Hidayatullah.com – Liga Muslim Dunia baru saja selesai menggelar konferensi antar Mahzab yang dihadiri ulama dan mufti dari berbagai negara. Pertemuan yang diadakan di Arab Saudi tersebut, membahas perlunya persatuan Islam demi mencapai tujuan bersama.
Bertemakan “Membangun Jembatan Antar Mazhab Islam”, konferensi itu berlangsung selama dua hari dan merupakan tindak lanjut dari “Piagam Makkah” yang disepakati pada tahun 2019.
Para ulama sepakat menetapkan visi persatuan, mengajak umat Islam untuk melampaui perbedaan mereka dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama, mengakui keragaman dalam Ummat namun tetap menekankan perlunya berkonsentrasi pada prinsip-prinsip inti dan hukum-hukum Islam.
Melansir Saudi Gazette pada Kamis (21/03), piagam menyerukan persatuan dan mengatasi tantangan sektarian dengan mempromosikan rasa hormat terhadap perbedaan, menganjurkan komunikasi yang efektif dan memperingatkan efek berbahaya dari fitnah dan penyesatan yang berkontribusi terhadap perpecahan.
Baca juga: Beda Mazhab dan Sekte: Gagasan KH Abdullah bin Nuh
Mengakui keragaman di antara mahzab sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT, piagam ini mendorong keterlibatan yang bijaksana dan bijaksana dalam menghadapi perbedaan-perbedaan ini, yang bertujuan untuk mencapai keharmonisan dan menghindari perpecahan.
Piagam ini menyoroti pentingnya pendidikan dan media dalam mempromosikan persatuan Islam dan menyerukan inisiatif pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan wacana media yang memupuk persaudaraan dan kerja sama.
Untuk memastikan kelangsungan upaya menjembatani ini, piagam tersebut mengusulkan diselenggarakannya konferensi tahunan untuk menyegarkan kembali visi dan tujuannya. Para ulama juga sepakat untuk membentuk komite koordinasi untuk mempromosikan dialog di antara aliran-aliran pemikiran Islam.
Konferensi antar Mahzab dihadiri sejumlah ulama terkemuka dari berbagai negara seperti Irak, Iran, Turki, Mesir, Lebanon, Afghanistan, Malaysia, Indonesia serta Arab Saudi.*