Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

KJRI Kesulitan Ungkap Identitas WNI yang 4 Tahun Dirawat di Rumah Sakit Jeddah

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Juli 2018 07:53 7:53 am
Ahmad
Dipublikasikan 29 Juli 2018 07:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah, Arab Saudi, menemui kesulitan untuk mengungkap identitas seorang WNI Overstayer (WNIO) yang menderita stroke,  karena tidak mempunyai identitas sama sekali.

“Bicaranya gak jelas. Dia hanya bisa ngangguk dan geleng-geleng. Akhirnya saya bikin tulisan di kertas. Saya tanya: Filipin? Dia geleng-geleng. Indonesia? Dia ngangguk-ngangguk,” tutur Ainur Rifqie Madanie, Pelaksana Fungsi (PF) Konsuler-3 KJRI dalam rilisnya kepada hidayatullah.com.

Parahnya lagi,  akibat penyakit tersebut, perempuan misterius ini tidak bisa berbicara dan mengalami kesulitan mengingat identitas dirinya. Bagian tubuhnya yang  sebelah kanan lumpuh.

Keberadaan perempuan di rumah sakit ini diketahui setelah KJRI menerima Nota Diplomatik dari Kementerian Luar Negeri Cabang Tarhil (rumah detensi imigrasi) Syumaisi No. 1685 S tertanggal 29/8/1439H. Nota tersebut menyampaikan adanya seorang WNI undocumented  yang dirawat di Rumah Sakit (RS)  Al Shagar.

Pihak rumah sakit menyebutkan, perempuan tidak beridentitas ini ditemukan dalam keadaan sekarat di jalan. Ia kemudian dibawa ambulans ke Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit King Fahd dan dirawat di rumah sakit itu selama dua tahun. Selanjutnya, dia dipindahkan  ke Rumah Sakit Al Shagar.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Karena tidak diketahui identitasnya, perempuan ini akhirnya diberi nama “‘Aminah’ Shagar” merujuk ke nama rumah sakit, tempat dua dia dirawat selama dua tahun terakhir.

Tim perlindungan KJRI Jeddah mengunjungi RS Al Shagar sebanyak dua kali, yaitu tanggal 12 dan 18 Juli. Kepada Tim KJRI pejabat rumah sakit menyampaikan, pihaknya  telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,  termasuk jawazat (Imigrasi Arab Saudi) dan kepolisian untuk melakukan penelusuran data dan identitas ‘Aminah’. Namun, hingga kini data diri ‘Aminah’ tak kunjung terkuak  meskipun telah diupayakan melalui pengambilan sidik jari.

Tim mencoba lagi menyingkap misteri diri ‘Aminah’ dengan  beberapa pertanyaan seputar daerah-daerah di Tanah Air untuk menelusuri dari mana sebenarnya dia berasal.  Beberapa bahasa daerah termasuk Bahasa Sunda, juga digunakan  meski dijawab dengan ucapan yang sulit dimengerti.

“Bandung?” tanya Rifqie.

‘Aminah’ mengangguk, pertanda ia berasal dari kota itu. Jadi, untuk sementara Tim Perlindung berkesimpulan ‘Aminah’ berasal dari Bandung, Jawa Barat.

“Hampir di setiap kesempatan, kami selalu mengimbau kepada masyarakat, baik yang legal maupun undocumented  (ilegal) agar membawa identitas ke manapun pergi. Entah itu kopi paspor, KTP, SIM, Iqamah, atau identitas diri lainnya. Jangan sampai mengalami kasus seperti ibu ‘Aminah’ ini. Tidak sulit menyelipkan secarik kertas di kantong,” ujar Konjen.

Seiring dengan kondisi ‘Aminah’ yang kian membaik, KJRI melakukan komunikasi dengan pihak Tarhil (rumah detensi imigrasi) di Shumaisi, yang intinya meminta agar ‘Aminah’ dipulangkan ke Tanah Air.

Pada 19 Juli, KJRI menyerahkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) atas nama ‘Aminah’ Shagar kepada pihak Tarhil.

KJRI juga berencana menyiapkan pendamping  bagi ‘Aminah’ pada saat kepulangan nanti, atas pertimbangan bahwa dia kemungkinan besar harus menggunakan stretcher.

Pada tanggal 23 Juli, Tim Perlindungan kembali menemui pejabat Tarhil untuk melakukan pembicaraan terkait mekanisme pemulangan ‘Aminah’. Pada kesempatan itu, Tim memohon kepada pihak Tarhil untuk menyediakan tiket pesawat, mengingat ‘Aminah’ masih berstatus sebagai tahanan Tarhil.

Tarhil Shumaisi menyampaikan kepada KJRI bahwa pihaknya tengah memroses administrasi ‘Aminah’ dan akan menyampaikan perkembangannya ke KJRI terkait kepastian jadwal pemulangan ‘Aminah’ ke Tanah Air.

Selanjut,  KJRI menyampaikan permohonan kerja sama kepada Direktorat Perlindungan WNI dan BHI dan pihak-pihak terkait di Tanah Air (Kemenaker, Kemsos dan Kemkes) untuk turut membantu penanganan ‘Aminah’ pada saat tiba di Indonesia,  yaitu terkait perawatan lanjutan bagi ‘Aminah’ penelusuran alamatnya di daerah, agar dia bisa disatukan kembali dengan keluarga di kampung halamannya.

Diketahui, dalam sebulan ini, KJRI Jeddah menangani tiga orang WNI penderita stroke, yang semuanya adalah perempuan. Mereka adalah Usniyah Muhammad (UM) asal Bangkalan (telah dipulangkan),  Siti Nuraini Binti Rasyid Sadili asal Tangerang, Banten (dalam perawatan) dan Ms. “X” (dalam perawatan) yang kemudian diberi nama ‘Aminah’ Shagar, mengingat identitas dirinya hingga kini masih misterius.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aminah Shaqararab saudiKJRI JeddahKonsulat Jenderal RImenderita strokeWNI OverstayerWNIO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Usia Pensiun akan Naik, Ribuan Orang Rusia Protes
Tulisan selanjutnya Uni Eropa Sambut Baik UU Otonomi bagi Muslim Moro

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?