Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

FEBI UIN Ar-Raniry Gandeng BI Kupas Perjalanan Perbankan Syariah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Desember 2016 09:10 9:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Desember 2016 09:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggandeng Bank Indonesia (BI) untk mengupas perjalanan Bank Syariah di Indonesia, Kamis (1/22/2016).

Pelaksanaan acara yang berbentuk seminar tersebut di didahului dengan launching buku berjudul “Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia Kelembagaan, dan Kebijakan serta Tantangan ke Depan” yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.

Seminar dan launching buku tersebut dibuka oleh Andang Setyobudi Direktur Departemen Riset Kebanksentralan BI, dan turut diberi sambutan oleh Rektor UIN Ar-Raniry yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Drs. Luthfi Aunie, MA, serta dihadiri para jajaran OJK Aceh, kepala Dinas Syariat Islam Aceh Prof Syahrizal Abbas, Direktur Syariah Bank Aceh Haizir Sulaiman, para pimpinan Bank Syariah dalam wilayah kota Banda Aceh, perwakilan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), para dosen UIN, Unsyiah dan seribuan mahasiswa dari berbagai jurusan.

Dekan FEBI, Prof. Dr. Nazaruddin Aw, MA mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan BI pusat menyelenggarakan seminar dan launching buku tersebut karena berkaitan langsung fokus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang dipimpinnya.

“Dengan acara ini kita ingin melihat sejauh mana capaian peran Perbankan Syariah di Indonesia dalam kurun waktu satu desawarsa ini. Baik pencapaian SDM, jumlah aset yang dimiliki, maupun pencapaian market share perputaran uang di Indonesia, ,” ujar Prof Nazaruddin

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Menurut Nazaruddin, pihaknya sangat berkepentingan untuk mengatahui perkembangan dan persentase masyarakat Indonesia yang telah menggunakan sistem syariah dalam transaksi keuangannya.

“Oleh sebab itu, kita ingin mendekatkan Bank Syariah dengan nasabah atau calon nasabah di satu sisi, sementara di sisi lainnya kita juga berharap agar Bank Syariah memiliki komitmen yang konkrit terhadap akad yang sudah disepakati, ” ujar Prof Nazaruddin.

Prof Nazaruddin juga berharap agar Bank Syariah terus berinovasi dalam melahirkan produk-produk pelayanannya kepada masyarakat.

Sementara itu, Andang Setyobudi dalam sambutannya mengatakan, lembaga keuangan atau perbankan syaraiah di Indonesia memiliki prospek semakin baik di masa yang akan datang.

“Jika mampu mengoptimalkan peluang, merespon kebijakan dengan tepat, serta mengatasi sejumlah tantangan, maka perbankan syariah diyakini mampu berkiprah lebih optimal terutama dalam menggerakkan perekonomian bangsa” ungkap Andang Setyobudi

Sementara itu,  Ali Sakti, M.Ec yang berbicara dalam seminar ini mengatakan, BI telah dan akan terus menyusun buku seri tentang keuangan dan moneter Syariah di Indonesia dan topik-topik lainnya yang diharapkan menjadi referensi bagi dunia akademik khususnya serta masyarakat muslim Indonesia umumnya.

Dalam pemaparannya, Ali Sakti juga membedah filosofi ekonomi Syariah serta bahaya riba bagi umat Islam. Disebutkan Mukti Ali, konsep dan sistem riba bisa merusak aliran dan distribusi kekayaan sehingga memperparah indeks kemiskinan.

“Sementara ekonomi Islam yang dijalankan Perbankan Syariah berlandaskan pada Aqidah, Akhlak dan Syariah yang menggunakan instrumen iman, zuhud, silaturrahmi, Ziswaf, dengan transaksi yang non ribawi yang kemudian dialirkan melalui sektor sosial dan komersial yang tujuannya adalah untuk pemerataan distribusi kekayaan dan pendapatan, ” ujar Ali Sakti yang didampingi moderator Dr Hafas Furqani yang juga pakar ekonomi Islam di Aceh.

Ali Sakti juga mengatakan, perkembangan keuangan dan perbankan syariah di Indonesia menjadikan negara-negara lain di Asia belajar dan melakukan perbandingan dengan pengelolaan keuangan syariah di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan keuangan mikro syariah.

“Indonesia kini dianggap sebagai laboratorium raksasa keuangan mikro syariah dan mulai dilirik oleh negara-negara lain” ujar Ali Sakti.

Hal itu disebabkan oleh aplikasi keuangan syariah di Indonesia yang dinilai cukup komprehensif, mulai dari industri yang paling kecil hingga yang paling besar. Bahkan tidak hanya lembaga keuangan bermotifkan profit, di Indonesia juga ada banyak lembaga keuangan sosial seperti Dompet Dhuafa dan ACT yang memiliki peranan sangat besar dalam membantu masyarakat.

“Indonesia kini menjadi kiblat lembaga keuangan mikro syariah” papar analis bank sentral ini, dihadapan peserta diskusi yang terdiri dari akademisi, praktisi perbankan, pihak swasta, dan mahasiswa.*/T Zulhairi (Aceh)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Allah Satukan Hati Kami di Monas [1]
Tulisan selanjutnya Bachtiar Nasir: Presiden Tak Diundang Datang, Didatangi Tak Datang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?