Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Banyak Dai Terlalu Fanatik dan Berlebihan Menyikapi Perbedaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 April 2016 08:40 8:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 April 2016 08:40
Bagikan
Ustad Abdullah Sholeh Hadrami dalam kajian bertema Fiqih Dakwah di aula Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Ar-Rohmah Putri Malang, pada Sabtu (09/04/2016)
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang dai dituntut untuk sering melakukan piknik. Ia harus keluar dari daerahnya dan melihat daerah baru agar pikirannya lebih terbuka. Jika pikiran terbuka, pemahaman seorang dai akan menjadi luas dan tidak sempit.

Hal ini disampaikan penulis buku “Mata Air Inspirasi” Abdullah Sholeh Hadrami dalam kajian bertema Fiqih Dakwah di aula Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Ar-Rohmah Putri Malang, pada Sabtu (09/04/2016). Dalam kajian yang digagas DPW Hidayatullah Jatim tersebut, alumnus LIPIA tersebut juga berpesan agar para dai tidak fokus pada masalah khilafiyah.

“Sebab, sesama Ahlussunnah Wal Jamaah, kita masih lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya,” jelasnya di hadapan ratusan dai se Jawa Timur mengutip perkataan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Dalam hal perbedaan pendapat, salah satu murid Syeikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin ini juga berpesan agar memfokuskan untuk mencari titik temu. Tinggalkan hawa nafu dan kepentingan.

“Yang penting harus ikhlas,” lanjut suami Ummu Abdil Qowiy tersebut.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Lebih lanjut, dalam menyikapi perbedaan, hal yang paling penting adalah melakukan klasifikasi terlebih dahulu.

Apakah perbedaannya dalam masalah yang prinsip atau tidak. Salah satu hal yang prinsip adalah masalah aqidah.

Dalam masalah aqidah, kita harus sama-sama berasaskan aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Kalau perbedaan itu bukan masalah yang prinsip, tidak perlu dibahas panjang lebar hingga menimbulkan perpecahan.

“Monggo melaksanakan sesuai keyakinan, yang penting, kita tetap bersaudara,” ujarnya menegaskan.

Masalahnya, kebanyakan dai terlalu berlebihan dalam hal perbedaan. Jelas-jelas bukan perbedaan prinsip, tapi dijadikan seolah-olah perbedaan prinsip. Belum lagi, ada dai yang terlalu fanatik dengan golongan dan kelompoknya. Sehingga al-Quran dan hadits tidak menjadi sandaran utama.

Di zaman nabi, banyak perbedaan-perbedaan pendapat yang terjadi. Tetapi, semuanya tetap rukun dan damai, tidak saling menghujat dan mencaci.

Oleh sebab itu, dalam Surat Yusuf : 108, dai harus berdakwah ‘ala bashirah (di atas ilmu). ‘Ala bashirah dalam ayat ini, bermakna tiga hal. Pertama, memiliki ilmu tentang apa yang didakwahkan. Kedua, mengetahui keadaan oran-orang yang didakwahi. Dan ketiga, mengetahui cara berdakwah.

Cara berdakwah ini, menurut nya, yang harus diperhatikan. Di antara poin penting dalam berdakwah yang diajarkan para ulama adalah bersabar. Hal ini, paparnya, seperti tertuang dalam surat al-Ashr yang mencakup 4 hal penting yang wajib dimiliki dai; ilmu, amal, dakwah dan sabar.

“Ketika awal mengajar Sunan Ibnu Majah di Masjid Nabawi, Bakar bin Abu Zaid hanya memiliki satu orang murid yang mengambil istifadah darinya. Padahal, beliay mengajar kitab tersebut selama 10 tahun,” ujarnya memberi contoh kesabaran seorang ulama.

Syeikh Ibnu Jibrin bahkan pernah mengajar tanpa pendengar kecuali seorang pembawa kopi saja.

Berdakwah Seperti Bermain Bola

Dalam penjelasannya tentang banyaknya kelompok-kelompok dakwah. Ia berpesan untuk berdakwah seperti bermain bola. Ada yang menjadi penyerang, ada kiper, dan sebagainya. Juga, lanjutnya, bisa diumpamakan seperti membangun rumah; ada arsiteknya, ada tukang bangunannya, dan sebagainya.

“Mari bagi-bagi tugas,” pungkasnya.

Kajian yang ditutup sekitar 21.15 ini merupakan rangkaian acara Silaturahmi Dai Hidayatullah Jawa Timur. Acara ini dibuka siang tadi, Sabtu, 9/4/16 ba’da zhuhur. Rencananya, sesuai agenda, acara ditutup besok, Ahad, (10/04/2016) setelah peresmian masjid kampus LPI Ar-Rohmah Tahfizh.*/Abdul Aziz, pegiat komunitas PENA Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdullah Sholeh Hadramiahlussunnah wal jamaahdaifanatikfiqih dakwahkhilafiyahperbedaan pendapat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berabad-Abad Dilarang, Wanita Akhirnya Diperbolehkan Bersembahyang di Kuil Shani Shingnapur
Tulisan selanjutnya Tes DNA Membuktikan Uskup Agung Canterbury Justin Welby Sesungguhnya Anak Sekpri Winston Churchill

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?