Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Dua Ilmuwan Prancis Jadi Terdakwa Kasus Penyerangan Konsulat Rusia di Marseille

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Februari 2025 17:59 5:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Februari 2025 17:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dua ilmuwan Prancis akan dihadirkan di pengadilan sebagai terdakwa setelah melakukan aksi protes dramatis di Konsulat Rusia di Marseille pekan ini, dengan alasan terdorong oleh konflik antara Rusia dan Ukraina.

Pihak kejaksaan hari Rabu (26/2/2025) mengatakan bahwa kedua orang itu adalah pegawai dari lembaga penelitian utama milik pemerintah CNRS. Mereka mengaku melemparkan alat peledak atau bom rakitan ke arah gedung Konsulat Rusia di kota Marseille, bagian selatan Prancis. Tiga botol plastik dilemparkan ke taman di sekitar gedung Konsulat pada hari Senin (24/2/2025) bertepatan dengan tiga tahun invasi Rusia ke Ukraina.

Botol-botol tersebut – dua di antaranya meledak – berisi nitrogen dan sejumlah bahan kimia lain. Beruntung tidak ada yang terluka dalam peristiwa itu dan tidak ada laporan kerusakan.

Satu dari peneliti itu merupakan insinyur dan satunya pakar kimia. Keduanya dihadirkan di pengadilan pada hari Kamis, lapor RFI.

Menurut jaksa Nicolas Bessone, keduanya membenarkan tindakan mereka dalam konteks konflik Rusia dan Ukraina.

Baca Juga

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Kedua peneliti itu didakwa dengan tuduhan merusak properti dengan alat yang dapat membahayakan manusia dan membuat alat peledak atau alat pembakar tanpa izin, kata Bessone, jaksa Marseille.

CNRS merupakan badan riset yang melakukan penelitian di berbagai bidang keilmuan dan memiliki lebih dari 1.100 laboratorium di berbagai wilayah Prancis. CNRS mempekerjakan sekitar 33.000 orang termasuk dari bekas Uni Soviet.

Koran daerah La Provence melaporkan bahwa kedua pria itu – berusia 40-an dan 50-an – teridentifikasi mengikuti aksi unjuk rasa pro-Ukraina di depan Balai Kota Marseille pada hari Senin.

Pihak Kedutaan Rusia di Paris mengatakan bahwa sebelum insiden pihaknya sudah meminta pihak Prancis untuk memperketat pengamanan di sekitar gedung-gedung misi diplomatik Rusia karena dikhawatirkan adanya serangan atau provokasi.

“Meskipun demikian, serangan seperti itu akhirnya tetap terjadi,” kata Kedutaan Rusia.

Moskow menyebut insiden itu sebagai”serangan teroris”, sementara pemerintah Prancis mengecam “pelanggaran keamanan terhadap kompleks misi diplomatik manapun”.

Komite Penyelidikan Rusia, yang bertugas menangani kasus-kasus kejahatan besar, hari Selasa mengatakan pihaknya sudah melakukan investigasi sendiri dan sedang mempersiapkan permohonan bantuan legal internasional.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:PrancisrusiaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya seleksi imam masjid uea Menjelang Ramadhan UEA Buka 54 Masjid Baru
Tulisan selanjutnya Awal Ramadhan 1446 H NU dan Muhammadiyah Sama, Jatuh Hari Sabtu 1 Maret 2025

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

19 Oktober 2026 21:48
Berita

Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

19 Oktober 2026 16:57
Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

19 Oktober 2026 12:57
drone peledak Houthi
Berita

Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain

19 Oktober 2026 12:54
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?