Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Yudi Latif : Islam adalah Nyala Api Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 April 2015 13:39 1:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 April 2015 13:39
Bagikan
Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia, Dr Yudi Latif
Bagikan

Hidayatullah.com—Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia, Dr Yudi Latif menyebutkan ulama, kaum santri dan aktivis Islam miliki peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Islam yang diwakili oleh pemberontakan ulama dan kaum santri menjadi nyala api yang mengobarkan perlawanan terhadap penjajah. Ruang publik pertama di nusantara ini diawali pada jaringan keagamaan seperti masjid, surau, dan pesantren,” demikian disampaikan dalam Pelatihan School for Nation Leader (SNL) dengan tema “Pemimpin Muda dengan Jati Diri Ke-Indonesiaan”, pada 14 – 20 April 2015, di Kawasan Wisata Djampang, Bogor.

“Faktor penting yang memunculkan semangat perlawanan terhadap kolonialisme adalah agama Islam, dimana semangat egalitarianisme Islam mendobrak cara pandang feodalisme yang begitu dominan di nusantara saat itu. Sejak awal tokoh-tokoh penting yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah para pejuang Islam,” ujar Yudi di hadapan ratusan perwakilan aktivis dari 40 kampus dan perguruan tinggi di seluruh Indonesia dalam  sesi materi “Indonesia Negara Paripurna dan Lapis Genealogi Intelejensia Muslim Indonesia”.

Yudi Latif juga menjelaskan proses munculnya generasi pertama ‘intelejensia’ yang akan berpengaruh dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Pada tahun 1850-an dengan latar belakang politik perkebunan di nusantara, Belanda membutuhkan tenaga administratif rendahan untuk mendukung kemajuan industri perkebunan maka mulai bermunculan sekolah Eropa di nusantara. Didukung dengan munculnya kebijakan ‘Politik Etis’ pada 1900-an, maka terbentuklah generasi pertama ‘intelejensia’ atau kelompok terdidik dalam pendidikan Barat di nusantara”.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Generasi pertama intelejensia adalah generasi HOS Cokroaminoto, H. Agus Salim, Dr. Cipto Mangunkusumo dan Dr. Sutomo. Mereka adalah generasi yang disebut sebagai genarasi ‘proto nasionalisme’, yaitu generasi yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa walaupun masih berlatar belakang keagamaan dan kedaerahan,” ungkap Direktur Eksekutif Reform Institute tersebut.

Terkait dengan perjuangan kemerdekaan, Yudi Latif menjelaskan bahwa perjuangan bangsa Indonesia belum selesai hanya dengan kemerdekaan saja.

“Jika kita melihat kembali bunyi Pembukaan UUD 1945 disana tercatat, mengantarkan rakyat ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Artinya para pendiri bangsa ini ingin mengatakan bahwa perjuangan bangsa Indonesia belum selesai, perjuangan di alam kemerdekaan itu baru saja dimulai.”

Di akhir pemaparannya Yudi Latif menyebutkan siklus sejarah peradaban, dimana ia melihat Indonesia akan ke depan akan bangkit menjadi negara besar, “Pada abad ke 7 sampai ke 13 terdapat tiga dinasti imperium besar yang memimpin dunia dalam waktu yang hampir bersamaan : 1) Dinasti Islam Abbasiyah di Baghdad, 2) Dinasti Tang di China, 3) Dinasti Sriwijaya di Nusantara”.

“Saya melihat siklus sejarah akan kembali lagi dimana Indonesia akan bangkit menjadi peradaban besar, karena Indonesia adalah sintesa bertemunya dua imperium besar di masa lalu, dinasti Islam Abbasiyah dan dinasti Sriwijaya”, pungkasnya.*/Adhe Nuansa Wibisono

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamKemederkaan Indonesiakemerdekaanulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Orang Anti-Perkawinan Homoseksual Berunjuk Rasa di Washington
Tulisan selanjutnya Praktik Prostitusi Makin Menghawatirkan, Pemerintah Akan Bentuk Satgas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?