Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bom Riyadh Sumber Ketegangan AS-Saudi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Mei 2003 18:47 6:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Mei 2003 18:47
Bagikan
Bagikan

Menteri dalam negeri Arab Saudi menegaskan bahwa ancaman serangan terorisme di sejumlah kota di Arab Saudi termasuk Jeddah, hanyalah isu kosong.

Hal itu diungkapkan Pangeran Naif bin Abdul Aziz kepada para wartawan menanggapi tersiarnya berita akan kemungkinan terjadinya ledakan baru di Jeddah.

Amir Naif tak lupa memrotes keras pernyataan sejumlah pejabat tinggi AS mengenai perencanaan bom Riyadh, seraya mengatakan bahwa AS sama sekali tidak pernah memberikan informasi berkenaan dengan hal ini kepada kami.

Seperti diketahui, tanggal 12 Mei lalu, kota Riyadh diguncang serangkaian bom dahsyat yang menewaskan 34 orang dan melukai 192 lainnya.

Dan seperti biasa AS memancing di air keruh, kali ini dengan membombardir Arab Saudi dengan propaganda-propaganda miringnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Media massa AS dalam laporannya mengesankan ketidakmampuan Arab Saudi untuk mencegah dan menangani kasus ini dan mencari para pelakunya.

Bersikerasnya AS untuk mengirimkan tim FBI ke Arab Saudi semakin mempertajam perselisihan kedua negara. Riyadh yakin bahwa lembaga intelijennya bisa mengontrol keadaan tanpa memerlukan bantuan pihak asing. Penolakan Arab Saudi ini memang beralasan.

Arab Saudi khawatir jika diijinkan terlibat dalam pengusutan kasus peledakan ini, AS akan membuat ulah dengan menyusun data-data yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

AS saat ini tengah mencari-cari kesempatan untuk mengaitkan peristiwa Riyadh dengan negara-negara lain di kawasan. Jika itu terjadi, hubungan Arab Saudi dengan negara bersangkutan mau tak mau akan terkena imbasnya. Hal inilah yang dikhawatirkan Arab Saudi, yang lantas menyebut peristiwa Riyadh sebagai masalah internal.

Sikap AS yang ingin terlibat langsung di Arab Saudi dengan alasan demi menjaga warganya, dinilai sebagai sebuah intervensi.

Tahun 1996, ketika terjadinya ledakan dahsyat di kamp militer AS di Arab Saudi, yang menewaskan banyak serdadu AS, Riyadh juga tidak memberi ijin kepada para pejabat FBI untuk campurtangan. Penolakan itu sempat membuat tegang hubungan kedua negara. Kali inipun Arab Saudi juga tidak mempedulikan tekanan AS dan tetap menolak untuk memberi jalan masuknya FBI ke negara itu.

Para pengamat menilai bahwa ledakan di Riyadh telah meningkatkan ketegangan dalam hubungan Arab Saudi–AS. Dan nampaknya, kondisi ini akan meningkat menjadi perang propaganda anti Arab Saudi di AS. (Radio IRIB/masdum)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khamenei: AS Tak Pernah Sejalan Dengan Demokrasi
Tulisan selanjutnya Gedung Putih Putuskan Hubungan Dengan Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?