Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Taliban Afghanistan Larang MMA

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Agustus 2024 20:15 8:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Agustus 2024 20:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Taliban yang menguasai pemerintahan Afghanistan saat ini melarang  mixed martial arts (MMA), dengan alasan tidak sesuai dengan hukum syariah.

Seorang pejabat bidang olahraga, hari Selasa (27/8/2024), kepada penyiaran lokal TOLOnews  mengatakan MMA penuh dengan unsur kekerasan dan menimbulkan risiko kematian bagi pelakunya.

Larangan itu dikeluarkan oleh kepolisian moral Afghanistan yang berada di bawah Kementerian Amar Ma’rif Nahi Munkar, menyusul dilakukan penelaahan terhadap cabang olahraga beladiri itu.

“Ternyata olahraga ini bermasalah dari sisi syariat dan banyak mengandung unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam,” kata Direktorat Jenderal Pendidikan Fisik dan Olahraga dalam sebuah pernyataan yang dikirimkan kepada kantor berita AFP.

“Itulah sebabnya keputusan ini dibuat,” imbuh pernyataan itu.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

MMA populer di kalangan anak muda Afghanistan, dan memiliki basis penggemar lokal yang semangat menggelutinya. Mixed Martial Arts Federation dirikan pada 2008 di Afghanistan, sementara Afghanistan Fighting Championship (AFC) dan Truly Grand Fighting Championship (TGFC) kerap menggelar pertarungan semasa pemerintahan sebelumnya yang disokong Amerika Serikat dan sekutunya.

Sejak Taliban kembali berkuasa, pemerintah Afghanistan mengeluarkan peraturan yang melarang tindakan memukul bagian wajah pada 2021. Walaupun tidak disebutkan secara khusus di dalam peraturan tersebut, sejak itu pertarungan MAA secara efektif terlarang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanMMATaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khawatir Pembalasan Iran, Benjamin Netanyahu Perketat Keamanan Putranya di AS
Tulisan selanjutnya Kanada Berlakukan Tarif Masuk 100 Persen untuk Kendaraan Listrik China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

31 Agustus 2026 18:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?