Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Kebanyakan Silabus Filsafat Islam di Kampus Mengikuti ‘framework’ Orientalis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2018 10:22 10:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Oktober 2018 10:22
Bagikan
INSISTS Saturday Forum (INSAF) di Jakarta
Bagikan

Hidayatullah.com—Pada hari Sabtu (20/10/2018) INSISTS Saturday Forum (INSAF), menghelat kajian spesial seputar filsafat Islam. Tajuk yang diangkat pada momen istimewa ini adalah “Worldview Islam sebagai Framework Kajian Filsafat Islam”.

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi yang sangat berkelas ini: Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi.

Pada momen itu, anak pendiri Pondok Pesantren Modern Darussalam –Gontor Ponorogo, KH. Imam Zarkayi ini membahas beberapa poin: problem kajian filsafat orientalis, memahami Worldview Islam, Worldview Islam sebagai bangunan konsep serta hubungan Worldview Islam dan filsafat Islam.

Cendekiawan Muslim yang akrab disapa Gus Hamid ini mengawali pemaparannya dari kasus plagiasi terhadap makalah nya.

Selain itu, ia juga menyampaikan pengamatan bahwa di hampir seluruh kampus Indonesia,  silabus atau kurikulumnya –utamanya dalam bidang filsafat Islam– mengikuti framework (kerangka berpikir) orientalis.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Baca: Belajar Filsafat untuk Mengokohkan Akidah

Menurut Hamid, hampir di seluruh universitas di Indonesia mengamini bahwa filosof Islam pertama adalah Al-Kindi, mencapai puncak pada Al-Farabi dan Ibnu Sina kemudian diserang Ghazali kemudian dibangkitkan lagi oleh Ibnu Rusyd. Padahal sosok seperti Abu Hasan Asy’Ari, Ghazali dan Zamakhsyari Rahimahumullah pandangan-pandangannya mengandung pemikiran filosofis yang menunjukkan bahwa mereka terpengaruh orientalis.

Terkait orientalisme, menarik sekali apa yang ditulis oleh Edward Said, ada tiga kelemahan cukup serius dari kajian mereka, yaitu: memahami Timur dengan pengalaman Barat; menghasilkan gambaran yang salah tentang kebudayaan Arab dan Islam serta meski kajian mereka  tampak objektif tapi bertujuan politik.

Pada umumnya, cendekiawan Barat memandang sebelah mata filsafat Islam. Sebut saja seperti Peter F.E., Ueberweg, De Boer, Gustavee E., M.W. Watt, Joseph van Ess, Michael Cook mengingkari adanya sistem, konsep dan pemikiran rasional dalam Islam. Lebih jauh lagi, pemikiran rasional (filsafat) hanya dimiliki oleh Yunani.

Tudingan mereka jelas berlebihan. Tidak ada bukti kuat bahwa para mutakallimin belajar filsafat dari pemikiran Yunani. Teori atom (nadhariyah jauhar) para mutakallim pun berbeda dengan teori atom filsafat Yunani.

Lalu, benarkah filsafat Yunani rasional? Padahal, filsafat Yunani dipenuhi dengan mitologi. Menarik apa yang dikatakan oleh Oliver Leaman yang intinya ushul fiqih berperan penting dalam melahirkan filsafat Islam.

Baca: Syarat Belajar Filsafat Harus Miliki Pemahaman Al-Quran dan Hadits

Tidak mengherankan jika kemudian oleh mereka framework dan nomenklatur filsafat Islam dinisbatkan pada Yunani sehingga konsekuensinya menganggap konsep-konsep dan sistem pemikiran dalam Islam berasal dari dan didominasi oleh pemikiran asing. Anehnya, oleh mereka tak dijelaskan dominasinya dan tak diterangkan pula sistem apa saja yang didominasi filsafat Yunani.

Bila diperhatikan secara saksama, framework, nomenklatur dan konsekuensi konseptual pemahaman orientalis merupakan hasil cara pandang terhadap Islam yang tidak lengkap, parsial dan subyektif.

“Padahal,” kata Gus Hamid,  “untuk menjelaskan sebuah konsep dalam Islam diperlukan suatu framework berpikir yang berbasis pada cara pandang (worldview).”

Setelah membahas pandangan orientalis tentang filsafat Islam, cendekiawan jebolan ISTAC ini membahas Worldview Islam. Ada banyak definisi diungkapkan, salah satunya adalah menurut Prof. Ninian Smart yang mendefinisikan worldview (pandangan hidup) sebagai: “Kepercayaan, perasaan dan apa-apa yang terdapat dalam pikiran orang yang berfungsi sebagai motor bagi keberlangsungan dan perubahan sosial dan moral.” Kemudian, dibahas juga tentang Worldview Islam sebagai bangunan konsep, kronologinya hingga worldview menjadi filsafat Islam serta hubungannya antara keduanya.

Acara yang dipadati banyak peserta ini semakin hangat dan menarik ketika pada sesi pertanyaan para peserta menyodorkan pertanyaan-pertanyaan kritis. Dan semuanya bisa dijawab dengan mudah oleh Gus Hamid.

Seusai tanya jawab, pada pukul 12 lebih sepuluh menit, kajian ini pun ditutup dengan khidmat.

Baca: Orientalis Gagal Temukan adanya Filsafat Islam

Dari kajian menarik ini, ada beberapa kesimpulan yang penting dicatat:

Pertama, Islam adalah pandangan hidup yang mempunyai konsep-konsep kunci berasal dari dalam tradisinya sendiri yang berbeda dengan pandangan hidup agama dan budaya lain.

Kedua, Jika konsep-konsep dalam pandangan hidup Islam itu dikumpulkan, akan menjadi asas epistemologi bahkan bisa dijadikan framework  kajian berbagai disiplin ilmu pengetahuan Islam.

Ketiga, ketika pandangan hidup dipahami secara filosofis ia menjadi sistim filsafat Islam.

Keempat, memahami filsafat dari pandangan hidup Islam berarti memahaminya dengan pendekatan sistemik.

Kelima, sistem filsafat Islam dapat digunakan untuk memahami sistem-sistem filsafat lain seperti Barat, bahkan bisa juga untuk mengkritik dan mengadapsi konsep-konsep asing ke dalam millieu filsafat dan pemikiran Islam.*/MB Setiawan (Jakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filosoffilsafat islamframeworkHamid Fahmy Zarkasyiorientalisworldview IslamYunani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Bahasa Burung” Warga Kuşköy yang Terancam Punah [2]
Tulisan selanjutnya Mohammad Natsir: Islam sebagai Agama Pendidik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?