Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Skandal Mirip Abu Ghraib Terkuak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Desember 2004 10:02 10:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Desember 2004 10:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dokumen setebal 11.000 halaman tersebut mengungkapkan belasan kasus penyiksaan yang dilakukan pasukan Marinir AS terhadap tahanan Iraq, tulis AP, Rabu (15/12) kemarin. Dokumen itu meliputi kasus-kasus yang terjadi di belasan tempat tahanan Iraq, kecuai Penjara Abu Ghraib. Keputusan pemerintah untuk mengeluarkan dokumen NCIS terjadi karena tuntutan sejumlah lembaga, termasuk American Civil Liberties Union (ACLU) dan The Center for Constitutional Rights.

Kasus paling menonjol dalam dokumen ini terjadi Juni 2003 di Diwaniyah. Kala itu Marinir AS memerintahkan empat anak-anak Iraq pelaku penjarahan untuk berlutut. Mereka dipaksa membuka mulut dan pasukan mengarahkan moncong pistol ke mulut mereka. Petugas berpura-pura siap mengeksekusi tahanan.

Dokumen bertanggal 13 April 2003 menunjukkan Marinir AS menyiramkan cairan berbahan alkohol ke tangan tahanan dan membakarnya. Insiden itu terjadi di kamp penahanan AS di Al Mahmudiya. Kasus lain terjadi Mei 2003 di Karbala di mana pasukan AS menodongkan pistol di kepala tahanan, sementara tentara yang lain memotret.

Aksi pembakaran tangan tahanan Iraq juga terjadi di Kamp Dogwood, Iskandariyah. Pelakunya Marinir AS dan kini yang bersangkutan telah mendapat hukuman kurungan 90 hari. Direktur Pelaksana ACLU Anthony D Romero meminta Pentagon serius menangani kasus pelanggaran HAM tersebut. Ia menilai kasus seperti itu tidak akan terjadi jika ada kepemimpinan yang efektif.

Dokumen NCIS yang kemarin dirilis, bukanlah dokumen berkualifikasi sangat rahasia. Ia yakin jika yang dibuka dokumen sangat rahasia, akan lebih banyak lagi kasus pelanggaran HAM yang terkuak. Menurut data sementara ada 19 tahanan AS di Afghanistan dan Irak yang meninggal. ACLU meminta kasus ini diselidiki.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sementara itu jubir Deplu AS Richard Boucher terkejut karena mendengar kabar bahwa pembantu-pembantu Saddam Hussein akan diadili pekan depan. Pernyataan tersebut muncul dari PM Iraq Iyad Allawi. Boucher menduga yang dimaksud Allawi hanyalah menghadirkan terdakwa di persidangan, jadi lebih berupa ‘hearing’ bukan sidang sebenarnya.

Sebagaimana diketahui ada 11 pembantu Saddam yang masuk katagori tahanan kelas satu. Kemungkinan mereka inilah yang akan diadili. Termasuk dalam kelompok 11 ini antara lain ialah Deputi Pm Tareq Aziz dan Ali Hassan Al Majid. Menteri HAM Iraq, Bakhtiar Amin mengatakan Saddam saat ini ditahan di Kamp Cropper.

Pemerintah Iraq mengeluarkan statemen mengenai keberhasilannya membunuh keponakan Saddam, yakni Izzedin Al Majid. Sebelum kembali ke Iraq, Izzedin pernah tinggal di Inggris beberapa tahun. Irak juga mengaku berhasil membunuh Hassan Ibrahim Farhan, pembantu Abu Musab Al Zarqawi.

kekejian di penjara Abu Ghraib mencuat setelah beberapa media massa internasional memuat foto-foto kebengisan dan kebiadaban para prajurit AS terhadap tahanan Iraq.

Dari gambar-gambar yang dipublikasikan, para tawanan tidak hanya dianiaya. Mereka, ditelanjangi, disiksa, kepala mereka ditutup dengan kain, mereka juga dikencingi sambil berdiri. Seorang tawanan mengaku, mereka disodomi dan seret dengan menggunakan tali.

Seperti dikutip The Washington Post, ada juga foto-foto yang menunjukkan tiga sampai empat tahanan telanjang diikat menjadi satu di lantai di luar sel mereka sambil ditonton serdadu-serdadu AS.

Salah seorang anggota pasukan AS, Sabrina Harman (26) mengaku, dia bersama anggotanya dari Kompi Polisi Militer ke-372 mendapatkan pengarahan dan perintah itu dari petugas militer intelijen AD, agen pelaksana CIA, dan kontraktor sipil yang menjalankan interogasi di Iraq. Boleh jadi, sikap keji para pasukan AS di Iraq itu memang perintah resmi militer AS. (ap/kr/hid)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konser Rock Pekerja Indonesia dikecam Media Malaysia
Tulisan selanjutnya Imam Masjid Mekah Hadiahi Juara MTQ Ongkos Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?