Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Kunjungi Hidayatullah Balikpapan, Fadlan Tegaskan Islam Agama Pertama di Irian

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 29 September 2014 07:54 7:54 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 29 September 2014 07:54
Bagikan
Ustadz Fadlan Garamatan di Masjid ar-Riyadh, Hidayatullah Balikpapan
Bagikan

Hidayatullah.com– Hari Sabtu (27/9/2014), warga Hidayatullah Balikpapan mendapatkan kehormatan berupa kunjungan Ketua Umum Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) Ustadz M Zaaf Fadlan Rabbani Al-Garamatan di Pondok Pesantren Hidayatullah.

Kunjungannya ke pesantren ini merupakan rangkaian dari Safari Dakwah yang berlangsung selama sepekan di Kota Minyak. Selama perjalanan Safari Dakwah, Ustadz Fadlan ditemani oleh Ustadz Dzikrullah Pramudya dari Sahabat al-Aqsha.

Acara kunjungan diawali dengan shalat Ashar berjamaah bersama seluruh santri, ustadz dan warga di Masjid ar-Riyadh. Setelah itu ustadz kelahiran Fak-Fak, 17 Mei 1969 itu berkesempatan mempresentasikan sejarah kedatangan Islam di Bumi Cendrawasih.

Selain itu, pria yang telah mengislamkan ribuan warga Irian ini juga sempat menceritakan pengalaman pribadinya yang selalu mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan hanya karena dirinya terlahir sebagai orang Irian.

Tiga Pertanyaan Menggugah

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Dikatakan oleh Ustadz Fadlan bahwa orang-orang Muslim di Indonesia masih terbersit opini bentukan penjajah bahwa di wilayah Indonesia Timur, terutama Papua, banyak penduduknya yang non-Muslim masih melekat.

Hal itu pernah ia buktikan kala mengisahkan pengalamannya saat Ustadz Fadlan masuk kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 1980-an. Dia pernah diusir oleh dosen agama Islam hanya karena berkulit hitam dan berambut keriting. Tapi sebelum keluar, dia sedikit protes dengan mengajukan empat pernyataan.

”Apakah agama Islam hanya untuk orang berkulit putih, Jawa, Bugis atau untuk semua orang yang hidup di dunia? Siapa sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang berkulit hitam dan berambut keriting namun merdu suaranya? Siapa saja yang ada di kelas ini yang bisa membaca al-Qur’an dengan baik dan benar?” tandasnya mengenang.

Ditanya seperti itu, sang dosen hanya menanggapi pertanyaan yang ketiga saja. Ternyata, dari 47 mahasiswa yang hadir, hanya tujuh orang yang bisa. Salah satunya adalah orang yang berkulit hitam dan berambut keriting tersebut alias Ustadz Fadlan. Langsung saja ia diberi kesempatan memberi nasehat kepada semua orang di kelas yang tadi mau mengusirnya. Selama dua jam dia memberi nasehat, sehingga mata kuliah agama hari itu selesai.

Dosennya pun langsung menyatakan Ustadz Fadlan lulus dengan nilai A di hari pertama masuk kelas agama. Karena, selain puas dengan nasihat Ustadz Fadlan yang menyatakan jangan merasa bangga hanya karena beda warna kulit atau lainnya, Ustadz Fadlan mampu membaca al-Qur’an, salah satu kemuliaan agama Islam, dengan baik dan benar.

Islam Agama Pertama Orang Irian

Nuu Waar adalah nama pertama untuk Papua, sebelum berubah menjadi Irian Jaya, dan Papua saat ini. Nuu Waar, dalam bahasa orang Papua, berarti cahaya yang menyimpan rahasia alam.

“Papua dalam bahasa setempat berarti keriting. Karena itu, komunitas Muslim lebih senang menyebutnya dengan Nuu Waar dibandingkan Irian atau Papua,” ujarnya yang lebih suka menyebut Nuu Waar dibandingkan Irian atau Papua.

Orang yang pertama kali membawa Islam ke Nuu Waar adalah Sultan Iskandar Syah, Raja Tidore pada tanggal 17 Juli 1914 M. Sangat jauh jaraknya dengan kedatangan Kristen yang masuk pertama kali tanggal 19 Februari 1985.

Namun nama Nuu Waar hilang dan diganti oleh penjajah Portugis dengan nama Papua yang dalam berasal dari bahasa Tidore yaitu papapua, yang artinya saudara tua, karena penduduk setempat berwajah hitam.

Asal kata Irian juga, menurut Ustadz Fadlan, berasal dari bahasa Arab yaitu al-Uryan yang artinya telanjang. Nama ini diberikan oleh Ibnu Batuttah dalam ekspedisinya singgah di Nuu Waar.

Namun sejarah tersebut ditutup rapat-rapat oleh pemerintah dan kaum gereja. Dan mereka membangun opini penamaan sebagai Papua. Mereka tidak ingin masyarakat Irian menjadi cerdas dan maju.

Di akhir presentasinya, ustadz beristrikan wanita Pinrang ini memutar dua video kegiatan yang dilakukan AFKN di Irian. Yang pertama video aktifis dakwah AFKN mengajari thaharoh (mandi dan berwudhu) kurang lebih 2000-an mualaf. Yang kedua video ritual pengucapan kalimat syahadat kepada dua suku yang hendak diislamkan.*/Kiriman M. Rizky Kurnia Sah

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Papua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran akan Serang ISIS/ISIL Iraq Jika Mendekat ke Perbatasannya
Tulisan selanjutnya Ketum Baznas: Ulama Harus Berperan Sudahi Pertikaian Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?