi catatan dia di era Jokowi terlalu banyak memanfaatkan buzzer politik menyerang SBY.

“Inilah mungkin namanya karma. Karmanya para buzzer  bolak-balik, berusaha meredam, menghina, menjatuhkan pemerintahan Pak SBY, tapi yang terjadi kebalikannya,” sambung dia.

Karena itu dia menghimbau semua pihak tidak lagi saling menjatuhkan dan menyerang satu sama lain saat Pemilu 2024 nanti. Dia juga berharap politik ketakutan tidak digunakan menyerang calon pemimpin tertentu dan sebaliknya semua pihak mengedepankan gagasan, dan ide dan konsep berpolitik.

“Tolonglah kita jangan sebarluaskan politik ketakutan, labeling, stigma, gak perlu. Berjuang saja lewat gagasan,” ujarnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineJokowikemiskinanKorupsiPartai DemokratPresiden Jokowi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Menolak Mengeluarkan Visa Masuk Delegasi ‘Israel’
Tulisan selanjutnya Menelisik Kata Jima’ (جماع)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral

Berita
8 Juli 2026 21:23
MUI Jabar Berencana Bentuk Satgas dan Posko Anti LGBT, Terima Dukungan Puluhan Ormas dalam Audiensi
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026

Terbaru

  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
  • ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
  • Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
  • Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
  • Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
  • Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Mungkin Anda Juga Suka

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

13 Juli 2026 06:00
Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

13 Juli 2026 05:55
Berita

Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

12 Juli 2026 17:41
Berita

Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh

12 Juli 2026 11:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?