Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Muslim Berfilsafat, Mengapa Harus Tabu?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Februari 2019 06:48 6:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Februari 2019 06:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Peneliti senior Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Syamsuddin Arif, mengatakan masih banyak di kalangan muslim masih tabu bahkan anti filsafat. Yang ujangnya memberi cap sesat pada kegiatan berfilsafat.

Bertempat di Gedung INSISTS dibilangan Kalibata, Jakarta Selatan, hari Rabu (30/01/2019) lalu, peraih dua gelar doktor –dari IIUM dan Orientalisch Seminari Frankfurt Germany itu—itu membedah masalah filsafat. Tidak hanya filsafat secara umum, dalam kelas yang diadakan rutin itu juga dibahasa bab Filasat Islam.

“Tidak usah aneh atau kikuk kalau mau membicarakan filsafat Islam. umat Muslim terbesar itu ada di Indonesia, kenapa malah kebanyakan Muslimnya anti-filsafat?” ujarnya  dalam kelas Sekolah Pemikiran Islam (SPI) angkatan 9 ini.

Baca:  Belajar Filsafat untuk Mengokohkan Akidah 

Puluhan peserta yang menghadiri acara ini antusias memasuki salah satu pembahasan yang tak jarang dipandang ‘tabu’ bagi kalangan Muslim.

Ia menegaskan pula bahwa filsafat itu bukan hanya monopoli orang Yunani. Dalam argumennya, jika filsafat itu diartikan sebagai kegiatan berfikir, maka tidak hanya orang Yunani saja yang berfilsafat, tapi semua orang pun bisa.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Menurut para filsuf Muslim, lanjut Syamsuddin, berfilsafat, yang dalam Bahasa Arab disebut sebagai hikmah, falsafah, atau ‘ulum al-awa’il, bukan hanya wacana kosong, tetapi bertujuan untuk mengatakan dan sungguh-sungguh mengerjakan yang benar sesuai dengan pengetahuannya itu.

Pria yang akrab dipanggil Ustadz Syam itu mencontohkan seorang filsuf Muslim yang dikenal luas yakni Ibnu Sina.

“Semua orang di Timur maupun di Barat tidak ada yang bilang kalau Ibnu Sina ini tidak rasional. Semua mengakui kalau beliau sangat logis dan filosofis. Tapi, beliau ini tidak kafir, tidak atheis, dan seorang Muslim,” tegasnya.

Syamsuddin menuturkan, Ibnu Sina memandang filsafat itu salah satu proses mencapai kesempurnaan jiwa manusiawi. Tujuan dari penyempurnaan jiwa ini tidak lain untuk menjadi manusia yang benar dan manusia yang baik. Ia menambahkan pendapat dari Al-Kindi bahwa tidak perlu malu menerima kebenaran dan menyimpan kebenaran walaupun datangnya dari negeri yang jauh dan berbeda budaya maupun agamanya.

“Meskipun begitu, ada beberapa orang muslim yang menganggap bahwa mepelajari filsafat itu mubah mutlaq, haram mutlaq, atau bi–syart yaitu boleh atau haram dengan syarat,” kata Syamsuddin.

Baca:  Kebanyakan Silabus Filsafat Islam di Kampus Mengikuti Framework Orientalis

Ia menerangkan, Ibn Shalah dan As-Suyuti adalah di antara ulama yang menyatakan filsafat adalah haram mutlaq. Hal ini karena dikhawatirkan mempelajari filsafat akan membuat seseorang keluar dari bahasa agama dan jika dipakai untuk memahami teks agama akan membuat orang jadi bodoh, sesat dan menimbulkan bid’ah.

Sedangkan Imam Al-Ghazali termasuk ulama yang menyatakan bahwa filsafat itu haram namun dengan pengecualian. Syamsuddin menerangkan pendapat Imam al-Ghazali bahwa belajar filsafat dilarang karena banyak dampak buruknya, kecuali bagi dua jenis orang, yakni mereka yang mempunyai masalah dan mereka yang kuat akalnya, mantap agamanya, dan teguh imannya.

“Jadi dua orang tadi itu ibarat orang sakit yang memerlukan obat, sedang satunya lagi, ibarat dokter yang ingin mengobati orang sakit,” imbuh Syamsuddin.*/ priyankakw/ajeng

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-Ghazalifalsafahfilsafatfilsafat islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tokoh Katolik Texas Sebut Nama 300 Pendeta Pedofil
Tulisan selanjutnya Prancis Perketat Aturan Demonstrasi, Larang Pemakaian Balaklava

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?